Minggu, 28 Februari 2016

XXI. JIKA BERSEDEKAH

Mat. 6:3Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Jika tangan kanan mengulurkan pertolongan, tangan kiri tak perlu tahu. Jika menolong orang tak perlu koar-koar kepada orang lain. Urusan kebajikan menjadi urusan pribadi kita dengan TUHAN. Itulah yang selalu diajarkan oleh para pendeta, sehingga para pendeta mempunyai tempat untuk menyembunyikan kepelitannya. Maka para jemaatpun menjadi kabur; seperti apakah sesungguhnya tabiat seorang pendeta yang menjadi gembala kita ini? Jemaat hanya bisa mendengar khotbat-khotbah sang pendeta di atas mimbar, tapi mata jemaat tak pernah melihat kebaikan macam apa yang telah diperbuat sang pendeta tersebut. 

Apakah khotbah pendeta itu bagus? Iya, bagus sekali khotbahnya. Apakah praktek lapangan pendeta itu bagus? Entahlah, tak ada manusia yang tahu. Sebab ketika tangan kanan memberi sedekah tangan kiri tak boleh tahu. Jikapun terlihat pendeta itu memberi sedekah ke orang miskin, uangnya selalu dilipat rapi dalam lipatan kecil hingga tak terlihat nominalnya. Entah limapuluh ribu atau cuma seribu, tak jelas. 

Padahal jika ALLAH melakukan kebajikan selalu difirmankan dan dituliskan ke dalam Alkitab dan terbaca oleh milyaran orang, bahwa ALLAH telah memberkati Abraham, Ishak, Yakub dan Ayub dengan kekayaan yang melimpah. Padahal jika para nabi melakukan kebajikan dituliskan ke dalam Alkitab, demikian pula jika TUHAN YESUS menolong pesta perkawinan di Kana yang kehabisan anggur, jika TUHAN YESUS menyembuhkan dan memberi makan ribuan orang, bukankah semua itu dituliskan di dalam Alkitab dan terbaca oleh siapa saja yang membacanya?

Masak memberi sedekah itu sama seperti maling yang menyembunyikan hasil kejahatannya? Masak yang selalu kita khotbahkan hanya kebaikan-kebaikan orang lain saja? Kebaikan ALLAH, kebaikan para nabi, kebaikan TUHAN YESUS, kebaikan para rasul, kebaikan Santa Klaus, kebaikan suster Theresia, lalu yang kebaikan kita mana dan macam apa? Jangan-jangan kita yang berbicara di atas mimbar ini, yang setiap Minggu berkhotbah ini orang-orang kikir, hanya seperti tape recorder saja, yang cuma bisa bicara doank tanpa praktek?

Mat. 5:16Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

TUHAN menghendaki supaya Kekristenan kita itu bersinar terang, bukan sinar yang pudar melainkan harus seterang matahari yang bisa dilihat semua orang dengan mata telanjang, tanpa mikroskop atau kacamata untuk melihatnya, bahwa kamu itu memang benar-benar orang baik, orang yang sangat pantas untuk disebut Kristen. 

Jadi, apa artinya tangan kanan memberi tangan kiri jangan sampai tahu? Artinya adalah jangan untuk pameran atau kesombongan. Sebab memberi secara terang-terangan tidak mesti bahwa itu pameran, sedangkan memberi secara diam-diam tidak mesti berarti tidak pameran.

Justru memberi dengan duit dilipat-lipat kecil itulah yang tersembunyi tapi pameran. Nominalnya disembunyikan, memberinya diperlihatkan. Ini jenis kesombongan "minor" yakni dengan pola dibalik seperti tidak sombong.

Contoh kesombongan "minor" lainnya:

>> Orang kaya berkata: "Akh, saya ini masih miskin."

>> Orang pinter berkata: "Akh, saya ini orang bodoh."

>> Direktur berkata: "Akh, saya ini hanya buruh."

Tapi kebenaran itu jelas, tidak mayor juga tidak minor, tidak melebih-lebihkan juga tidak mengurangi, melainkan sebagaimana adanya. Jika dokter katakan dokter, jika kaya katakan kaya, jika guru katakan guru, jika direktur katakan direktur. Apa maksudnya? Supaya orang yang membutuhkan pertolongan anda bisa datang ke alamat yang benar. Jika orang sakit tidak kesasar ke guru atau direktur, tapi datang ke dokter. Jika orang butuh pekerjaan tidak datang ke dokter atau guru, tapi datang ke direktur.

Soal niat orang itu apa, entah baik atau tidak baik, niat tulus atau menyombong, itu masalah hati yang dilihat TUHAN. Itu bukan urusan kita untuk melihat hati orang. Tapi gerakan kita memukul atau menolong orang itu untuk dilihat mata. Itu untuk dijadikan teladan bagi orang lain.

Anda memberi tulus Rp. 5.000,- dengan orang lain memberi Rp. 50.000,- dengan maksud pamer, masih lebih dibutuhkan yang Rp. 50.000,- bagi si penerimanya. Si penerima bukan melihat hati anda tapi melihat nominal yang anda berikan. Sebab yang menolong kesusahannya adalah yang memberi terbanyak, bukan yang memberi tertulusnya. Dia manusia bukan TUHAN.

