Jumat, 13 Mei 2016

KUASA ALLAH DALAM TEORI GRAVITASI



Gaya gravitasi menurut penemu teorinya; Isaac Newton adalah kekuatan yang membuat suatu benda selalu jatuh ke bawah. Sedangkan Wikipedia menjelaskan: gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Secara umum orang menyetujui kalau gaya gravitasi itu bekerjanya seperti batang magnet. Bedanya: kalau gravitasi bisa menarik segala macam benda, sedangkan magnet hanya benda-benda logam saja.

Sekarang saya bicara soal sebuah batang magnet. Jika ada 2 benda yang satu berat dan yang satu ringan didekatkan ke batang magnet, maka benda yang ringan akan tertarik lebih dahulu atau lebih cepat. Semakin berat suatu benda yang ditarik semakin lemah gaya tariknya. Dan jika ke-2 benda itu sedang melekat ke batang magnet kemudian kita cabut, maka benda yang ringan yang lebih sulit dilepaskan. Semakin ringan suatu benda semakin kuat lengketnya ke magnet. Contoh yang lain adalah selembar kertas lem yang biasanya untuk menjebak lalat. Jika kaki-kaki lembut lalat itu lengket di kertas lem tersebut, maka lalat itu kesulitan untuk melepaskan dirinya. Tapi kalau seandainya tikus yang menginjak kertas lem itu, dia lebih mudah terbebas dari pengaruh lem tersebut.

Bagaimana dengan gaya gravitasi? Seseorang pernah mempraktekkan perkataan saya dengan menjatuhkan 2 botol Aqua; yang satu kosong sedangkan yang satunya diisi penuh air. Ketika ke-2 botol itu dijatuhkan dari atas loteng rumahnya, yang jatuh lebih dahulu adalah yang berisi air penuh. Yang berat yang jatuh duluan, kebalikan dari magnet. Semakin berat suatu benda semakin kuat gaya gravitasinya bekerja.

Sekarang kita melihat pada 2 ekor binatang yang sedang berdiri di atas tanah; seekor gajah dan seekor kucing. Jika seekor gajah yang berat saja sanggup ditarik oleh gravitasi bumi, bukankah harusnya kucing itu tidak mungkin bisa berjalan? Tapi nyatanya kucing malah bisa berlari gesit. Begitu mudah baginya untuk membebaskan dirinya dari pengaruh gravitasi. Dan kita sendiri, pernahkah kita merasakan ada suatu kekuatan yang berusaha menahan tubuh kita sehingga terasa berat untuk digerakkan? Rasanya tidak! Kita tidak merasakan adanya daya gravitasi.

Kalau gravitasi itu ada, kita harus menyebut berat sebagai "massa", sedangkan jatuh sebagai "tergravitasi." Namun dalam bahasa Alkitab maupun bahasa sehari-hari kita, kita masih menggunakan kata-kata: "berat" dan "jatuh." Ini menyatakan bahwa dalam dunia sains masih terjadi pergeseran-pergeseran pengetahuan, masih belum ada suatu teori yang disebut teori final atau kebenaran. Sebagai contoh teori gravitasinya Isaac Newton sendiri telah dipatahkan oleh teorinya Einstein. Teori ditumpangi teori?!

Jika semua benda terjatuh ke bumi, jatuh ke bawah, tidak jatuh ke atas[melayang-layang] bukan disebut gaya gravitasi, lalu disebut apa? Jelas itu kuasa TUHAN! Karena tidak mau mengakui kuasa TUHAN-lah maka para ilmuwan itu merekayasa teori-teori untuk menyingkapkan berbagai macam hal yang mengganggu logika, yang merupakan misteri alam.

Melalui teori evolusi orang berusaha menyingkirkan adanya kuasa ALLAH mencipta. Melalui teori heliosentris orang berusaha mempersalahkan Alkitab sebagai Firman TUHAN. Dan melalui teori gravitasi ini orang berusaha melecehkan kuasa ALLAH.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar