Senin, 28 November 2016

MELAWAN TRINITAS SARAPANPAGI.ORG

Link Trinitas dari sarapanpagi.org:



Menurut sarapanpagi.org, pencipta istilah Trinitas adalah Tertulianus, seorang bapa gereja yang hidup antara 155-230 Tarikh Masehi. Menurut Alkitab kita tidak boleh asal mempercayai perkataan orang, siapapun dia dan apapun kedudukan atau kehebatannya.

>> Kita tidak boleh menutup telinga terhadap pekabaran orang;

1Tes. 5:19Janganlah padamkan Roh,

>> Kita harus menyeleksi atau menyaring perkataan orang;

1Tes. 5:21Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

>> Jangan mempercayai dongeng;

1Tim. 4:7Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

Semua cerita atau perkataan yang di luar Alkitab adalah bukan kebenaran. Dan semua yang tidak benar adalah dongeng!

>> Kristen pedomannya adalah Alkitab!

Galatia 1:8Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

ELOHIM YAHWEH itu lebih hebat dari Tertulianus, dan Alkitab itu lebih hebat dari semua tulisan Tertulianus. Jika Tertulianus hanya bapa gereja, YAHWEH BAPA bagi semua yang hidup. Jangan dibalik seolah-olah Tertulianus itu gurunya YAHWEH. Tertulianus-lah yang perlu diajar oleh ELOHIM YAHWEH, dan semua tulisannya harus masuk ke dalam konsep Alkitab. Semua orang yang mau benar harus seumpama keretaapi yang ditumpangkan ke atas rel Alkitab. Ke luar rel pasti terguling!

Menurut sarapanpagi.org, Trinitas itu adalah tiga pribadi dalam satu hakekat/substansi. Satu hakekat itu adalah Allah. Itulah pada mulanya, Allah yang esa. Lalu keluarlah dari diriNya itu Yesus dan Roh Kudus, sebagaimana kata Alkitab bahwa Yesus dan Roh Kudus itu keluar dari diri Allah;

Yoh. 8:42Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Yoh. 15:26Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Karena keluar dari Allah, maka Yesus dan Roh Kudus itu Allah. Mungkin seperti anak kucing adalah kucing, anak tikus adalah tikus, anak orang adalah orang, demikianlah anak Allah adalah Allah, sekalipun bukan dari hubungan biologis. Jadi, Allah adalah satu tapi mempunyai tiga pribadi: Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Jika seperti itu gambarannya, maka Allah adalah jenis makhluk yang berkembang biak menjadi Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Dan karena masing-masing merupakan pribadi yang memiliki karakter yang berbeda, maka gagallah Allah yang esa, sebab 3 ekor tikus adalah tiga ekor tikus, tidak mungkin tiga ekor kita sebut satu ekor. Tiga Allah, ya tiga Allah, bukan esa.

Pada mulanya adalah seekor tikus betina yang sedang hamil tua. Esok harinya tikus itu melahirkan dua ekor yang diberi nama Edi dan Eko. Maka berapa ekor tikuskah sekarang? Pada mulanya adalah Allah, lalu bermunculanlah Yesus dan Roh Kudus. Maka berapa Allahkah sekarang?

Ketika melihat Allah yang tua, kita berkata: "Itu Allah Bapa." Ketika melihat Allah yang muda, kita berkata: "Itu Allah Anak." Dan ketika melihat Roh Kudus, kita berkata: "Itu Allah Roh Kudus." Masakan itu satu Allah? Masakan itu Allah yang esa? Itu bisa satu jika ketika menjadi Bapa, Anak dan Roh Kudusnya hilang. Atau, ketika menjadi Anak, Bapa dan Roh Kudusnya hilang. Dan ketika menjadi Roh Kudus, Bapa dan Anaknya hilang. Sama seperti saya, ketika di warnet saya adalah penginjil, ketika di rumah saya adalah bapak, dan ketika di kampung saya adalah pak RT. Tapi apakah namanya jika saya memiliki tiga kepribadian seperti itu? Sandiwara atau artis yang sedang bermain sinetron.

Kalau saya memang perlu memiliki tiga kepribadian seperti itu, sebab saya hidup di tiga alam yang berbeda. Tapi ELOHIM YAHWEH yang ketika menjadi Anak disebut Allah yang menjadi manusia, buat apa disebut Anak, jika Anak itu ya Bapa dan ya Roh Kudus? Apa untungnya ELOHIM YAHWEH membikin cerita yang ruwet seperti itu? Di mana kebenarannya jika cerita itu bertele-tele, tidak praktis dan tidak sederhana?!

>> Disebut Allah yang menjadi manusia: mengapa disebut juga Anak Allah? 'Kan sudah disebut Allah?!

>> Disebut Imanuel - Allah yang ada di antara manusia: mengapa disebut juga Anak Allah? 'Kan sudah disebut Allah?!

>> Namanya YESHUA, artinya: Allah yang menyelamatkan: mengapa disebut juga Anak Allah? 'Kan sudah disebut Allah?!

Sebutan-sebutan: "Allah yang menjadi manusia", "Imanuel" dan "YESHUA" itu menjadi berarti apabila YESHUA itu bukan YAHWEH. Semua sebutan itu hanya sebutan atau nama doank, barulah memiliki arti yang penting jika YESHUA itu bukan YAHWEH.

Nama orang: "Slamet", artinya adalah selamat, tapi mati kecelakaan. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. Nama orang: "Joko", artinya adalah perjaka, tapi kawin. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. Nama orang: "Untung", artinya adalah beruntung, tapi perusahaannya bangkrut. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. Nama orang: "Urip", artinya hidup, tapi mati. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. Begitu pula dengan nama: "YESHUA" yang artinya YAHWEH yang menyelamatkan, padahal YESHUA mati disalibkan. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. "IMANUEL", artinya YAHWEH di antara manusia. Padahal Alkitab menyatakan kalau manusia ketemu YAHWEH pasti mati;

Kel. 33:20Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."

Tapi orang ketemu YESHUA masih tetap hidup, malah YESHUA yang mati disalibkan oleh manusia. Itu masuk akal sebab hanya nama saja. "Allah yang menjadi manusia" itu bukan perkataan Alkitab. Yang Alkitab katakan adalah "Firman itu menjadi manusia." Bukan "Allah yang menjadi manusia."

Sekarang tentang saya yang memiliki tiga pribadi: penginjil, ayah dan pak RT. Bukankah YAHWEH sendiri juga memiliki Kepribadian yang banyak? DIA Pencipta tapi juga Pembinasa. DIA Penghukum tapi juga Penyelamat. DIA Pengasih tapi juga Pembenci. DIA ELOHIM tapi juga BAPA. Demikian pula dengan YESHUA; DIA ANAK YAHWEH tapi juga Anak Manusia. DIA Mahakudus tapi juga menjadi kutuk. DIA JURUSELAMAT tapi DIA juga berkuasa menghukum.

Dan jika YESHUA itu YAHWEH, mengapa diperhitungkan akan berhasil, yang mengartikan adanya kemungkinan gagal? Mengapa disebut taat yang mengartikan adanya kemungkinan tidak taat? Mengapa disebut setia yang mengartikan adanya kemungkinan tidak setia? Mengapa disebut semakin ditinggikan atau dimuliakan yang mengartikan adanya kemungkinan menjadi hina dan rendah?! Mengapa disebut layak menerima kehormatan yang mengartikan adanya kemungkinan tidak layak dihormati?!

Wahyu 5:9Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

Sarapanpagi.org mengutip Yohanes 1:1; Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Lalu itu diartikannya: "Firman Allah itu selalu bersama-sama dengan Allah,

artinya berada di dalam kodrat dan hakekat Allah sendiri." 

Jika satu mengapa dikatakan "bersama-sama dengan ....." Sejak kapan saya harus menerangkan bahwa mulut saya itu bersama-sama dengan kepala saya, atau kepala saya itu selalu bersama-sama dengan saya, atau perkataan saya itu bersama-sama dengan saya? Tangan saya bersama-sama saya, kaki saya bersama-sama saya. Bahasa model apa bertele-tele seperti itu? Adakah bahasa Alkitab yang disebut Firman TUHAN, sedangkan TUHAN sendiri dipercayai sebagai Pencipta bahasa-bahasa, masakan bahasa Alkitab bisa seburuk dan serendah itu?

Umumnya, kata: "bersama" itu adalah tentang jumlah yang lebih dari satu. Dan Alkitab LAI yang Terjemahan Lama, terbitan tahun 1958 bunyinya seperti ini: "Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah." Ada kata-kata: "bersama-sama dengan Allah" juga ada keterangan yang menguatkan bahwa "Firman itu juga Allah." Dan "Allah" adalah gelar, bukan nama. LAI mengganti nama YAHWEH menjadi TUHAN, sedangkan Allah dari kata: ELOHIM, yang artinya Sesembahan. 

