Minggu, 27 November 2016

MEMBUKTIKAN ISA ITU TUHAN

Ada pertanyaan dari seorang anggota FPI:

1. Jika Yesus itu Tuhan, mengapa ciptaannya lebih dahulu ada daripada Tuhannya?

Tentu maksud anda adalah tentang Yesus yang dilahirkan oleh Maria, bukan?! Baiklah, kita periksa keterangannya dari Al Qur'an;

QS. 19:17    maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Siapakah "ia?" Kalau kita baca ayat sebelumnya yang diceritakan adalah tentang Maria. Jadi, Maria itu mengadakan tabir yang melindungi-"nya", Janin nabi ISA, dari mereka. Siapa mereka? Anggap saja mereka itu adalah orang-orang biasa, yaitu orang-orang berdosa. Dengan kata lain hal kelahiran nabi ISA itu spesial, berbeda dengan kelahiran bayi-bayi yang lainnya. Bahannya berbeda dari manusia lainnya. Setelah terbentuk Janin, lalu Awloh mengutus ROH KUDUS ke dalam diri nabi ISA, sehingga nabi ISA itu menjadi Orang yang kudus.

"Maka ia menjelma di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna." Siapakah "ia?" Jelas nabi ISA sebelum menjelma menjadi manusia yang sempurna. Menjelma di hadapannya. Siapakah "nya?" Harusnya "nya" itu huruf besar: "NYA", karena menunjuk ke TUHAN yang mengutus ROH KUDUS itu. Tidak mungkin "nya" itu menunjuk ke Maria, sebab ada kata-kata: "di hadapan."

Jadi, ayat di atas menjelaskan bahwa nabi ISA sebelum dilahirkan itu adalah "Sesuatu", entah TUHAN, entah malaikat, entah bidadari, entah Alien. Yang jelas sebelum menjadi manusia yang sempurna adalah "Sesuatu."

Pertanyaan anda mengaitkan nabi ISA dengan ciptaan. Karena itu QS. 19:17 di atas cukup menjelaskan bahwa sebelum menjelma menjadi manusia, ISA al MASIH lebih dahulu menciptakan alam semesta. Baru setelah itu turun ke dunia menjadi manusia yang sempurna. Sekarang kita lihat keterangan dari Injil;

Yohanes 1:10

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
1:11Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Sang Pencipta alam semesta itu kini telah turun ke dunia, tapi dunia tidak mengenaliNYA. IA datang ke umat milikNYA sendiri, tapi umat milikNYA itu menolakNYA.

Anda itu milik YESHUA ha MASHIA, tapi anda tidak mengenaliNYA. Apa sebab? Sebab anda bukan Ario Kiswinar. Kalau Ario Kiswinar bisa mengenali Mario Teguh sebagai bapaknya, sebab ketika kecil sempat ketemu dan hidup bersama-sama. Tapi anda sejak lahir sudah di keluarga Islam, maka sulit sekali bagi anda untuk mengenali YESHUA sebagai Pencipta anda.

Jika anda bukan Ario Kiswinar, YESHUA juga bukan Mario Teguh yang asing dengan anak kandungnya sendiri. YESHUA menyapa dan memanggil anda: "Hai, temannya habib Rizieq Shihab, kamu adalah anakKU." Kamu itu anaknya YESHUA ha MASHIA. Apakah anda mau tes DNA untuk membuktikan bahwa anda itu darah-dagingnya YESHUA ha MASHIA?

Baik, kita tes DNA ke pertanyaan anda yang ke-2;

2. Buktikan bahwa Yesus itu Tuhan;

Gampang, tapi itu di penutupannya saja. Saya hanya mau katakan bahwa orang itu yang terpenting adalah kedudukannya, bukan namanya. Sekalipun namanya: Ahok, yang ditolak oleh FPI, namun dia memiliki kedudukan yang sah sebagai gubernur, maka anda mau apa dan anda bisa apakah?! Untung saja Ahok tidak arogan, sehingga orang-orang berdemo menggugat dan memaki-makinya dia biarkan saja. Seandainya Ahok arogan lalu dia mengandalkan polisi dan tentara untuk menembak anda, seperti presiden Soeharto di zaman orde baru, apakah anda bisa mengalahkannya?

Pergilah ke klenteng-klenteng. Coba lihatlah, sebuah patung saja disembah-sembah ribuan orang. Padahal hanya kayu atau batu yang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi karena "jabatannya" adalah nabi atau dewa, maka semua orang menyembah-nyembahnya. Bandingkan dengan presiden Jokowi yang dikawal Paspampres. Sekalipun dikawal dengan Paspampres, siapa yang menyembah-nyembah dia seperti patung-patung di klenteng? Nggak ada! Sebab kalah jabatan. Coba seandainya jabatan Jokowi itu raja, seperti sultan Hamengkubuwono di Yogyakarta, di zaman dulu, disembah-sembah orang.

Jadi, orang itu yang penting adalah posisi atau kedudukannya.

Muhammad, bagi anda adalah nabi pembawa petunjuk. Bagus itu, sebab kalau anda ke suatu kota yang asing, yang tidak ada papan petunjuk arahnya, anda bisa kesasar-kesasar jauh. Tapi apakah petunjuk yang diberikan oleh nabi Muhammad?


Shahih al-Bukhari kitab ar-riqaq bab al-qashd wal-mudawamah ‘alal-’amal no. 6463, 6464, 6467:
“Tepatlah kalian, mendekatlah, dan bergembiralah, karena sesungguhnya amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” Para shahabat bertanya: “Termasuk juga anda wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya, termasuk juga saya, kecuali jika Allah menganugerahkan ampunan dan rahmat kepadaku.”

Di Hadist itu Muhammad mengakui dirinya membutuhkan pengampunan dan rahmat Awloh. Artinya, Muhammad hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan. Tapi di QS. 19:17 yang kita bahas tadi, nabi ISA dikatakan sebagai manusia yang sempurna. Muhammad manusia biasa, ISA Manusia luarbiasa. Ada martabak biasa, ada martabak istimewa, anda pilih yang mana?

Memang, martabak biasapun banyak pembelinya. Tapi kenapa orang membeli martabak biasa? Sebab uang mereka pas-pasan. Mereka hanya kuli-kuli bangunan, bukan boss yang uangnya tebal. Karena itu mereka membeli martabak biasa. Bukankah begitu kalau kita melihat orang-orang China, Jepang, Korea, dan Taiwan, yang sampai menyembah-nyembah patung?! Sebab akal pikiran mereka pas-pasan. Mereka tak memiliki hikmat untuk melihat nabi ISA yang sempurna. Mereka tak memiliki dan tak pernah membaca Al Qur'an. Coba seandainya mereka sempat membaca Al Qur'an, dan membaca QS. 19:17 di atas, kira-kira apa yang terjadi?!

Anda, kaum Muslim, anda beruntung mempunyai nabi Muhammad dan Al Qur'an, sehingga anda tahu kalau nabi ISA itu Manusia yang sempurna. Ibarat buah pisang, setelah kelihatan buahnya, kita makan buahnya, kita buang kulitnya. Dari Muhammad bisa diambil petunjuk-petunjuknya yang bermanfaat, seperti usus kita yang mencerna makanan, memisahkan antara sari-sari dengan ampasnya. Mengapa, tidak?!

Satu ayat saja sebenarnya sudah sangat dahsyat bagi orang yang cerdas. Tapi saya harus membimbing juga orang-orang yang kurang cerdas, sehingga saya perlu mengetengahkan seluruh ayat, supaya semakin terang benderang.

Habib Rizieq Shihab saja memberikan gelar: MASIH, kepada ISA. "MASIH" dari bahasa Ibraninya: "MASHIA", yang artinya: JURUSELAMAT. Bahwa nabi ISA itu Tukang atau Ahlinya menyelamatkan orang, seperti tim SAR - Search And Rescue, yang jika ada bencana-bencana merekalah yang ahli

menolong orang. Tapi kepada Muhammad diberinya gelar SAW - Shalallaahu 'Alayhi Wasallam, yang artinya "semoga diselamatkan."

Jadi, kalau ada bencana alam jangan keliru menelepon ke pasien rumahsakit, tapi teleponlah ke Tim SAR. Masakan pasien rumahsakit anda mintai tolong?!

QS. 3:45   (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

Terkemuka di dunia dan di akherat? Orang-orang di akherat atau di sorga saja menyembah-nyembahNYA. Masakan kita yang di bumi ini memusuhiNYA? Apakah perkataan Muhammad itu didukung Alkitab, baiklah kita lihat;

Wahyu 5:13

Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
5:14Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.

Makhluk-makhluk sorgawi menyembah ISA al MASIH, sementara habib Rizieq Shihab mengajak anda membakari gereja, mana yang akan anda ikuti? Masakan anda mengikuti kumpulan penjarah toko-toko dan pemerkosa di kesempatan kerusuhan? Masakan anda lebih memilih bergabung ke ISIS Suriah?

QS. 19:21   Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".

Di atas telah kita baca Muhammad yang membutuhkan ampunan dan rahmat. Kini QS. 19:21 menawarkan ISA al MASIH sebagai rahmat dari Awloh. Nah, kalau Muhammad lapar, lalu Awloh memberikan sepiring nasi soto ayam, di makan, nggak?! Pasti dimakan dengan lahap, bukan?! Karena itu yakinlah bahwa Muhammad itu Kristen, pengikut ISA al MASIH, sebagaimana ayat ini;


Hadits Shahih Bukhari 1501  "Saya lebih dekat dengan Isa anak Maryam didunia dan diakhirat".

Muhammad itu lebih dekat ke ISA al MASIH daripada ke habib Rizieq Shihab. Itu fakta yang dituliskan di Al Qur'an dan Hadist. Bukan habib Rizieq Shihab yang disebutkan, tapi ISA al MASIH. Bukan pula AA. Gymnastiar, bukan Amien Rais, bukan Din Syamsuddin, bukan Gus Dur dan bukan Zainuddin MZ.

QS. 19:33    Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".

Coba, siapakah di antara bangsa Arab atau orang Islam, baik yang di Aceh, di Indonesia, di Iran, di Irak, di Mesir, dan lain-lainnya yang mati dibangkitkan? Betapa jauhnya antara ISA al MASIH dengan Muhammad yang masih tergeletak di makamnya? Betapa lebih jauhnya dengan semua orang Islam yang ada di dunia ini?
Debu semuanya!

Apakah salah jika saya menjadi pengikut ISA al MASIH yang hidup? Apa kata dunia jika saya menjadi pengikut orang mati?! Lalu, apa bedanya dengan para penyembah patung-patung, jika saya memilih jenazah?!

QS. 3:55     (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

Hingga hari kiamat Awloh meninggikan nabi ISA dan para pengikutNYA. Tapi, kini belum sampai kiamat kaum Muslim sudah merendahkan orang-orang Kristen dan mempersamakannya dengan orang kafir. Padahal menurut ayat itu Ahok bukanlah termasuk orang kafir. Ahok itu di atas orang kafir. Mengapa anda hendak memenjarakannya?!


Buku AL BUKHARI, jilid 4, hal. 205:
“MUHAMMED berkata: Dengan nama Allah yang memelihara jiwaku, sesungguhnya  YESUS  anak Maryam akan segera datang sebagai HAKIM yang benar.”

Di ruang sidang pengadilan tak ada orang yang menyebut hakim dengan: "pak hakim", tapi: "Yang mulia", suatu sebutan yang sangat menghormat seperti untuk raja. Tak ada orang yang berani gegabah atau sembarangan di depan hakim. Sebab dialah yang memegang kuasa untuk membebaskan atau memenjarakan orang. Nah, apa kata Alkitab?

Yesaya 9:6

(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:7(9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Jika TUHAN anda artikan sebagai Awloh; dengan kedudukan ISA al MASIH yang seperti itu, perlukah DIA menjadi Awloh? Jika patung saja disembah-sembah, perlukah patung itu dikasih nyawa? Nggak perlu! Orang-orang Buddha nggak perlu orang yang hidup. Patung-patung saja sudah besar sekali artinya bagi mereka. Jika martabak biasa saja sudah bisa mengenyangkan perut, buat apa martabak yang istimewa?

Kedudukan nabi ISA sebagai Seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat dan sebagai al MASIH, sudah cukup untuk keselamatan kita, maka buat apa ISA menjadi TUHAN? Karena itu saya tak perlu membuktikan ISA itu TUHAN, sebab semua posisi yang saya paparkan di atas sudah mencukupi kebutuhan kita.

Tapi karena sudah berjanji untuk menunjukkan ayat KETUHANANNYA dari Al Qur'an, maka inilah ayat KETUHANANNYA menurut Al Qur'an;

QS. 70:40   Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

"AKU" tidak mungkin Jibril, juga tidak mungkin Muhammad. Sebab Jibril dan Muhammad tidak sederajat dengan Awloh yang Mahakuasa, yang disatukan dengan: "KAMI." Jadi, menurut Al Qur'an ada TUHAN yang selain Awloh. Nah, siapakah DIA, silahkan anda terka sendiri.

Hasil gambar untuk gambar menyembah patung di klenteng

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar