Kamis, 27 Juli 2017

FAKTA LAIN DARI KEMEROSOTAN EKONOMI

Suara ambulans meraung-raung telah menginspirasi saya untuk mengaitkan masalah orang sakit dengan masalah ekonomi. Sebab semua penyakit yang berasal dari tubuh kita itu disebabkan oleh tekanan pikiran, kecuali penyakit yang berasal dari luar tubuh, yakni luka-luka akibat suatu kecelakaan atau perkelahian.

Sebab ketika pikiran kita tertekan oleh suatu masalah, kekebalan tubuh kita menurun sehingga penyakit mudah menyerang kita. Itulah sebabnya selain obat dan melarang makanan tertentu, dokter selalu menasehati agar kita tidak banyak pikiran.

Sekarang ini zaman modern, masyarakat kita yang berjumlah 250 juta orang telah dijaga oleh sejumlah dokter yang mencukupi dengan peralatan kedokteran yang sudah serba komputerisasi. Setiap tahun lahir dokter-dokter baru, spesialis-spesialis baru, baik lulusan dalam maupun luar negeri. Ada ribuan Puskesmas, ribuan rumahsakit negeri, ribuan rumahsakit swasta, dan ribuan klinik. Masih ditambah dengan orang-orang kaya yang berobatnya ke luar negeri. Para dokter selain berdinas di rumahsakit juga membuka praktek pribadi. Sedangkan tentang obat-obatan sekarang ini banyak obat herbal serta suplemen-suplemen sebagai pencegahan penyakit, masih ditambah dengan ilmu pengetahuan tentang kesehatan, seperti vegetarian.

Tapi kenapa setiap hari masih ada saja orang yang dilarikan dengan ambulans? Hampir setiap jam pasti ada ambulans yang lewat; "om telolet, om". Parkiran mobil dan motor selalu memadati ruang parkir rumahsakit, kamar-kamar rumahsakit penuh, tempat praktek dokter diantri pasien, apotek diantri pasien, bahkan rumahsakit-rumahsakit swasta baru terus-menerus bermunculan. Larisnya rumahsakit kayak kacang goreng, sampai-sampai "semoga lekas sembuh"-pun mahal harganya. Ada Olga Syahputra dan Julia Perez yang menghabiskan dana bermilyar-milyar untuk "semoga lekas sembuh" saja. Sekalipun nggak sembuh taripnya milyaran mereka bayar. Termasuk Novel Baswedan yang matanya kena siraman air keras, yang hingga kini masih kerasan di rumahsakit Singapura dengan biaya ditanggung negara.

Apa sih problem orang zaman ini kalau bukan soal uang? Yang boss memikirkan kemacetan usahanya di tengah-tengah banyaknya utang, kenaikan harga bahan baku dan kesulitan menggaji karyawan. Yang karyawan pusing karena ancaman PHK dan kreditan-kreditan yang melilitnya. Sopir-sopir pusing dikejar setoran. Maka bagaikan pohon di musim gugur menggugurkan daun-daunnya, demikianlah 250 juta masyarakat Indonesia berguguran satu-persatu. Ada yang menuju kursi roda, ada yang menuju stress dan ada yang menuju gila.

Bisa jadi sebagian dari kecelakaan di jalan disebabkan oleh kurangnya konsentrasi akibat beban pikiran yang berat.

Tekanan ekonomi menyebabkan sakit, sedangkan sakit menyebabkan tekanan ekonomi. Ekonomi dan sakit bagaikan orang yang berkelahi yang saling memukul. Sebab ternyata sakit itu mahal, menggerogoti perekonomian kita. Menjadi miskin, sakit, sakit, menjadi miskin.

Olga Syahputra dan Julia Perez, bertahun-tahun membanting tulang mengumpulkan uang, tapi dalam sekejap semuanya habis tak berbekas.