"FIRMAN itu juga ELOHIM" menyatakan bahwa ada dua ELOHIM;

1Ptr. 3:22yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

Lebih lanjut sarapanpagi.org menerangkan bahwa Yesus itu suara Allah, sedangkan Roh Kudus itu yang menghidupkan Allah;

"Karena Firman-Nya Allah, yaitu Ilmu-Nya Allah atau Akal-Budi Allah itu pasti dikandung dalam Dzat Hakekat Allah sendiri, berarti jika itu dinyatakan atau diucapkan keluar dari Allah, maka seolah-olah dilahirkan sebagai Anak dari Pikiran Allah tadi, padahal keluar-Nya dari Allah itu tanpa awal maupun akhir secara kekal. Itulah sebabnya Firman Allah disebut Anak Allah yang kekal. Meskipun Allah itu secara biologis tak beranak maupun diperanakkan. Ini disebabkan, karena Allah sebagai asal-usul dan tempat beradanya Firman itu disebut Bapa. Sedangkan Roh Allah - yaitu prinsip kehidupan dan kuasa Allah - yang ada di dalam hakekat Allah yang satu bersama Firman itu disebut Roh Kudus."

Kalau Yesus itu suara Allah, berarti ketika Yesus dilahirkan Maria, Allah sudah tidak memiliki suara lagi sebab suara itu sudah menjadi manusia. Allah menjadi bisu? Kasihan, deh, gara-gara kita berdosa, Allah sampai bisu. Tapi Alkitab mencatat ELOHIM YAHWEH sempat bersuara beberapa kali;

>> Ketika YESHUA dibaptiskan:

Mat. 3:17lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

>> Ketika YESHUA dipertemukan dengan nabi Elia dan nabi Musa;

Mat. 17:5Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."


>> Ketika YESHUA sedih hatiNYA;

Yohanes 12:28Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"

Kalau YESHUA itu suara YAHWEH, mengapa YAHWEH menyebutNYA: "ANAKKU?" Mengapa tidak dipanggilNYA: "SuaraKU" atau "FIRMANKU?"

>> "Inilah suara-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Dan kalau ROH KUDUS itu nyawanya YAHWEH, berarti ketika ROH KUDUS dicurahkan ke atas para murid di hari Pentakosta, menyebabkan YAHWEH mati. Oh, haruskah saya menjadi orang dungu untuk mempercayai ajaran Trinitas. Di mana sekolah kedunguan yang selain Sekolah Tinggi Theologia?


Dalam kebodohan selanjutnya sarapanpagi.org mengatakan: "Sebab di mana Bapa (Allah Yang Esa) itu ada, di situlah dalam hakekat-Nya terdapat Firman (Anak) dan sekaligus Roh-Nya. Juga di mana Firman (Anak) itu ada, maka di situ Bapa ada, karena Anak tidak mungkin berada di luar kebersemayaman-Nya di dalam Bapa, yang juga ada bersama Roh Allah itu. Dan di mana Roh Kudus ada, di situ pula Bapa ada, karena tidak mungkin Roh Allah itu lepas dari kebersemayaman-Nya di dalam Bapa, bersama Firman Allah.

Jika satu itu tiga atau tiga itu satu, nyatanya Alkitab hanya menunjukkan dua, bukan satu juga bukan tiga;

Ibr. 10:12Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,

Wahyu 5:7Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.

Wahyu 5:13Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"

Wahyu 21:22Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

Wahyu 21:23Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Wahyu 22:3Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

1Tim. 2:5Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Sebagai penutupan kebodohannya, sarapanpagi.org mengatakan bahwa "nama" yang dipakai dalam Matius 28:19: "baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus", dari kata Ibrani: "Onoma" yang mengartikan nama bentuk tunggal bukan nama bentuk jamak. Maksudnya, ketiga nama yang disebutkan itu adalah satu nama, bukan tiga nama. Nama-nama itu adalah satu orang, bukan nama tiga orang. 

Setuju, itu. Sebab pekerjaan YESHUA dan pekerjaan ROH KUDUS itu berdasarkan pada kehendak satu Orang saja, yaitu ELOHIM YAHWEH;

Yoh. 5:43Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.

YESHUA datang ke dunia adalah atas nama YAHWEH. Itulah sebabnya namaNYA adalah YESHUA, yang artinya: YAHWEH yang menyelamatkan.

Wahyu
5:9Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Kita ini dibeli oleh YAHWEH dengan uangnya adalah darah YESHUA. Itulah sebabnya kita disebut anak-anak YAHWEH.

1Kor. 6:20Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Muliakanlah YAHWEH, bukan YESHUA! Maksudnya, muliakanlah YAHWEH di dalam nama YESHUA!

Rm. 15:7Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

Hasil gambar untuk gambar trinitas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar