Jumat, 25 Mei 2018

PERSAMAAN-PERSAMAAN

PERSAMAAN KEMATIAN:

Mati karena usia tua atau karena penyakit atau karena ditabrak mobil atau karena tsunami atau karena tanah longsor atau karena dibunuh perampok atau karena dibunuh pacar atau karena bom teroris, itu semua hanya dibedakan oleh ceritanya sedangkan hakekatnya sama saja, yaitu: mati.

Dan setiap kematian bisa terjadi atas seijin TUHAN. Tanpa ijin TUHAN tak mungkin orang itu mati sekalipun dilukai lebih berat, yang menurut ilmu kedokteran harusnya mati. Tapi jika seijin TUHAN, maka luka sekecil apapun bisa mati sekalipun menurut ilmu kedokteran itu termasuk aneh.

Apakah kematian itu takdir TUHAN? Benar! Alkitab menerangkan tentang umur nabi Musa yang 120 tahun yang masih sehat, nabi Yunus yang dibuang ke laut yang atas ketentuan TUHAN ditelan ikan dan bertahan hidup 3 hari di dalam perut ikan, raja Hizkia yang menerima perpanjangan usia 15 tahun, dan beberapa orang yang sudah mati dibangkitkan kembali.

Yoh. 7:30Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

Yoh. 8:20Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

Yoh. 13:1Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

Jika kematian takdir TUHAN, apakah pembunuhnya tidak berdosa?

Jika sebuah roti beracun diletakkan di tengah jalan lalu ada orang yang memungut dan memakannya, lalu orang itu mati, siapakah yang hendak dipersalahkan? Jelas itu kesalahan orang itu sendiri. Demikian halnya dengan orang yang takdir kematiannya sudah ditetapkan tanggal dan jamnya, dia itu seumpama roti yang diletakkan ALLAH di tengah jalan, maka siapa saja yang mau membunuhnya dipersilahkan, tapi resikonya ditanggung sendiri. Itulah sebabnya sering kali oleh alasan yang sangat ringanpun seseorang bisa terbunuh, sebab pembunuhnya berada di medan magnet yang sangat kuat, yaitu orang yang hari kematiannya sudah ditentukan.

1Raja-raja 22:20

Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu.
22:21Kemudian tampillah suatu roh, lalu berdiri di hadapan TUHAN. Ia berkata: Aku ini akan membujuknya. TUHAN bertanya kepadanya: Dengan apa?
22:22Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian!
22:23Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu."

Itu contohnya. TUHAN menetapkan raja Ahab supaya mati di Ramot Gilead. Tapi siapa yang mau melakukannya? Rupanya roh pendusta yang bersedia melakukannya. Dia merasuki seluruh nabinya raja Ahab dan mengeluarkan kebohongan untuk membuat raja Ahab mau maju berperang.

Apakah takdir bisa dimintakan perubahan? Bisa! Contohnya raja Hizkia yang merengek minta ditambahkan umurnya, maka TUHAN menambahkan 15 tahun kepadanya;

2Raja-raja 20:4

Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya:
20:5"Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.
20:6Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

PERSAMAAN KESEDIHAN;

Antara kesedihan orang yang ditinggal mati, dengan kesedihan orang yang patah hati, dengan kesedihan orang yang suami atau istrinya ditangkap polisi, dengan kesedihan orangtua yang anaknya durhaka, dengan kesedihan orang yang kaki atau tangannya harus diamputasi, dengan kesedihan orang yang divonis dokter menderita penyakit kanker, dengan kesedihan orang yang rumahnya habis terbakar, dengan kesedihan orang yang rumahnya digusur, dengan kesedihan maling yang ditangkap polisi, dengan kesedihan orang yang hidupnya serba kekurangan, semuanya hanya dibedakan oleh ceritanya sedangkan tingkat kesedihannya sama saja.

Tingkat kesedihan masing-masing orang berbeda-beda, dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: tingkat ketabahan, tingkat pengetahuan, tingkat hubungan, dan lain-lainnya. Sama seperti beban sekilo bagi saya enteng tapi bagi anak kecil itu berat sekali. Sama seperti uang Rp. 10.000,- bagi si miskin besar sekali tapi bagi orang kaya kecil sekali.

Itu sebabnya ketika seorang anak mati, si bapak belum tentu menangis tapi si ibu pasti menangisinya. Sebab kebanyakan seorang laki-laki lebih kuat menghadapi itu.

Pelajarannya adalah sekalipun peristiwa bom teroris itu mengejutkan tapi itu bukanlah satu-satunya yang paling menyedihkan. Sebab fakir miskin yang setiap hari bergulat dengan keuangan yang serba kekurangan juga sangat sedih hatinya dan membutuhkan perhatian juga.


PERSAMAAN KESAKITAN;

Orang yang terluka oleh bom memang kesakitan. Tapi disaat yang sama orang-orang yang terkapar kecelakaan di jalan serta maling-maling yang dihajar massa juga sama-sama kesakitannya. Pertanyaannya: apakah di negara hukum ini penyelesaian maling-maling seperti itu? Jadi, pemerintah mempunyai banyak PR selain dari pencegahan teroris juga jangan mengabaikan pencegahan masyarakat main hakim sendiri.


PERSAMAAN KEIDIOTAN;

Mempunyai anak idiot memang menyedihkan. Tapi bisa jadi itu masih lebih baik daripada mempunyai anak yang durhaka. Polisi takkan menangkap anak idiot, tapi anak yang memperkosa, yang mabuk-mabukan, yang suka bikin keributan, yang menghisap narkoba, yang suka mencuri, yang membunuh, yang menipu, yang korupsi, dan lain-lainnya pasti diincar polisi.