Bagaimana jika yang memberi Rp. 5.000,- itu orang miskin, yang memberi dengan rasa tulus namun kemampuannya hanya sebesar itu? Tetap saja, soal hati itu tetap urusan TUHAN, bukan urusan penerimanya. Sebab setulus apapun pemberian itu, jika kebutuhan orang untuk membayar rumahsakit itu besar, maka yang dia butuhkan adalah besarnya, bukan tulusnya. Selain itu hal tolong-menolong soal keuangan itu bukan bagiannya orang miskin, melainkan bagiannya orang kaya. Bukan pertandingannya orang miskin tapi pertandingannya orang kaya. Bidang pertolongan orang miskin itu berbeda tuntutannya. Mungkin tenaga atau pelayanannya, seperti rasul Petrus;

Kis. 3:6Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Kekayaan rasul Petrus bukanlah di hal keuangan tapi di hal mukjizat. Dia tidak bisa memberi uang tapi dia bisa memberi dalam hal yang lainnya. Tapi orang kaya itu soal harta benda.

Jadi, kalau ada politikus atau artis yang membagi-bagikan hartanya dengan maksud pamer, jangan dikecam dan jangan dilecehkan ketulusannya. Sebab apa yang mereka lakukan itu lebih dibutuhkan dari pada komentar-komentar anda. Para penerima lebih butuh duit dari pada komentar anda. Penderitaan mereka lebih diringankan oleh duit dari pada oleh komentar anda. 

Tit. 2:7dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

1Tim. 4:12Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

1Ptr. 5:3Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

Para pengkhotbah jangan hanya seolah-olah memberikan perintah: "Kasihilah sesamamu, tolonglah sesamamu......" saja, tapi harus memberikan teladan yang nyata. Dan saya juga telah melakukannya, ketika ada seorang sobat yang sakit ginjalnya, saya tawarkan ginjal saya secara terbuka secara gratis. Sayang sobat tersebut tidak ada dana untuk biaya rumahsakitnya yang ratusan juta. Demikian pula ketika di Facebook ini ada seorang ibu yang minta didoakan penyakit ginjalnya, saya tawarkan juga ginjal saya. Tapi juga tak ada kabar kelanjutannya. Mungkin tak percaya kalau saya serius. Saking langkanya orang-orang baik di zaman ini, ya?! Padahal saya serius. Apa saja yang ada pada diri saya, entah jantung, entah paru-paru, entah ginjal, entah tangan maupun kaki, bahkan nyawapun siap saya berikan kepada yang memerlukannya. Apa sebab? Sebab saya sudah mempunyai yang baru; tubuh baru dan nyawa baru! Sehingga tubuh dan nyawa yang sekarang ini tak terlalu saya pertahankan. Tubuh dan nyawa yang sekarang ini hanya saya manfaatkan untuk memberitakan Injil saja, bukan untuk ke masa depan. Saya tak pernah berpikir tentang masa depan!

Flp. 1:21Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Jika saya hidup adalah untuk memberitakan Injil, sedangkan kematian adalah keuntungan, kesempatan beristirahat dari memberitakan Injil. Itu saja yang saya tahu. Sebab jika saya tak mempunyai pengharapan yang lain, maka pengharapan saya pastilah yang di dunia ini, sama seperti jika saya tak mempunyai mobil BMW, maka mobil bututpun akan saya sayangi, sebab itulah yang saya punyai. Tapi karena saya telah mempunyai pengharapan yang lain, yang lebih baik, maka yang ini saya abaikan.

Dalam hal keuanganpun saya seperti itu. Jika ada orang yang memang memerlukan uang saya, maka seluruh isi kantong saya pasti akan saya serahkan kepadanya. Bagi saya tak pegang uang tak apa-apa, asal pegang TUHAN, sama seperti anda tak bawa uang tak apa-apa asal bawa kartu ATM. Sebab dengan memegang TUHAN, maka saya bisa mengadakan uang secara "bimsalabim." Jika anda bisa mengambil uang dari ATM, saya bisa mengambil uang dari mulut ikan;

Mat. 17:27Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Jadi, jangan menyembunyikan kebaikanmu ke dalam Matius 6:3, tapi pertontonkanlah kebaikanmu supaya banyak orang dibukakan kesadarannya. Jika melihat pengusaha atau politikus atau artis membagi-bagikan duit dengan maksud pamer atau mencari popularitas, tidakkah itu menyadarkan kita yang Kristen-kristen yang harusnya berbuat yang lebih baik dan lebih besar lagi?!

Matius
5:15Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

1 komentar:

  1. KISAH NYATA DARI SAYA BPK.KARTA BUKAN REKAYASA INI BETUL2 NYATA DIKELUARGA KAMI.
    Assalamualaikum wr.wb,saya BPK.KARTA seorang buruh tani di madium jawa timur ingin mengucapka banyak terimah kasih kepada KI WARSA atas bantuan AKI. kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan KI WARSA pula yang telah memberikan angka gaib hasil ritual beliau kepada saya yaitu 4D dan alhamdulillah telah berhasil memenangkan 5x berturut turut tembus.sekali lagi makasih yaa AKI karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 200 ribu dan akhirnya saya menang.Berkat angka gaib hasil ritual AKI WARSA saya sudah buka usaha matreal di jakarta dan istri saya juga buka butyk baju dimall mangga dua. Kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg ingin seperti saya silahkan HUB/SMS AKI WARSA di nomor hpnya di: 0852 4968 9269 atau KLIK DISINI dan ramalan AKI WARSA memang memiliki ramalan GAIB” yang dijamin 100% tembus.
    KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA MAKANYA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET…

    *angka ritual gaib singapura

    *angka ritual gaib hongkong

    *angka ritual gaib malyaisia

    *angka ritual gaib sidney

    *angka ritual gaib kuda lari.

    BalasHapus