Sabtu, 02 Juli 2016

PERUMPAMAAN YESHUA - 21

Matius
5:13"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Saudaraku, di hadapan saya jangan anda menyombongkan merk gereja anda, seolah-olah gereja yang benar, gereja yang penuh ROH KUDUS, karena semangat anda yang menyala-nyala kalau menyanyi di gereja, semangat anda menyala-nyala kalau berjoget-joget atau bertangis-tangisan di gereja. Juga jangan katakan tentang kota-kota, bahwa gereja di kota ini lebih bagus dari gereja di kota itu. Sebab kalau soal gereja dan soal kota-kota, saya ini sudah malang melintang di sana.

Kalau soal ke gereja, saya ini tak pernah absen. Kalau soal ilmu keagamaan nilai saya selalu bagus. Kalau soal kota-kota, saya ini sudah menjelajahi seluruh Jawa dan Sumatera.

Sejak lahir saya ini anggota GKI di Surabaya hingga lulus SMA/SMU. Ketika masih kelas "Sekolah Minggu" saya walaupun sakit tetap ke gereja, sehingga saya selalu menjadi "King" - raja, karena absen saya selalu penuh. Kalau pelajaran lainnya nilai rata-rata saya di bawah 7, khusus pelajaran agama selalu 10. Saya paling suka mendengarkan cerita-cerita Alkitab dari Sekolah Minggu, dan kebetulan daya ingat saya bagus sekali.

Setelah lulus SMA dan bekerja, saya diajak atasan saya mengikuti persekutuan Kharismatik Katolik. Dan karena acara ibadahnya lebih bagus dari GKI, maka GKI saya tinggalkan. Saya aktif mengikuti romo Yohanes dalam KKR-KKR yang konon menyembuhkan. Saya selalu menjadi tim doanya. Cuma karena syak oleh penyembahan patung-patung sehingga ketika mendengar berdirinya gereja Bethany, maka saya lebih memilih ke gereja Bethany. Saya sempat ikut program: "SOM" - School of Ministry.

Berada di lingkungan pucuk pimpinan menciptakan kegelisahan di dalam hati saya, karena ketika saya dengan segenap hati dan dengan sangat serius melakukan pelayanan, ternyata senior-senior saya begitu santainya. Mereka hanya rohani di atas panggung saja, selebihnya seperti orang-orang biasa. Kependetaan bukanlah merupakan jiwa, tapi merupakan profesi, sehingga kerohanian hanyalah di jam kerja saja, bukan meliputi 24 jam. Saya merasa nggak cocok dengan suasana seperti itu. Karena itu sayapun pindah lagi ke persekutuan Mawar Sharon. Dari Mawar Sharon pindah lagi ke GPdI. Di sini saya merasa cocok, sebab kebetulan pendetanya sudah berumur dan serius kerohaniannya. Cocok dengan selera saya.

Suatu kali anak saya menemukan Alkitabnya Advent. Alkitab Advent itu sama persis dengan Alkitab anda, cuma di bagian belakangnya ada suplemen pelajaran nubuatan Daniel-Wahyu. Pelajaran itu saya pelajari dan saya dibuat terkejut karena mendapati hari peribadatan yang Alkitabiah adalah Sabat, Sabtu. Saya diyakinkan sekali tentang kebenaran Sabat, sehingga tidak ragu-ragu untuk menyatakan GPdI itu salah. Setelah saya pelajari pelajaran itu, saya menghadap ke pendeta saya, pendeta GPdI, saya ajak berdiskusi. Luar biasanya pendeta tersebut mengakui kalau peribadatannya salah, namun "tidak mungkin" untuk mengubah. Dengan jemaat yang ratusan, pasti akan menimbulkan pergolakan yang besar jika digoyang masalah itu. Tapi dalam suatu kesempatan pendeta itu pernah berkhotbah menyatakan bahwa yang benar adalah hari Sabat Alkitab. Itu hanya sekedar khotbah bukan merupakan pergerakan, sehingga tidak sampai menimbulkan masalah.

Sayapun segera mencari gereja Advent. Sialnya gereja ini baru jemaat rintisan sehingga hanya beberapa keluarga saja dan sepi. Dari gereja yang meriah ke gereja yang sepi membuat hati saya bertanya-tanya: "Masak gereja model begini ini benar?" Saya menjadi ragu-ragu dan sempat sekitar 7 bulan tidak ke gereja manapun. Tapi jiwa saya sudah mantap Sabat dan menganggap Minggu itu palsu. Biar dibayar berapa jutapun takkan mau saya menginjakkan kaki ke gereja Minggu. Pasti itu!

Begitulah kisah pengembaraan saya ke berbagai macam gereja, sedangkan pengembaraan ke kota-kotanya dikarenakan saya ini berdagang, sehingga saya paham benar dengan liku-liku gereja di mana saja, bahwa selama sama-sama orangnya, maka di mana saja sama kondisinya. Lebih-lebih pekerjaan sebagai salesman sangat memberikan pelajaran tentang kejiwaan yang bisa saya simpulkan bahwa kejiwaan kita semua sebenarnya sama, yakni dibentuk dari keadaan.

Dari pengalaman saya melepaskan keduniawian, saya mendapati bahwa selama seseorang masih diikat oleh keduniawian, maka jiwanya dibentuk oleh keadaan. Tapi orang yang telah melepaskan diri dari keduniawian, jiwanya dibentuk oleh kebenaran. Orang baik duniawi adalah orang yang didukung oleh keadaannya yang baik. Selama keadaannya baik-baik saja, maka seseorang masih bisa baik. Tapi manakala keadaannya buruk, maka tabiat aslinya yang buruk akan muncul. Tidak tahan uji! Hanya orang-orang yang sudah melepaskan diri dari keduniawian saja yang sanggup bertahan di segala keadaan.

Orang duniawi sanggup menolong orang atau menyumbang dalam nilai yang fantastik, misalnya bermilyar-milyar. Tapi itu hanyalah sebagian kecil dari hartanya. Contohnya, pengusaha kaya di Amerika yang siap membangun 10.000 gereja pertahun di negara-negara yang Kristennya minoritas, seperti Indonesia, India, China, dan lain-lainnya. Suatu sumbangan yang fantastik sekali 'kan?! Tapi itu hanya berapa persen dari hartanya? Atau ada lagi pengusaha yang menyumbangkan 90% dari penghasilannya. Tapi 10%-nya yang diambilnya itu berapa milyar? Mereka takkan jatuh miskin dengan menyumbang sebesar itu. Mereka masih tetap bisa berfoya-foya, seolah-olah tak menyumbang sepeserpun.

Tapi bagaimana dengan seorang miskin seperti saya? Penghasilan tak lebih dari Rp. 50.000,- tapi saya bayarkan ke internet sebesar Rp. 20.000,- Kapan saya bisa makan ayam goreng? Sudah begitu, di internet yang saya terima maki-makian dan ancaman-ancaman. Tidakkah mending saya belikan ayam goreng? Saya melakukan kebajikan, bukan pujian yang saya terima, tapi maki-makian. Bandingkan dengan orang-orang kaya itu yang menerima segala hormat dan pujian-pujian.

Orang-orang Kristen, gereja apa saja, semangat-semangatnya menyanyi, menari, menangis dan teriak-teriak hanyalah selama di dalam gedung gereja saja. Sekeluar dari gedung gereja, mereka sudah biasa-biasa saja. Pikiran mereka kembali ke bisnisnya, ke utang-piutangnya, ke keluarganya, ke kesenangan-kesenangannya, ya jalan-jalan, ya rekreasi, ya shopping, ya makan-makan sea food, dan lain-lainnya. TUHAN dan ajaran-ajaran Kekristenannya sudah tersimpan di lemari, sama seperti seragam kantor yang ditanggalkan seusai jam kantor. Semangat kerohanian baru dinyalakan kembali kalau ke gereja Minggu depan.