Anak idiot tak mungkin melakukan dosa dan kejahatan yang justru hanya bisa dilakukan oleh anak yang normal. Jadi, mempunyai anak idiot bukanlah hal yang terlalu menyedihkan.


PERSAMAAN KEBUTAAN;

Orang yang buta matanya tak mungkin mengendarai motor dan menyebabkan kecelakaan. Juga tak mungkin menjadi maling atau merampok sebagaimana orang yang tidak buta. Tak mungkin diterima bekerja di kantor. Karena itu orang yang buta matanya lebih aman dari incaran KPK.

Orang yang buta KETUHANAN, tidak bisa membedakan antara TUHAN yang benar dengan tuhan yang palsu, buta kerohanian, tidak bisa membedakan antara kesalahan dengan kebenaran, bukankah orang-orang itu lebih membahayakan nasib akheratnya daripada orang yang buta mata jasmaninya? Karena itu orang-orang yang tidak buta matanyalah yang justru memerlukan perhatian yang lebih. Orang-orang yang tidak buta lebih mencemaskan keadaannya daripada orang-orang yang buta.


PERSAMAAN KETULIAN;

Bagaimana dengan orang-orang yang tuli rohaninya? Tidak mau mendengar penderitaan sesamanya, tidak mau mendengar panggilan dan perintah TUHAN untuk memberitakan Injil, tidak mau mendengarkan nasehat-nasehat yang baik dan benar? Manakah yang lebih tuli dari yang tuli?


PERSAMAAN KEBISUAN;

Bagaimana dengan orang-orang yang bisu rohaninya? Tidak mau membicarakan keadilan, tidak mau memberikan nasehat, tidak mau menceritakan kemuliaan TUHAN, tidak mau memberitakan Injil, dan lain-lainnya? Tidakkah ini lebih membahayakan dari mereka yang bisu secara fisiknya?


PERSAMAAN KEADAAN:

Anda sakit kanker divonis dokter hidup anda tinggal sebulan. Bukankah sebulan itu = 30 hari? Wouh, itu suatu waktu yang sangat berharga sekali yang harus anda syukuri dengan berjuta-juta syukur kepada TUHAN. Sebab untuk diselamatkan oleh YESHUA ha MASHIA hanya memerlukan waktu beberapa jam saja, seperti pencuri yang disalibkan bersama YESHUA.

Anda mempunyai waktu 30 hari itu jauh lebih baik daripada yang tidak mempunyai waktu seperti saya. Saya sehat tapi saya tak tahu kapan saya akan matinya. Ini sangat membahayakan keselamatan akherat saya, jika saya lengah sehingga mempergunakan waktu yang ada untuk perbuatan dosa. Lihat saja berapa banyak orang yang segar-bugar yang menghancurkan hidupnya dengan narkoba dan berbagai macam kejahatan. Kondisi sakit seperti itu tidak memungkinkan anda untuk melakukan pencurian, pembunuhan, korupsi, dan lain-lainnya, justru mendesak anda untuk semakin mendekatkan diri kepada TUHAN.

Dan anda itu mengungguli ribuan orang yang sehat. Sebab jika setiap hari ada ratusan orang yang mati karena berbagai hal, maka berapa ribu orang yang mati dalam jarak 30 hari itu? Betapa sialnya orang yang mati dadakan karena kecelakaan atau bom teroris, yang tak berkesempatan untuk melakukan pertobatan?!

Kalau sakit kanker bisa membawa keselamatan, rasanya berjuta-juta orang pasti bersedia sakit kanker. Jadi, betapa rugi dan bodohnya jika anda sedih dan tidak mensyukurinya.

Buanglah cara pandang dunia yang salah, kenakan cara pandang rohaniah yang mengandung kebenaran sejati di dalamnya.


PERSAMAAN PERTEMANAN;

Jika musuhmu mengetahui kejahatanmu menghisap narkoba lalu melaporkannya ke polisi sehingga kamu ditangkap dan dipenjarakan, manakah yang lebih baik dari sahabatmu yang membiarkan kamu kecanduan narkoba sehingga semakin hari semakin kecanduan?

Jika kamu berkata kasar pada orang lain, orang itu pasti marah dan pasti memukulmu, membuatmu semakin berhati-hati dalam berkata-kata. Tapi sahabatmu pasti akan terbahak-bahak, tidak akan marah mendengar kata-kata kasarmu sehingga kamu semakin terbiasa berkata-kata kasar. Nah, manakah yang menurutmu lebih baik?

Saya kuatir: sahabatmu itulah musuh sejatimu, sedangkan musuhmu itulah yang sahabat sejatimu. Jadi, ini kembali ke soal cara pandang. Cara pandang duniawi mengatakan sahabat adalah sahabat, musuh adalah musuh. Tapi cara pandang rohaniah mengatakan: oleh sebab pengkhianatan Yudas Iskariot-lah YESHUA disalibkan dan menjadi JURUSELAMAT kita, bukan?! Yang membuat JURUSELAMAT bukanlah Petrus yang baik, tapi Yudas Iskariot yang khianat.

YESHUA ha MASHIA disalibkan oleh sebab kejahatan bangsa Yahudi. Seandainya bangsa Yahudi baik-baik, mungkinkah YESHUA disalibkan?!

Hasil gambar untuk gambar orang sakit kanker

Tidak ada komentar:

Posting Komentar