Jumat, 08 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 27

Lukas
10:30Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Orang Samaria adalah orang-orang Israel utara 10 suku yang sudah kawin campur dengan bangsa-bangsa lain, yang oleh orang-orang Yahudi sudah tidak diakui lagi sebagai saudaranya. Kebanyakan dari mereka sudah murtad dari keagamaan Yahudi dan berpaling ke dewa-dewa asing. Jadi, orang Samaria adalah orang yang tidak beragama. Tapi dalam perumpamaan itu diunggulkan oleh ELOHIM YESHUA dengan perbuatan kasihnya yang sempurna. Sementara orang-orang yang beragama seperti imam Lewi diceritakan sebagai tidak memiliki kasih.

Ada orang yang menafsirkan orang Samaria itu adalah ELOHIM YESHUA. Tapi masakan ELOHIM YESHUA itu kafir, tidak beragama? Ada pula yang berpendapat bahwa agama itu tidak penting, yang penting memiliki kasih. Ajaran-ajaran kebenaran yang dituliskan dalam Alkitab, yang penulisannya memakan waktu 1600 tahun, oleh 40-an orang itu tidak perlu, yang perlu itu mengasihi sesama. Inilah yang dikehendaki oleh orang-orang dari gereja Minggu. Nggak usah menjadi orang benar, yang penting bagi-bagi duit. Ibadahnya hari Minggu tak apa, yang penting beramal bagi-bagi Sembako.

Tapi, marilah kita kaji perumpamaan itu secara teliti dari percakapan yang sebelumnya;

Lukas
10:25Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"

Orang yang bertanya itu adalah orang Yahudi dari golongan Ahli Taurat. Sedangkan pertanyaan yang dimaksudkan untuk mencobai ELOHIM YESHUA adalah: "Siapakah sesamaku manusia?" Sebab bagi orang Yahudi, sesamanya adalah orang-orang Yahudi, sedangkan bangsa-bangsa lainnya bukanlah sesama mereka.

Karena pola pikir mereka itu salah, maka ELOHIM YESHUA melalui perumpamaan itu menyatakan bahwa Keyahudian dan keagamaan Yahudi tidaklah berguna jika mereka tidak memiliki perbuatan[iman tanpa perbuatan]. Seorang imam Lewi, tokoh agama Yahudi, ketika melihat bangsanya sendiri terkapar di tengah jalan tak dia tolong. Tapi orang Samaria yang musuhnya orang Yahudi bersedia menolong sampai tuntas. Orang Samaria dalam mengasihi tidak memandang siapa yang ditolongnya. Orang Samaria menunjukkan sesamanya adalah sama-sama manusianya, bukan sama-sama bangsanya seperti pemikiran bangsa Yahudi.

Jadi, sesama manusia adalah yang sama-sama manusianya, tidak peduli kebangsaannya. Sedangkan kasih harus diberikan kepada orang yang membutuhkannya, tanpa memandang statusnya teman atau musuh.

Perumpamaan itu merupakan jawab dari pertanyaan: "siapakah sesamaku manusia itu?", bukan tentang siapa yang diselamatkan? Jika pertanyaannya: siapa yang diselamatkan, maka keduanya tak ada yang bisa diselamatkan. Orang Lewi tidak bisa diselamatkan karena tidak memiliki kasih, sedangkan orang Samaria tidak bisa diselamatkan karena tidak beribadah kepada TUHAN. Orang Lewi adalah model dari iman yang tanpa perbuatan, sedangkan orang Samaria adalah model dari perbuatan yang tanpa iman.

Iman tanpa perbuatan adalah mati;

Yak. 2:17Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Perbuatan tanpa iman adalah dosa;

Rm. 14:23Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Contoh-contoh "orang Samaria", yaitu orang-orang yang tidak beriman, adalah;

>> Abraham ketika masih di Mesopotamia masih belum mengenal YAHWEH. Karena itu YAHWEH memanggilnya supaya Abraham memiliki iman.

Kej. 12:1Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

>> Musa ketika melarikan diri ke Midian juga masih belum mengenal YAHWEH. YAHWEH memanggilnya melalui penampakan api di semak duri.

Keluaran 3:4Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."

>> Kornelius, perwira Romawi adalah seorang yang dermawan. ELOHIM YAHWEH memanggilnya supaya masuk Kristen melalui pemberitaan dari rasul Petrus. Sebab perbuatan saja tidak cukup, harus ditambah dengan iman.

>> Sida-sida dari Etiopia yang suka membaca Alkitab tapi tak tahu mengartikannya, dipertemukan dengan rasul Filipus. Sida-sida itu memiliki modal, yakni kesukaannya membaca Alkitab, tapi belum memiliki iman.

