Rabu, 17 Februari 2016

XII. BERSORAK-SORAILAH BAGI TUHAN

Gereja tertentu mengajarkan menari, bersorak-sorai dan bertepuk tangan untuk TUHAN sebagai tanda mereka dipenuhi ROH KUDUS. Dan jemaat disuruh mengangkat tangannya tinggi-tinggi seperti pada konsernya Iwan Fals. Iwan Fals dari atas panggung berteriak kepada penontonnya: "Ayo, angkat tangannya tinggi-tinggi......" Maka para penontonpun mengangkat tangannya tinggi-tinggi sambil dilambai-lambaikan mengikuti irama musiknya. Seperti apakah kebenarannya dari Alkitab?

Raja Saul ketika kepenuhan ROH KUDUS bertelanjang - sekalipun mungkin tidak bugil;

1Sa. 19:24Iapun menanggalkan pakaiannya, dan iapun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: "Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?"

Daud menari-nari dan bertelanjang juga;

2Samuel
6:5Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
6:14Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
6:16Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.
6:20Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!"
6:21Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, --di hadapan TUHAN aku menari-nari,
6:22bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati."

Acara ketika raja Salomo mentahbiskan Bait Suci;

2Tawarikh
5:13Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan,

1. Mengapa ROH KUDUS menelanjangi Saul dan Daud? Saul adalah raja pertama Israel sedangkan Daud raja yang kedua menggantikan Saul. Raja-raja ini perlu diberi pengetahuan bahwa mereka itu sesungguhnya bukanlah apa-apa dengan jabatan raja mereka itu. Pakaian-pakaian indah yang mereka kenakan harus mereka tanggalkan di hadapan TUHAN, sebab mereka hanyalah manusia biasa.

2. Bangsa Israel adalah bangsa yang diberkati ALLAH sebagai bangsa yang dijadikan contoh peribadatan kepada TUHAN. Cara hidup mereka berbeda dengan cara hidup bangsa-bangsa yang lainnya. Mereka sengaja dikhususkan untuk hidup dalam peribadatan kepada ALLAH, sehingga hari-hari mereka adalah hari-hari ibadah. Dalam setahun mereka mempunyai 7 hari raya yang harus dirayakan secara bersama-sama. Dan untuk menghadiri kumpulan itu mereka harus berjalan kaki yang memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Karena TUHAN menjauhkan mereka dari masalah pergumulan hidup seperti kita saat ini yang begitu kompleks dan ruwet, jelas pikiran mereka jauh lebih enteng sehingga untuk diajak berjoget-joget mereka sangat siap.

Ul. 31:21Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan, maka nyanyian ini akan menjadi kesaksian terhadap mereka, sebab nyanyian ini akan tetap melekat pada bibir keturunan mereka. Sebab Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka."

Kalau mereka beribadah kepada TUHAN, maka TUHAN menyingkirkan segala malapetaka dan kesusahan hidup dari mereka. Tapi kalau mereka meninggalkan TUHAN, maka TUHAN akan menimpakan malapetaka dan kesusahan hidup kepada mereka.

Kondisi mereka sangat berbeda dengan kondisi kita sekarang ini. Dengan masalah dan pikiran yang sangat ruwet mana mungkin kita bisa menari-nari di hadapan TUHAN? Jika dipaksakan maka yang timbul adalah ekspresi palsu, di luar tampak menari-nari seperti orang yang tak punya masalah, di dalam hati sesungguhnya pusing tujuh keliling. Itu namanya membohongi TUHAN!

Lebih berdosa lagi jika tari-tarian itu terjadi atas ajakan pendeta, bukan spontanitasnya sendiri. Sebab ketika anak kita kita kasih uang besar, jika mereka sangat gembira dengan pemberian kita tersebut, mereka akan menari-nari secara spontanitas, tanpa ayat Alkitab, tanpa perintah dan tanpa ajakan pendeta. Itu namanya asli, bukan dibuat-buat.

Padahal pendetanya sendiri apakah setiap hari Minggu bisa dipastikan tak mempunyai masalah yang berat? Jika dirinya sendiri saja sedang pusing, bagaimana dia mengajak jemaatnya bergembira? Secara rohani kumpulan jemaat itu menjadi kacau. Sebab tidak semua level kegembiraan itu bisa menimbulkan dorongan kita gembira meluap-luap. Jika tak ada rejeki tak mungkin timbul kegembiraan. Jika sedikit rejeki, sedikit pula gembiranya. Tapi jika suatu kali ada rejeki nomplok, maka secara sontak timbullah kegembiraan yang meluap-luap.