Lebih dari 70% Semua Penyakit Fisik disebabkan oleh pikiran !

http://klinikhipnoterapijakartabekasi.com/hipnoterapi/lebih-dari-70-semua-penyakit-fisik-disebabkan-oleh-pikiran/

Zaman sekarang kita hidup di dalam dunia yang serba cepat, kita semuanya mau cepat dan cepat. Masih ditambah lagi dengan tekanan-tekanan dalam hidup. Sehingga hal ini membuat kecenderungan stress meningkat dan membuat semakin banyaknya masalah yang timbul. Sebagai contoh: Orang tua yang terlalu menekan anaknya karena anaknya adalah anak pertama yang harus bisa membanggakan keluarga dan meningkatkan derajat orangtua, akhirnya melakukan kekerasan fisik pada anaknya dengan asumsi bahwa hidup itu keras, maka anak harus dihajar dengan keras agar dapat menghadapi hidup yang keras. Yang pada kenyataaanya justru ketika sang anak bertumbuh dewasa,malah membuat merasa tidak percaya diri, tidak nyaman bergaul dengan orang lain, menjadi temperamental , menjadi benci dengan ortunya dan lain-lain. Dan dari pengalaman bahkan menunjukkan bahwa cancer itu sebagian besar juga diakibatkan oleh kebencian atau dendam yang mendalam.
Bahkan dari hasil penelitian ditemukan bahwa  75% dari masalah penyakit fisik yang dialami manusia diakibatkan oleh masalah m ental dan emosi yang semuanya berarti adalah masalah PIKIRAN.
Anda tahu bahwa pikiran itu sangat luar biasa? Pikiran dapat membuat badan kita lemas tak berdaya ketika kita mendengar kabar buruk, pikiran juga dapat membuat badan kita menjadi bersemangat dan antusias ketika kita memikirkan impian kita yang sebentar lagi menjadi kenyataan. Pernahkah anda  dikejar anjing dan anda dapat berlari sangat cepat dari sebelumnya?
Berbagai masalah yang ada pada dalam diri kita sumbernya ada di pikiran bawah sadar kita. Kenapa? Karena pikiran bawah sadar kita merekam semua peristiwa yang kita alami sejak kita masih kecil(janin) sampai dengan masa sekarang. Secara sadar kita hanya mengingat peristiwa-peristiwa yang membekas dan sangat dalam saja. Kita lupa akan suatu peristiwa yang kemungkinan adalah akar dari masalah kita, tapi pikiran bawah sadar kita tetap menyimpannya.
Namun, sayangnya kebanyakan pengobatan sulit menjangkau sumber masalah ini, yaitu pikiran atau lebih tepatnya pikiran bawah sadar.
Anda tahu, hipnoterapi merupakan metoda yang cepat, efektif dan efisien dalam menjangkau pikiran bawah sadar,  melakukan reedukasi dan menyembuhkan pikiran yang sakit
Salam hidup lebih baik
Jimmy K Santosa, Cht-AHI