>> Saya sendiri sekalipun Kristen sejak lahir, namun perlu dilahirkan kembali. Iman yang mati selama 42 tahun itu perlu dihidupkan. Tahun 2004 itulah kebangkitan saya dan TUHAN menandainya dengan bencana-bencana;

Sekitar bulan April 2004 saya meninggalkan keduniawian, tanggal 25 Desember 2004 saya bermimpi ada suara berkata: "Karena kamu bekerja, AKU turut bekerja dan kamu akan melihat perbuatan-perbuatanKu yang besar." Eeh, tanggal 26 Desember 2004 ternyata bencana Tsunami Aceh, sebuah bencana yang terawal dan terbesar. Setelah itu maka secara terus-menerus Indonesia diguncang bencana-bencana hingga sekarang ini.

Yes. 29:6engkau akan melihat kedatangan TUHAN semesta alam dalam guntur, gempa dan suara hebat, dalam puting beliung dan badai dan dalam nyala api yang memakan habis.

Setiap kali TUHAN datang selalu disertai dengan tanda-tanda alam yang dahsyat;

Nah. 1:3TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.

>> Ketika menjumpai nabi Musa dan bangsa Israel;

Keluaran 20:18Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.

>> Ketika menjumpai nabi Elia;

1Raja-raja
19:11Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu.
19:12Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.
19:13Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"

>> Ketika menjumpai Ayub;

Ayb. 38:1Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:


"IMAN DENGAN PERBUATAN"

Iman dengan perbuatan itu adalah satu, bukan dua. Seharusnya itu cukup disebut "iman" saja, sedangkan "perbuatannya" disembunyikan, tidak usah disebutkan. Jadi, iman itu sudah mengandung perbuatan. Itu tidak perlu dituntut. Sebab iman yang tidak ada perbuatannya bukan termasuk iman.

Perhatikan tanaman;

Semakin akarnya masuk ke dalam tanah dan menyerap makanan, maka pada bagian batang sudah pasti mengalami pertumbuhan. Jadi, pertumbuhan batang adalah merupakan pekerjaan dari akar. Karena itu anda tidak perlu memberikan perhatian pada batangnya, melainkan perhatikan pada akarnya. Apakah akar itu bisa mendapatkan makanan yang cukup? Itu saja yang perlu anda pertanyakan.

Akar adalah iman, batang adalah perbuatan.

Karena itu kalau anda melihat orang yang perbuatannya jahat, jangan anda perbaiki di perbuatannya, tapi perbaiki di sumbernya, yaitu imannya.

Apakah anda mempunyai teman perampok? Pemabuk? Pelacur? Penjudi?
Apakah anda mempunyai tetangga yang keras temperamennya dan kasar?
Apakah anda mempunyai anak-anak yang nakal?
Apakah anda mempunyai suami yang menjengkelkan?
Apakah anda mempunyai istri yang cerewet?

Anda jangan menyuruh mereka merubah perbuatan-perbuatan itu. Biarkan saja mereka begitu, tapi tanamkanlah kepadanya pengenalan akan YESHUA ha MASHIA. Jika mereka mengenal YESHUA ha MASHIA dan pengenalan itu semakin bertumbuh, maka tanpa anda tuntut mereka pasti akan menghentikannya sendiri.


1 komentar:

  1. KISAH NYATA DARI SAYA BPK.KARTA BUKAN REKAYASA INI BETUL2 NYATA DIKELUARGA KAMI.
    Assalamualaikum wr.wb,saya BPK.KARTA seorang buruh tani di madium jawa timur ingin mengucapka banyak terimah kasih kepada KI WARSA atas bantuan AKI. kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan KI WARSA pula yang telah memberikan angka gaib hasil ritual beliau kepada saya yaitu 4D dan alhamdulillah telah berhasil memenangkan 5x berturut turut tembus.sekali lagi makasih yaa AKI karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 200 ribu dan akhirnya saya menang.Berkat angka gaib hasil ritual AKI WARSA saya sudah buka usaha matreal di jakarta dan istri saya juga buka butyk baju dimall mangga dua. Kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg ingin seperti saya silahkan HUB/SMS AKI WARSA di nomor hpnya di: 0852 4968 9269 atau KLIK DISINI dan ramalan AKI WARSA memang memiliki ramalan GAIB” yang dijamin 100% tembus.
    KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA MAKANYA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET…

    *angka ritual gaib singapura

    *angka ritual gaib hongkong

    *angka ritual gaib malyaisia

    *angka ritual gaib sidney

    *angka ritual gaib kuda lari.

    BalasHapus