Di saat orang mengalami kegembiraan yang meluap-luap, timbullah ledakan dari dalam dirinya yang tak bisa dicegah oleh siapapun. Orang itu menjadi hilang rasa malunya untuk berteriak-teriak histeris, hilang rasa malunya untuk bertelanjang seperti Daud, hilang rasa malunya untuk meloncat-loncat seperti anak kecil, bahkan ada pula yang dalam kegembiraannya itu malah meneteskan air mata. Ada macam-macam ekspresi orang dalam meluapkan kegembiraannya, yang semuanya itu dilakukan secara spontanitas. Jadi, gembira itu tidak melulu harus menari-nari.

3. Sekalipun semua tulisan dalam Alkitab itu diilhamkan oleh ROH KUDUS, namun tidak semua tulisan itu memiliki muatan sebagai perintah yang harus dikerjakan. Termasuk syair-syair Daud yang berkata: "Menarilah....... bersoraklah, dan lain-lainnya, yang lebih pas jika diperlakukan sebagai syair puji-pujian belaka. Sebab di zaman nabi-nabi Perjanjian Lama maupun di zaman para rasul Perjanjian Baru, serta di antara makhluk-makhluk sorgawi yang memuji-muji ALLAH tak ada yang melakukan peribadatan dengan menari-nari. Menyanyi ada, bahkan TUHAN YESUS, para rasul dan makhluk-makhluk sorgawi dikisahkan suka menyanyi. Tapi menari, tak ada!

Itu rasanya karunia khusus yang hanya diberikan untuk raja Daud saja. Sebelumnya tidak ada, dan sesudahnya juga takkan ada lagi.

Tentang raja Salomo dikatakan:

1Raj. 3:12maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.

Tentang raja Hizkia dikatakan:

2Raja-raja
18:5Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia.

Tentang raja Yosia dikatakan:

2Raja-raja
23:25Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.

Jika semua raja-raja Israel kesalehannya diukur dengan kesalehan raja Daud, bukankah Daud termasuk orang-orang dengan karunia khusus?! Karena itu apa yang dilakukan oleh raja Daud bukan untuk konsumsi umum.

4. Kita harus membedakan antara ujian dengan hukuman. Jika kita tidak bersalah namun dihadapkan dengan masalah itu namanya ujian. Tapi jika kita mempunyai dosa, maka masalah yang kita hadapi itu merupakan hukuman. Jadi, ujian itu untuk orang benar, hukuman itu untuk orang bersalah atau berdosa.

Jadikan 10 Hukum ALLAH sebagai bahan introspeksi diri, apakah kita mempunyai dosa atau tidak kepada TUHAN.

5. Jika hukuman itu datangnya dari ALLAH, pasti hukuman itu dahsyat! Suatu masalah yang besar dan berat yang tidak mungkin bisa membuat orang tertawa, apa lagi untuk menari-nari. Sebab ALLAH tidak pernah main-main. Jika DIA menghukum, maka DIA akan mengenakan hukuman yang menyakitkan.

Kalau anak kecil marah lalu memukuli ayahnya dengan keras-keras, si ayah masih bisa ketawa-ketawa, sebab pukulan anak kecil itu tidak menyakitinya. Tapi coba seandainya anak itu sudah besar, sudah 17 tahun, marah lalu memukuli ayahnya. Kira-kira apa si ayah masih bisa ketawa-ketawa?

Jadi, kalau anda dipukul TUHAN lalu menari-nari, tidakkah itu sangat menghina TUHAN, seolah-olah pukulan TUHAN itu pukulan anak kecil? Itu umat yang kurangajar sekali namanya.

Sebab maksud pukulan TUHAN adalah supaya orang itu berpikir dan merenungkannya, supaya menggiringnya pada pertobatan. Kalau malah diajak menari-nari oleh pendetanya, itu namanya pelarian yang serupa dengan diajak mabuk untuk menghilangkan masalah dari pikirannya. Untuk sementara memang hatinya terhibur oleh minuman keras atau menari-nari di gereja. Tapi persoalan masih tetap ada karena belum diselesaikannya. Yang demikian itu namanya membohongi dirinya sendiri.

Tapi bukankah TUHAN mengajarkan supaya kita tetap bersukacita, tetap mengucap syukur sekalipun menghadapi banyak masalah?! Benar! Tapi 'kan bukan berarti menari-nari?! Sukacita dan ucapan syukurnya di dalam pikiran, bukan di dalam penampilan. Sukacita dan ucapan syukurnya kita tunjukkan kepada TUHAN yang melihat hati, bukan kita tunjukkan kepada manusia.

>> Saya bersukacita dan bersyukur, bahwa oleh sebab penyakit kanker ganas ini saya menjadi sadar akan dosa-dosa saya.

>> Saya bersukacita dan mengucap syukur oleh sebab masalah berat ini membuat saya ingat kepada TUHAN, dihentikan dari perbuatan jahat yang lebih besar, dan tanda bahwa TUHAN mengasihi saya.

Ibrani
12:7Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
12:8Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Ada logikanya, ada alasannya yang jelas kita bersukacita dan mengucap syukur itu. Bukan bersukacita dan mengucap syukur yang tidak jelas jelunterungannya. Sebab hanya orang gila saja yang menari-nari tanpa alasan yang jelas.

Alasan dan logika itu akan membentuk kekuatan, sehingga masalah bisa kita angkat dengan enteng, seperti binaragawan mengangkat barbel berat. Tapi menari-nari dengan alasan yang tak jelas akan seperti orang biasa yang memaksa mengangkat barbel yang berat. Pasti takkan kuat! Kegembiraan yang dipaksakan akan meledakkan kemurtadan!

6. Pertemuan jemaat adalah wadah bagi jemaat untuk saling berbagi rasa, saling menghibur. Kita yang mempunyai problem berat tidak malu untuk mengungkapkannya ke forum jemaat, sebab hubungannya sebagai saudara seiman yang harus saling menguatkan dan saling mendoakan. Sayang hubungan jemaat saat ini dipisahkan oleh rasa gengsi. Jemaat yang bermasalah gengsi untuk mengungkapkan permasalahannya, sementara jemaat yang sedang baik nasibnya enggan mendengarkan kisah-kisah menyedihkan. Kenyamanannya tidak mau diusik dengan kesusahan saudara seimannya. Tak ada kasih!

Coba kalau anda mempunyai teman akrab, pasti tak malu-malu untuk menceritakan apa saja. Di sini gereja telah gagal menjadikan sesama jemaat sebagai teman akrab, sehingga jemaat berteman akrab dengan orang-orang yang berbeda agamanya. Harusnya teman akrab itu jemaat gereja, bukannya tetangga.

7. TUHAN YESUS ketika menghadapi problem salib juga bukannya menari-nari, melainkan semakin tekun berdoa;

Mrk. 14:34lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."

Luk. 22:44Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

8. Segala sesuatu pergunakan kebijaksanaan. Jika gembira janganlah berlebih-lebihan dihanyutkan oleh kegembiraan sehingga menjadi takabur dan lupa daratan. Jika sedih janganlah berlebih-lebihan dihanyutkan oleh kesedihan sehingga menghancurkan pikiran maupun badan. Sebab semuanya akan berlangsung silih berganti. Tak selamanya anda akan bergembira, juga tak selamanya anda akan disusahkan.

9. Baik menari maupun menangis biarlah merupakan ekspresi pribadi, jangan dijadikan sebagai acara peribadatan. Jangan sampai orang susah disuruh menari, orang gembira disuruh menangis.

Pendeta janganlah membuat sensasi dengan mempermainkan emosi jemaatnya, seperti film komedi atau film sinetron yang membuat penontonnya tertawa atau menangis. Jadikan gereja sebagai rumah berkat, supaya ketika datang membawa masalah, ketika pulang masalahnya terpecahkan.

10. Di Perjanjian Lama, ALLAH memang ALLAH, sehingga umatNYA adalah hamba-hamba yang hatinya diliputi ketakutan dan ketegangan. Tapi di Perjanjian Baru ALLAH memposisikan DiriNYA sebagai BAPA, bukan lagi sebagai ALLAH. Karena itu datanglah ke hadiratNYA dengan wajar, dengan komunikatif dan kekeluargaan.



1 komentar:

  1. Saya sekeluarga mengucapkan banyak trima kasih kepada AKI MUPENG karena atas bantuannyalah saya bisa menang togel dan nomor gaib hasil ritual yang di berikan AKI MUPENG bener-bener dijamin tembus dan saat sekarang ini kehidupan saya sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya itu semua berkat bantuan AKI kini hutang-hutang saya sudah pada lunas semua dan.sekarang saya sudah buka usaha sendiri. jika anda mau bukti bukan rekayasa silahkan hubungi/sms AKI MUPENG di 0852 9445 0976, atau KLIK DISINI, insya allah angka beliau di jamin tembus dan beliau akan menbantu anda selama 3x putaran berturut-turut akan memenangkan angka togel dan ingat kesempatan tidak datang 2x,trima kasih.

    BalasHapus