Memangnya segampang itukah menjadi orang Kristen itu, seperti kita memasuki keanggotaan club badminton, yang baru membawa raket dan berpakaian olahraga kalau waktunya latihan saja?! Tapi Alkitab menyatakan Kristen itu tidak seperti itu. Arena Kristen itu di dunia, bukan di dalam gedung gereja!

"Kamu itu adalah garamnya dunia, bukan garamnya umat Kristen saja", "Kamu itu adalah terangnya dunia, bukan terangnya umat Kristen saja." Yang harus kamu garami adalah dunia, bukan sepanci masakan soto. Yang harus kamu terangi adalah dunia, seperti matahari, bukan seperti lampu TL di kamar tidurmu.

Garam berbicara tentang keteladanan, sedangkan terang berbicara tentang pengajaran. Bahwa kita harus memberikan teladan melalui kehidupan kita dan memberikan pelajaran melalui cerita atau perkataan kita. Apa yang kita ajarkan pada orang, harus ada pada praktek kehidupan kita. Sebab kita dipanggil untuk memanggil orang lain, kita menjadi kristen untuk mengkristenkan orang lain.

1Ptr. 2:9Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

TUHAN memberi kita otoritas sebagai "imamat yang rajani." Imamat artinya pemimpin, sedangkan rajani artinya bersifat raja. Kita memiliki otoritas yang luar biasa, yakni sebagai pemimpin orang-orang dunia. Antara sesama Kristen kita sama-sama rajanya. Karena itu di antara kita tidak ada hubungan atasan-bawahan. Kita semua sejajar dan sederajat, dengan atasan kita adalah ELOHIM YESHUA. Sedangkan terhadap dunia kita adalah kepala, bukan ekor. Dunia harus mengikut kita, bukan kita mengikut dunia.

Tapi bagaimana dengan kita saat ini, mengapa justru kita yang hanyut dibawa arus dunia? Mengapa justru kita menjadi serupa dengan dunia?

Rm. 12:2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kalau lampu di rumah anda mati, anda tergopoh-gopoh mencari tahu penyebabnya dan segera membetulkannya. Tapi menghadapi kondisi anda yang porak-poranda, yang tidak lagi mirip Kristen, yang tidak sesuai dengan tuntutan TUHAN, mengapa anda tenang-tenang saja, seolah-olah segala sesuatunya sudah beres?!

1 komentar:

  1. KISAH NYATA DARI SAYA BPK.KARTA BUKAN REKAYASA INI BETUL2 NYATA DIKELUARGA KAMI.
    Assalamualaikum wr.wb,saya BPK.KARTA seorang buruh tani di madium jawa timur ingin mengucapka banyak terimah kasih kepada KI WARSA atas bantuan AKI. kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan KI WARSA pula yang telah memberikan angka gaib hasil ritual beliau kepada saya yaitu 4D dan alhamdulillah telah berhasil memenangkan 5x berturut turut tembus.sekali lagi makasih yaa AKI karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 200 ribu dan akhirnya saya menang.Berkat angka gaib hasil ritual AKI WARSA saya sudah buka usaha matreal di jakarta dan istri saya juga buka butyk baju dimall mangga dua. Kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg ingin seperti saya silahkan HUB/SMS AKI WARSA di nomor hpnya di: 0852 4968 9269 atau KLIK DISINI dan ramalan AKI WARSA memang memiliki ramalan GAIB” yang dijamin 100% tembus.
    KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA MAKANYA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET…

    *angka ritual gaib singapura

    *angka ritual gaib hongkong

    *angka ritual gaib malyaisia

    *angka ritual gaib sidney

    *angka ritual gaib kuda lari.

    BalasHapus