Sabtu, 29 Oktober 2016

KEFAS-PETRUS-MEKKAH

Setelah diusir oleh Sara dan Abraham, kemanakah perginya Hagar dan Ismael? Alkitab menceritakan Hagar mengambil jalan yang ke jurusan Mesir, kampung halamannya, menetap di kota Bersyeba. Tidak mungkin Hagar mengembara ke tanah Arab sebagaimana cerita Islam. Sebab tanah Arab masih kosong belum berpenghuni, dan perlu diingat bahwa Hagar adalah orang Mesir, bukan orang Arab. Orang Arab itu adalah cucunya, keturunan Ismael.

Kej. 21:14Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Orang Arab itu perpaduan antara orang Mesopotamia dengan orang Mesir, sebab Abraham itu orang Mesopotamia, sedangkan Hagar orang Mesir. Berbeda dengan orang Israel. Orang Israel adalah ciptaan baru seperti Adam dan Hawa, tidak ada benih manusia, karena Sara, istri Abraham mandul dan sudah mati haid ketika mengandung Ishak. Itulah sebabnya Israel disebut anak ELOHIM YAHWEH. Tapi bangsa Arab adalah keturunannya Abraham dengan Hagar, anak manusia biasa yang tidak ada istimewanya apa-apa.

Pengembaraan Hagar dan Ismael dari Bersyeba, akhirnya menetap di padang gurun Paran;

Kejadian 21:21Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Ismael dikawinkan dengan perempuan Mesir, maka darah Mesirnya menjadi semakin kuat di dalam diri bangsa Arab, sehingga harusnya orang-orang Arab itu disebut rumpun Mesir, bukan memegahkan diri sebagai bangsa Arab yang kebangsaannya mencuat sendiri, menjadi lupa sejarah. Tapi memang bangsa Arab merupakan keturunan Abraham yang diberkati ELOHIM YAHWEH.

Dari gunung Paran Ismael bergeser ke daerah Hawila;

Kej. 25:18Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.

Syur bukanlah Asyur, tapi sebuah kota di sebelah timur Mesir. Artinya, pergeseran keturunan Ismael ini semakin ke selatan, ke arah Mesir. Di situ adalah pegunungan Paran yang membentuk segitiga, sebagian masuk wilayah Mesir, yaitu yang ke selatan, sebagian masuk wilayah Palestina, yaitu yang ke utara, dan sebagian masuk wilayah Yordania, yaitu yang ke timur.

Rupanya pergeseran berikutnya adalah ke timur, ke wilayah Yordania. Mereka tidak balik ke Mesir tapi membuka perkotaan baru di wilayah Yordania. Mereka inilah cikal bakal bangsa Arab yang sekarang ini, yang dikenal sebagai suku Nabath, dari bahasa Ibrani: Nevayot atau yang dikenal Alkitab sebagai Nebayot, anak sulung Ismael;

Kej. 25:13Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam,

Suku Nabath ini membentuk kerajaan antara tahun 900 Sebelum Masehi hingga tahun 40 Tarikh Masehi, antara zaman raja Salomo hingga ke zaman para rasul Perjanjian Baru. Alkitab mencatat kerajaan Nabath ini ikut menyumbang pembangunan Bait Suci yang didirikan oleh raja Salomo;

1Raj. 10:15belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu.

Sampai dengan tahun 40 Tarikh Masehi mereka masih bertahan di Yordania, masih belum masuk ke wilayah Arab Saudi yang sekarang ini. Dan suku Nabath ini memiliki kemahiran memahat bebatuan keras. Mereka pernah dijajah Romawi dan dijadikan propinsi Arabia Petraea, sebab nama ibukota mereka adalah Petra. Dari sejak tahun 40 Tarikh Masehi itulah peradaban mereka mengalami kemerosotan dan akhirnya hilang ditelan zaman. Kota Petra ditemukan kembali tahun 1812 oleh Johan Burckhardt, seorang petualang dari Swiss.

Karena kota itu bernama Petra, yang artinya batu, seperti nama salah seorang murid ELOHIM YESHUA; Simon, yang diberi nama Ibrani: Kefas, dan diterjemahkan ke Yunani menjadi Petrus, maka kaum Muslim mengklaim bahwa ELOHIM YESHUA mendirikan jemaatNYA di Petra, Arab Saudi. ELOHIM YESHUA mendirikan agama Islam;

Mat. 21:43Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Di ayat itu ELOHIM YESHUA mengatakan bahwa ajaran kebenaran atau Kekristenan akan diambil dari bangsa Yahudi dan akan diberikan ke bangsa yang lain. Lalu;

Mat. 16:18Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Ternyata ELOHIM YESHUA memberikannya ke Petra/Petrus. Tapi benarkah bahwa Petra itu adalah bangsa Nabath, Arab Saudi yang melahirkan agama Islam? Marilah kita buktikan;

Matius
16:13Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Pendirian jemaat kepada Petra itu dimulai dari pertanyaan: "Siapakah AKU ini?" Siapakah ELOHIM YESHUA? Menurut berbagai macam pendapat orang di masyarakat Yahudi, ada yang bilang YESHUA itu adalah Yohanes Pembaptis, ada yang bilang nabi Elia, ada yang bilang nabi Yeremia, atau salah seorang nabi Israel. Tapi kemudian ELOHIM YESHUA memintai pendapat dari para muridNYA: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"

Siapakah yang menjawab? Simon. Kata Simon: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Dari jawaban Simon yang benar itulah ELOHIM YESHUA menyerahkan jemaatNYA kepada Simon yang dikemudian hari dikenal sebagai Kefas. Penamaan Kefas ini sudah dinubuatan ELOHIM YESHUA pada 3 tahun sebelumnya, ketika Simon mulai direkrut sebagai murid;

Yoh. 1:42Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Jadi, jemaat ELOHIM YESHUA itu diserahkan pada Simon yang memiliki pendapat bahwa YESHUA itu MESIAS, ANAK ELOHIM YAHWEH. Tentu saja bukan pada kaum Muslim yang memiliki pendapat ISA al MASIH itu nabi biasa, hamba Awloh, dan Awloh itu tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan lagi ELOHIM YESHUA menyerahkannya kepada orang bukan kepada batu beneran. Bukan diserahkan ke kota Petra yang di tahun 40 Tarikh Masehi sudah musnah. Sebab kata ELOHIM YESHUA: "alam maut tidak akan menguasainya."

Ketika ELOHIM YESHUA bangkit dari kematianNYA, hal itu ditegaskan kembali ke Simon Kefas bahwa ia harus menggembalakan domba-domba ELOHIM YESHUA;

Yoh. 21:17Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"* Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: /"Apakah engkau mengasihi Aku?"* Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: /"Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Dan Simon Kefas menyadari bahwa dirinyalah yang dipilih sebagai kepala para rasul;

Kisah 15:7Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.

Rupanya "Kerajaan ELOHIM YAHWEH" itu diambil dari bangsa Yahudi dan diserahkan ke "bangsa" Kristen yang mengakui YESHUA sebagai MESIAS, ANAK ELOHIM YAHWEH. Bukan ke bangsa Arab yang sudah dicerai dari keluarga Abraham.
Hasil gambar untuk gambar kota petra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar