Kamis, 20 Juli 2017

DOSA JOKOWI DARI AWALNYA

EKONOMI LESU! Lihat! Saya bukan mengajak anda melihat setan yang tidak kelihatan mata, tapi melihat sesuatu yang ada di sekitar kita yang dengan mudah sekali untuk kita lihat. Satpol PP dengan bangga menyebutkan telah menangkap ribuan gelandangan, pengemis dan pengamen, hingga Panti Rehabilitasi Sosial kelebihan kapasitas. Itu berita Satpol PP di seluruh kota di Indonesia ini. Namun koran di seluruh kota juga memberitakan tentang membludaknya para gelandangan dan pengamen. Jadi, lihat saja di kota anda apakah anda menyaksikan banyaknya gelandangan dan pengamen?

Dari mana mereka itu jika tidak mungkin dilahirkan dalam waktu semalam? Orang-orang gila baru dan orang-orang stress baru. Saya bedakan antara orang gila dengan orang stress, antara orang baru dengan orang lama. Itu banyak sekali! Hampir setiap hari ada saja yang baru. Barusan saya ketemu dengan seorang ibu, perawakan agak gemuk, pakaian masih bersih, membawa 2 tas kresek berat, berjalan ke sana ke mari menawarkan jasanya memijat dengan bayaran suka-suka kita. "Pijat, pak, murah, pak, sepuluh ribu saja setengah jam." Saya bilang saya nggak biasa pijat, ibu itu menurunkan taripnya: "Jika bapak tak ada sepuluh ribu, lima ribu juga nggak apa." Dengan hati hancur saya serahkan uang jatah ke warnet malam ini, Rp. 20.000,- Saya pikir hari ini saya libur ke warnet. Tapi TUHAN tidak ijinkan saya libur menulis, TUHAN membuat saya menemukan uang Rp. 50.000,- Puji TUHAN YESHUA!

Bagaimana dengan pemulung? Wouh, justru para pemulung baru inilah yang lebih besar, terlihat dari pakaian dan karungnya yang masih bersih, serta masih mengenakan sepatu. Bahkan banyak juga orang-orang China yang sampai memulung. Saya lihat mereka memulung bapak-anak berboncengan motor butut, mengorek-ngorek tong sampah. Uuh, sedih sekali hati ini. Padahal banyak saingannya sehingga hasilnya sedikit sekali, masih ditambah dengan larangan-larangan memulung di pasar-pasar atau di kampung-kampung: "Pemulung dilarang masuk!" Keren sekali kampung yang menuliskan kata-kata itu, ya?! Saya bergumam geram: "Bukan pemulung yang akan masuk ke kampungmu, tapi penyakit atau perampok atau celaka di jalan."

Anak-anak pada lulus sekolahan. Ke mana saja mereka? Pengangguran lama belum habis sudah ditambahi dari korban PHK dan para lulusan sekolah. Jumlah pengangguran di Indonesia 7,5 juta orang. Apakah angka itu valid? Saya tak yakin sedikitpun!

Sekarang coba lihat pada mobil-mobil angkutan umum dan tanyailah para sopirnya, seperti apakah sulitnya mencari penumpang sekarang ini? Orang-orang yang berdiri di jalan saja nggak ada, apalagi menumpang mobilnya?! Kalau ada orang yang berdiri di jalan, pastikan bahwa itu saya. Yah, tinggal saya saja yang belum mampu membeli motor. Bagaimana dengan toko-toko dan warung-warung di sekitar rumahmu? Saya yakin hanya Alfamart dan Indomart saja yang dijubeli pembeli. Penghasilan tukang parkirnya saja paling sepi Rp. 200.000,- perhari.

Kalau ada toko yang diantri pembeli saat ini yang saya lihat adalah toko sparepart motor dan grosir Sembako. Selain itu tak ada toko yang sampai diantri pembeli.

Dan kondisi lalulintas jalan raya yang selalu padat setidaknya menyiratkan ke mana dan kepada siapa pemerintah berpihak, jika becak disingkirkan dari Jakarta dan di berbagai kota besar dilarang melewati jalan protokol, maka untuk siapakah pemerintah membangun jalan-jalan? Bahkan untuk masuk ke jalan toll harus membayar mahal, maka jelas becak dan motor tidak mampu lewat jalan toll yang mulus itu. Itu bukan jalan untuk fakir miskin. Fakir miskin jalannya di trotoar saja, yang licin, yang sering membuat orang jatuh, yang tidak rata, yang membuat orang tersandung.

Alasannya untuk mengurangi kemacetan. Tapi mengapa becak yang dipersalahkan? Mengapa becak tidak boleh ikut serta dalam kemacetan itu? Mengapa hanya orang-orang kaya saja yang dibangunkan jalan yang mulus-mulus, sampai membengkakkan utang negara? Memangnya tukang becak bukan termasuk rakyat Indonesia, sehingga rakyat dibeda-bedakan dari profesinya, dari mata pencariannya?! Tapi giliran masa kampanye pemilihan umum, mengapa para calon pejabat itu ramai-ramai mendatangi tukang becak, becaknya dirias indah, tukang becaknya dikasih duit. Dan ketika menang pemilihan, saat pelantikannya naik becak, seolah-olah sayang sama tukang becak.

Dasar badut!

Jokowi Sendiri Yang Memukul Daya Beli Masyarakat

http://ekbis.rmol.co/read/2017/07/15/299171/Jokowi-Sendiri-Yang-Memukul-Daya-Beli-Masyarakat-

RMOL. Laporan Bank Dunia menyatakan bahwa Indonesia menghadapi dua masalah yang serius dan sulit ditemukan jalan keluarnya. Yaitu, inflasi yang tinggi dan daya beli masyarakat yang turun.

Padahal, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi. Konsumsi menyumbang 53 persen PDB. Kalau daya beli jatuh maka otomatis pajak jatuh.

"Siapa yang memukul daya beli masyarakat ? Jokowi sendiri. Pertama, Presiden dengan tanpa ragu ragu dan penuh keberanian menaikkan harga bahan bakar minyak tepat di awal pemerintahanya," kata analis ekonomi, Salamuddin Daeng, lewat pesan elektronik.

Menurut dia, itu adalah tindakan super konyol karena pada saat itu harga minyak mentah sedang jatuh. Justru negara-negara lain menggunakan kesempatan itu untuk menekan biaya produksi, menekan harga, sekaligus mengangkat daya beli yang tengah jatuh, yang merupakan masalah ekonomi yang dihadapi oleh sebagian besar negara.

"Lebih dungu lagi pemerintah menaikkan harga listrik hampir setiap bulan sementara harga energi primer jatuh. Kebijakan ini telah memukul daya beli dan sekaligus melipatgandakan inflasi yang terus ditutup-tutupi dengan manipulasi statistik," jelasnya.

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang terjadi sekarang hanya ditopang oleh tambahan utang pemerintah yang bernilai lebih dari Rp 1000 triliun dalam 2,5 tahun terakhir, dan kemungkinan Rp 1500 triliun dalam 3 tahun anggaran. Sandaran ekonomi pada utang tidak akan berdampak pada penerimaan pajak uang yang berarti. Pada tahap selanjutnya utang akan menjadi beban fiskal.

Sementara, utang tidak digunakan sebagai belanja dalam kegiatan yang menciptakan multiplier effect terhadap ekonomi dalam negeri. Utang sebagian besar digunakan untuk membeli barang-barang impor yang menciptakan dampak berganda bagi keuntungan bagi negara lain.

Jadi, ambruknya penerimaan pemerintah sekarang yang menimbulkan defisit hingga 2,92 persen PDB, dugaan saya lebih dari 3 persen PDB, adalah karena ulah pemerintah sendiri, yakni membongi rakyat dan menipu diri sendiri setiap hari. Kalau mau keadaan membaik cobalah bersikap jujur dan jangan suka menipu," kata Salamuddin.

Cara pemerintah dalam menggunakan anggaran pun membabi buta seakan menganggap anggarannya masih besar. Padahal, akan timpang jika dibandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya dengan penerimaan pajak Rp 1000 triliun dengan nilai tukar rupiah terhadap USD rata-rata Rp 8000. Sekarang, penerimaan pajak hanya berkisar Rp 1000 triliun sampai Rp 1100 triliun, tetapi kurs Rp 13500/USD. Dengan demikian, kualitas anggaran pemerintahan Jokowi menurun hampir separuh.

"Anggaran Jokowi berdasarkan selisih kurs tersebut secara riil hanya 60 persen dari anggaran yang dimiliki pemerintahan sebelumnya. Bagaimana mungkin pemerintahan ini dengan gagah berani membangun infrastruktur dengan menyandarkan pada bahan baku dan barang modal impor," terangnya.

Cara semacam itu, pungkas Salamuddin, hanya akan menguntungkan penerimaan pajak di negara lain yang menjadikan Indonesia sebagai pasar. Haluan ekonomi semacam ini akan menyebabkan defisit anggaran tahun 2018 semakin parah. [ald]

Faisal Basri: Jokowi Terlalu Memanjakan Kelas Menengah, Abaikan Petani

http://ekbis.rmol.co/read/2017/03/14/283721/Faisal-Basri:-Jokowi-Terlalu-Memanjakan-Kelas-Menengah,-Abaikan-Petani-

RMOL. Indonesia memiliki 78 persen orang miskin yang mayoritas tinggal di desa dan bertani.

Di masa kini, nilai tukar petani (NTP) terus melorot hingga Februari 2017. Akibatnya, buruh tani dan juga petani gurem hidup miskin jauh dari kesejahteraan.

"Pemerintah ini ngomongnya selangit. Ada duit 70 triliun, tapi petani sengsara semua. Ini duit jangan-jangan buat dibagi-bagi orang tertentu saja," cetus pengamat ekonomi politik, Faisal Basri di Forum Diskusi Ekonomi Politik, Menteng, Jakarta, Selasa, (14/3).

Petani Indonesia juga memiliki upah paling rendah dengan jam kerja tertinggi, peringkat tiga di dunia. 

"Jam kerjanya berat, tapi dapetnya sedikit. Makanya biasanya nyari lagi kerja sampingan," imbuhnya.

Salah satu bukti kesejahteraan petani menurun, menurut Faisal, bisa dilihat dari penjualan motor terus menurun selama dua tahun terakhir. Sementara, penjualan mobil naik. 

Faisal menilai pemerintah terlalu memanjakan kaum menengah dengan membangun infrastruktur bagi mobilitas kaum menengah ke atas. Sementara, sektor pertanian tidak dibangun agar petani tersejahterakan. 

"Kelas menengah ini dimanja Jokowi. Bangun MRT, bangun tol buat mudik. Yang dipikirin mudik, bukan menyelesaikan persoalan petani yang gak selesai hanya dengan dibagi bibit gratis," kritiknya.[wid]

Jembatan Layang Simpang Susun Semanggi

1 komentar:

  1. DULUNYA AKU TIDAK PERCAYA SAMA BANTUAN DARI
    PERAMAL TOGEL,TAPI SEKARANG AKU SUDAH PERCAYA
    KARENA SAYA SUDA MEMBUKTIKA SENDIRI.KARNA ANGKA
    YG DIBERIKAN 4D ( 8939 )BENAR2 TEMBUS 100% ALHAMBUHLILLAH
    DPT 670.JUTA.DAN SAYA SELAKU PEMAIN TOGEL,DAN KEPERCAYAAN
    ITU ADALAH SUATU KEMENANGAN DAN SAAT SKRAG SY TEMUKAN
    ORANG YG BISA MENGELUARKAN ANGKA2 GAIB YAITU AKI atau kilk di SIINI BOCORAN TOGEL HRI INI 2D 3D 4D 5D 6D MANGKUBONO
    JIKA ANDA YAKIN DAN PERCAYA NAMANYA ANGKA GOIB ANDA BISA
    HUBUNGI LANSUNG AKI. DI NOMOR INI [[[ 085 203 333 887 ]]] SAYA
    SUDAH BUKTIKAN SENDIRI ANGKA GOIBNYA DEMI KEYAKINAN ANDA DisiniII SEMOGA ANDA BISA SEPERTI SAYA SEKELUARGA. BELI RUMAH πŸ†—πŸ†—πŸ†—πŸ•πŸ•πŸ•πŸ•πŸ•πŸ’°ARTIKEL INI SANGAT MEMBANTU GAN..
    SILAHKAN MAMPIR


    BalasHapus