Rabu, 19 Juli 2017

PEMERINTAHAN-PEMERINTAHAN YANG JAHAT

Kalau anda kesulitan melihat pemerintahan Soeharto, Megawati, SBY dan Jokowi, para gubernur, para walikota, anggota DPR dan DPRD, plus ketua DPR RI saat ini; Setya Novanto yang sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP oleh KPK, sebagai pemerintahan yang brengsek, tetapi anda berpikir bahwa pemerintahan adalah suci dan tak mungkin salah, sehingga anda merasa menjadi pahlawan jika melaksanakan perintah-perintahnya yang jahat, maka berikut ini anda saya ajak berkeliling dunia, menyaksikan catatan sejarah tentang pemerintahan yang jahat;

Apa pendapat anda tentang pemerintahan Belanda yang bercokol selama 360 tahun di negeri ini? Apakah raja Willem III yang memerintah kerajaan Belanda saat itu yang datang dan menjajah bangsa Indonesia? Tidak! Bukan! Raja Willem III di negeri Belanda sedang santai, sedang duduk atau sedang tidur, ketika pasukannya mendatangi Indonesia dan melakukan kejahatan di negeri ini. Raja Willem III baik-baik dan tenang-tenang seakan tak berdosa, tapi pasukannya kita nilai kejam dan tak berperikemanusiaan. Tapi tahukah anda bahwa pasukan Belanda itu takkan menjajah Indonesia jika tak ada perintah dari raja Willem III? Nah, jika anda menilai pasukan Belanda itu jahat dan kejam, maka seperti itulah para pedagang asongan, pedagang kakilima, gelandangan dan pengemis itu menilai anda, pasukan Satpol PP. Anda melakukan perintah boss yang salah, perintah yang error, perintah yang jahat, perintah yang melanggar Pancasila dan UUD 1945. Bahwa peraturan-peraturan yang dibuat oleh walikota atau bupati atau gubernur anda itu bertentangan dengan konstitusi negara kita.

Dan sama sebagaimana peperangan kita tidak disasarkan ke raja Willem III, melainkan ke pasukan Belandanya yang kita buru dan tembaki, demikianlah masyarakat fakir miskin tidak menjangkau gubernur/walikota/bupati anda, tetapi memaki-maki dan melawan anda. Masyarakat sebenci apapun terhadap gubernur/walikota/bupatinya tak mungkin bisa masuk ke kantor maupun rumahnya, sebab anda menjaga keamanannya. Anda melindungi orang yang salah oleh sebab anda menerima bayaran darinya. Coba, seandainya anda tidak melindungi boss anda, pasti masyarakat akan mendatangi boss anda dan memenggal kepalanya.

Anda berdiri di atas upah, bukan di atas kebenaran! Oleh sebab upah anda tidak peduli seperti apa boss anda. Salahpun anda bela mati-matian. Apakah anda pikir bisa mendapatkan pahala dari TUHAN oleh sebab melindungi kesalahan? Tak mungkin itu!

Pemimpin anda manusia biasa. Karena manusia biasa maka hukum umum yang akan menghakiminya. Jika dia korupsi, maka KPK akan menangkapnya sekalipun dia ketua DPR maupun ketua partai Golkar. Jika dia pembunuh apakah dia tidak berdosa oleh sebab jabatannya jendral? Mari mulai memikirkannya.

Beberapa waktu yang lalu, paus Fransiskus, Vatikan, meminta maaf kepada kaum Protestan, oleh sebab di zaman pertengahan(538-1798 Tarikh Masehi), para paus yang berkuasa di Vatikan melakukan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Paus, seorang kepala agama Katolik bisa sampai sejahat itu, lebih-lebih cuma gubernur/walikota/bupati yang politikus. Orang-orang Kristen yang tidak mau masuk Katolik dikejar-kejar, seperti anda mengejar-ngejar pedagang asongan dan pengamen. Mereka dipukul, ditendang, hingga dimasukkan ke kandang singa, sama seperti yang anda lakukan terhadap fakir miskin dan rakyat terlantar, yang kemudian anda lemparkan ke Panti Rehabilitasi Sosial. Mungkin masih mending yang dimangsakan singa, mereka bisa mati, bisa bebas dari penderitaan. Tapi orang-orang yang dimasukkan ke Panti Rehabilitasi Sosial menikmati penderitaan disepanjang umurnya. Anda lebih jahat dari pasukan paus Vatikan, lebih-lebih untuk negara merdeka Indonesia. Zaman damai bisa lebih jahat dari zaman perang, ini aneh sekali!

Negara Jerman pernah mempunyai sejarah buruk di tahun 1933-1945, yakni di zaman pemerintahan Adolf Hitler. Hitler memerintahkan pasukannya menangkapi orang-orang Yahudi dan memasukkan ke kamp-kamp konsentrasi. Sebagian mereka dimasukkan ke kamar-kamar gas yang setiap harinya membunuh 12.000 orang. Sama seperti anda yang diperintahkan untuk menangkapi gelandangan dan pengemis yang kemudian anda masukkan ke Panti Rehabilitasi Sosial yang penghuninya melebihi daya tampungnya, sehingga mereka berdesak-desakan dan membuat pengap ruangan. Anda benar-benar kejam tak berperasaan sama sekali.

Tak lama lagi kita akan memperingati hari kemerdekaan yang ke-72 tahun. Masakan kita masih terus begini; menjajah sesama bangsa sendiri hanya oleh sebab mereka fakir miskin dan rakyat terlantar? Hanya oleh sebab upah beberapa juta, anda begitu mata gelap?!

Isi Pembukaan UUD 1945
Republik Indonesia

Pembukaan UUD 1945
"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur."

"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : 

Ketuhanan Yang Maha Esa,

kemanusiaan yang adil dan beradab,

persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,

serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."
Hasil gambar untuk gambar kemerdekaan ke-72

Tidak ada komentar:

Posting Komentar