Senin, 22 Februari 2016

XVI. KANTONG KOLEKTE

Cara persembahan gereja-gereja sekarang ini disebut "kolekte", dari bahasa Latin: "Collectare" yang artinya mengumpulkan. Kantong persembahan dikelilingkan ke jemaat secara satu persatu, seperti yang biasa kita lihat di bus-bus kota para pengamen mengumpulkan "persembahan" dengan kantong permen "Kopiko." Jadi, kalau kejadiannya di gereja disebut kantong kolekte, sedangkan kalau kejadiannya di jalanan disebut kantong Kopiko. Kalau yang memungut uang itu berjas dan berdasi disebut persembahan, sedangkan kalau yang memungut uang itu berpakaian butut disebut pengamen.

Pendeta setiap kali ketemu jemaatnya, entah acara ibadah hari Minggu maupun acara persekutuan-persekutuan tak resminya selalu mengelilingkan kantong kolektenya, sama seperti para pengamen kalau ketemu orang, entah di warung, entah di bus kota pasti menyodorkan kantong Kopikonya.

Jika pendeta butuh duit, dia akan bikin cerita yang mengharukan, lalu pendeta itu terisak-isak memamerkan airmata emasnya, maka runtuhlah hati jemaat sehingga dilepaskanlah kalung emasnya, gelang emasnya, bahkan seluruh isi dompetnya, semuanya dipersembahkan "untuk TUHAN." Begitulah perasaan jemaat yang menyukai kisah-kisah bohong dari pada cerita kebenaran.

Dan saking serakahnya setiap kali ibadah hari Minggu, setiap jemaat akan disodori 3 macam persembahan kolekte; silahkan baca cuplikan menarik ini:

http://rumametmet.com/2014/03/03/persembahan-hkbp-tiga-dua-satu-kali/

===Sebagaimana semua orang HKBP tahu kegiatan pengumpulan persembahan minggu di HKBP dilakukan dengan 3(tiga) kantong: dua sebelum kotbah dan satu sesudah kotbah. Dua yang pertama (dengan nama persembahan 1A dan 1B untuk jemaat setempat), satu yang terakhir yaitu sesudah kotbah untuk Pusat. Kebiasaan di banyak jemaat HKBP, dengan berbagai alasan yang baik dan rasional, persembahan untuk Pusat diam-diam dengan berbagai teknik dikurangi dan dialihkan untuk kepentingan jemaat lokal.

Dampaknya jika sebelumnya jumlah persembahan ke Pusat antara 15-20% dari total persembahan minggu (suatu hal tidak logis), maka sesudah saya bertugas di Serpong persembahan ke Pusat selalu di atas 35 % dari total persembahan minggu. Bahkan jika kotbah pendeta dianggap bagus maka persembahan ke Pusat yaitu sesudah kotbah itu naik sampai 40 atau bahkan pernah 45%. Sebab itu kadang mereka bercanda. “Orui hamu saotik jamita i Amang, ai nga pagodanghu pelean na tu pusat on”. Artinya: kurangilah sedikit mutu kotbah itu Amang sebab sudah terlalu banyak persembahan ke pusat. Rupanya bagus-tidaknya kotbah dianggap berpengaruh kepada jumlah persembahan sesudah kotbah itu. :)  Namun saya tetap bergeming. ===

Jika di gereja khotbah kunci menggenjot kolekte, di jalanan suara pengamen menentukan kantong Kopikonya. Rupanya pendeta dengan pengamen bisa bekerja sama yang baik untuk saling melengkapi.

Seperti apakah cara persembahan di Alkitab? Persembahan di Alkitab itu berbentuk peti yang ditempatkan di tengah pintu masuk gereja. Peti persembahan itu diam tak bergerak karena dibuat dari kayu bukan dari kaki manusia. Kalau dibuat dari kaki manusia maka persembahan itu bisa berjalan keliling. Untunglah di Indonesia ini Kristen menjadi agama minoritas, sehingga yang mengelilingkan persembahan dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung itu kaum Muslim selaku penguasa di negeri ini. Coba seandainya Kristen yang mayoritas, pasti Kristenlah yang mengelilingkan kolektenya dari kampung ke kampung.

Mrk. 12:41Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Mat. 27:6Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah."

>> Istilah di Alkitab: peti persembahan, bukan kantong kolekte. 

Di Perjanjian Lama persembahan jemaat itu didasarkan pada perintah TUHAN, bukan sebagai pengemisan TUHAN. TUHAN menggunakan otoritasNYA sebagai TUHAN, bukan seperti sekarang ini mengesankan TUHAN meminta-minta belas kasihan umatNYA. Tanpa sadar para pendeta itu telah menghina ALLAH, merendahkan martabat ALLAH di hadapan jemaatNYA. Terlebih jika pendeta sebagai hamba TUHAN sampai membungkuk-bungkukkan badannya terhadap orang-orang kaya. Betapa hinanya ALLAH yang dilakonkan oleh para pendeta itu.

Para pendeta itu harusnya memiliki kuasa memerintah semua orang dan dihormati semua orang oleh sebab dia membawa nama TUHAN. Tapi para pendeta masa kini justru yang menghormati orang. Asal orang itu keren mobilnya, maka pendeta itu yang menjadi juru parkir dan membukakan pintunya. Di zaman yang mula-mula tidak seperti itu rendahnya martabat hamba TUHAN. Semua orang merasa takut dan berlutut di kaki para rasul;

Kisah 2:43Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

Semua orang ketakutan terhadap para rasul itu. Tentu saja bukan oleh sebab para rasul itu menakut-nakuti mereka, tapi ada kharisma besar di jiwa para rasul itu oleh sebab pengabdian mereka yang sepenuh hati kepada TUHAN.

Kisah
4:34Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
4:35dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.


Kisah
4:36Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
4:37Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Persembahan-persembahan khusus hasil penjualan ladang mereka, mereka serahkan di depan kaki para rasul. Dan oleh para rasul itu dibagi-bagikan ke semua orang, tak ada yang dikorupsi. Itulah sebabnya rasul Petrus ketika dimintai uang oleh pengemispun dia tak mempunyainya;

Kis. 3:6Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Sekalipun memegang uang besar, namun para rasul itu tetap miskin, tetap hidup sederhana. Tak ada para rasul yang memiliki kartu kredit. Tak ada para rasul yang shopping ke Giant. Tak ada yang mampu membeli jas dan dasi. Bahkan perut merekapun rata, tak ada yang gendut sebagaimana pendeta-pendeta gereja kemakmuran sekarang ini.

Yeremia
5:27Seperti sangkar menjadi penuh dengan burung-burung, demikianlah rumah mereka menjadi penuh dengan tipu; itulah sebabnya mereka menjadi orang besar dan kaya,
5:28orang gemuk dan gendut. Di samping itu mereka membiarkan berlalu kejahatan-kejahatan, tidak mengindahkan hukum, tidak memenangkan perkara anak yatim, dan tidak membela hak orang miskin.

Tentu kita perlu merenungkannya baik-baik; apakah para pendeta ini "dipakai" ALLAH atau justru mereka ini "memakai" ALLAH?!

Keimamatan Lewi sudah selesai harusnya sudah selesai pula system pengupahan para hamba TUHAN, supaya mereka tidak menjadi "gembala upahan." Harusnya hamba TUHAN menjalankan kewajibannya tidak bergantung dari upah. Ada upah maupun tidak ada upahnya harusnya tetap sebagai hamba TUHAN.

1Kor. 9:17Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.

Kalau berdasarkan cita-cita atau angan-angan, biasanya orang melihat pada segi upahnya. Memangnya berapakah penghasilan menjadi pendeta? Jika penghasilan pendeta kecil, mending kuliah di bidang akuntansi saja. Tapi rasul Paulus menjadi rasul bukan karena cita-citanya melainkan karena perintah TUHAN, maka berdasarkan perintah itulah dia melakukannya, bukan berdasarkan pada upahnya.

1Kor. 9:18Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

BERAPAKAH SUKARELA ITU?