Penyakit Pikiran lebih berbahaya dari Penyakit Fisik

http://masterholistic.com/penyakit-pikiran-lebih-berbahaya-dari-penyakit-fisik/

Pikiran bermasalah

Kesan di masyarakat selama ini adalah penyakit lebih dominan dikaitkan dengan masalah kesehatan fisik, misalnya migrain, stroke, diabetes,  penyakit jantung, kanker dan lain-lain dan rela menghabiskan banyak uang untuk sekedar menjaga kesehatan dengan konsumsi multivitamin, suplemen makanan, sampai dengan pemakaian alat-alat khusus termasuk berteknologi tinggi untuk menjamin agar mereka senantiasa sehat dan jika sedang sakit, dianggap sangat penting. Seolah-olah tanpa semua itu tidak akan memberikan mereka rasa nyaman dan kepastian untuk tetap sehat atau sembuh dari penyakit fisik mereka. Padahal, yang lebih penting ternyata bukan mengamankan diri dari berbagai penyakit fisik, melainkan penyakit pikiran. Kok bisa?
Pada dasarnya hampir 80% penyakit disebabkan oleh pikiran sebab hal ikhwal terjadinya penyakit tersebut dari apa yang kita terima melalui panca indera kita yang kemudian diproses melalui otak yang meninggalkan banyak pesan negatif dalam pikiran kita, termasuk gangguan akibat pemetaan mental yang salah akibat Deletion-Distortion dan Generalization yang secara alami mempengaruhi persepsi kita terhadap dunia luar dan diri kita sendiri. Misalnya :
  • Dari pengalaman masa lalu ketika kita mengalami tekanan psikis dari pihak lain yang kebetulan berasal dari latar belakang tertentu yang berbeda dengan kita, maka apa yang terekam dalam pikiran kita tersebut menjadi referensi internal dari peta mental kita sehingga terjadi pola generalisasi saat menghadapi situasi dan kondisi serupa yang melibatkan orang dari latar belakang yang sama dengan sebelumnya. Generalisasi ini jelas tidak memberdayakan bahkan membuat stress berkepanjangan yang bisa mengakibatkan trauma dan penyakit psikosomatis, yakni penyakit yang berawal mula dari masalah psikologis dan akhirnya merambat menjadi masalah atau gangguan kesehatan fisik.
  • Dari apa yang dirasakan, misalnya seseorang yang dominan memiliki kepribadian melankolis, ditambah dengan berbagai cerita, film dan berbagai berita yang menyedihkan, memilukan hati, menakutkan dan sebagainya, mengakibatkn berbagai gangguan pada penyakit fisik misalnya jantung, paru-paru, liver dan sebagainya. Hal ini terjadi karena pikiran kita memposisikan diri secara keliru terhadap pemicu masalah yang menimpa kita.
  • Bagi orang yang temperamen, atau mengalami gangguan psikologis lainnya, seringkali setiap kejadian yang menempatkannya pada posisi yang tidak nyaman akan menimbulkan kekesalan dan amarah, sebuah ledakan emosi yang buruk bagi kesehatan.  Syaraf dan otot menjadi kaku atau tegang, dada terasa sesak, nafas pendek-pendek bahkan tidak jarang menguras energi tubuh sehingga muncul stress dan depresi yang mengakibatkan terganggunya organ atau bagian tubuh mulai dari sakit kepala, paru-paru, jantung, lambung, sulit BAB, dan sebagainya karena peredaran darah terganggu, oksigen tidak dapat diserah darah dan diangkut ke seluruh tubuh dengan baik mengakibatkan banyak ‘sumbatan’ atau blok-blok energi yang menyebabkan berbagai penyakit tersebut.
Masih banyak contoh lain dimana penyakit fisik banyak dipengaruhi dari masalah pada pikiran kita. Oleh sebab itu, sekarang selayaknya kita mulai sekarang menerapkan pola pikir yang sehat dan memberdayakan, misalnya:
  • membuang prasangka buruk (su’udzon atau negative thinking) terhadap orang lain
  • memberikan kesempatan pikiran kita berkembang dengan mengikuti berbagai pelatihan pemberdayaan diri
  • meningkatkan relaksasi pikiran melalui program meditasi dan self-hypnosis yang memberdayakan diri kita
  • meningkatkan introspeksi terutama atas apa yang telah kita pikirkan, ucapkan maupun perbuat setiap hari agar kita melihat mana yang kurang pas, yang keliru dan akhirnya membuat kita memiliki pandangan buruk dan menimbulkan masalah psikologis dalam diri kita
  • menjaga keselarasan antara pikiran, peningkatan spiritualitas dan pola hidup sehat dan seimbang
Semoga artikel ini dapat membantu kita menyelesaikan banyak masalah terutama dalam memperbaiki pola pikir kita yang akan banyak mempengaruhi kesehatan psikologis dan fisik tentunya.

1 komentar:

  1. terimakasih informasinya... ijin share juga gan jangan lupa kunjungi
    http://idblackwalet.com/

    BalasHapus