Jika di Perjanjian Lama jumlah persembahan ditetapkan 10% dari penghasilan – persepuluhan, tapi di Perjanjian Baru ALLAH menyerahkan pada kesadaran, kesukarelaan anda, maka berapakah yang anda berikan sebagai persembahan sukarela itu ?
Suatu kali saya memakai tenaga tukang bangunan dari tetangga di sebelah rumah. Mungkin karena sungkan terhadap saya, maka tukang bangunan itu berkata: Soal upah kerja terserah om Rudy saja……. Dia tak mau memberikan harga upah kerjanya, melainkan diserahkan pada kesadaran dan kerelaan saya. Tentu saja ini bikin saya serba repot. Mau diupah berapa, ya?!
Pada waktu itu upah harian umumnya Rp. 15.000,-  perhari. Tukang ini tetangga sebelah rumah, masak dikasih sama seperti upah umumnya? Lagi pula tukang ini kerjanya bagus sekali, masak tidak dikasih lebih? Akhirnya saya putuskan untuk memberinya Rp. 17.500,- sebagai kompensasi kelebihannya sebagai tetangga dan kelebihan pekerjaannya yang memuaskan. Kelebihan Rp. 2.500,- untuk zaman itu besar sekali, lho?!
Nah, jika Perjanjian Lama 10% dari penghasilan, maka berapakah yang hendak anda berikan berdasarkan kesadaran anda? Di sini ALLAH pingin tahu seperti apa jalan pikiran anda, seberapakah harga ALLAH menurut pikiran anda?!

Apa beda antara ditetapkan dengan sukarela? Kalau ditetapkan itu wajib, tanpa alasan apapun, yang jika tidak dipenuhi merupakan dosa. Tapi kalau sukarela ada fleksibelitasnya. Misalnya ketika anda berpenghasilan besar anda memberikan 10%, tapi ketika anda jatuh miskin, hidup serba kekurangan yang tak mungkin lagi untuk memberikan persembahan, maka ALLAH takkan mempermasalahkannya. Di sini orang-orang miskin dimerdekakan. Jika memang kekurangan ya tak usah memberikan persembahan. Sebab diri sendiri ini juga sesama manusia yang wajib dikasihi. Kita mengasihi orang lain, juga harus mengasihi diri sendiri. Yang penting kan nggak berlebih-lebihan, sebab harus sama sebagaimana terhadap orang lain.

2 komentar:

  1. Saya sekeluarga mengucapkan banyak trima kasih kepada AKI MUPENG karena atas bantuannyalah saya bisa menang togel dan nomor gaib hasil ritual yang di berikan AKI MUPENG bener-bener dijamin tembus dan saat sekarang ini kehidupan saya sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya itu semua berkat bantuan AKI kini hutang-hutang saya sudah pada lunas semua dan.sekarang saya sudah buka usaha sendiri. jika anda mau bukti bukan rekayasa silahkan hubungi/sms AKI MUPENG di 0852 9445 0976, atau KLIK DISINI, insya allah angka beliau di jamin tembus dan beliau akan menbantu anda selama 3x putaran berturut-turut akan memenangkan angka togel dan ingat kesempatan tidak datang 2x,trima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KISAH NYATA DARI SAYA BPK.KARTA BUKAN REKAYASA INI BETUL2 NYATA DIKELUARGA KAMI.
      Assalamualaikum wr.wb,saya BPK.KARTA seorang buruh tani di madium jawa timur ingin mengucapka banyak terimah kasih kepada KI WARSA atas bantuan AKI. kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan KI WARSA pula yang telah memberikan angka gaib hasil ritual beliau kepada saya yaitu 4D dan alhamdulillah telah berhasil memenangkan 5x berturut turut tembus.sekali lagi makasih yaa AKI karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 200 ribu dan akhirnya saya menang.Berkat angka gaib hasil ritual AKI WARSA saya sudah buka usaha matreal di jakarta dan istri saya juga buka butyk baju dimall mangga dua. Kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg ingin seperti saya silahkan HUB/SMS AKI WARSA di nomor hpnya di: 0852 4968 9269 atau KLIK DISINI dan ramalan AKI WARSA memang memiliki ramalan GAIB” yang dijamin 100% tembus.
      KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA MAKANYA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET…

      *angka ritual gaib singapura

      *angka ritual gaib hongkong

      *angka ritual gaib malyaisia

      *angka ritual gaib sidney

      *angka ritual gaib kuda lari.

      Hapus