Senin, 08 Februari 2016

APAKAH YESUS MEMBENCI ORANG KAYA?

Ini ayat-ayat tentang orang kaya yang bernada negatif:

Luk. 6:24         Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

Mat. 19:24       Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Pkh. 5:12         (5-11) Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.

Matius 16:26   Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Matius 19:21   Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Yakobus 5:1    Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
5:2       Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3       Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.

Apa alasannya?

>> Ams. 13:8  Kekayaan adalah tebusan nyawa seseorang, tetapi orang miskin tidak akan mendengar ancaman.

“Kekayaan adalah tebusan nyawa seseorang”, maksudnya, mendatangkan banyak ancaman dari orang-orang yang berniat jahat.

>> Ams. 22:1  Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Banyak orang demi memburu kekayaan mengabaikan nama baiknya. Lebih suka disebut koruptor dari pada memelihara nama baiknya.

>> Pkh. 5:10   (5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Kekayaan hanya merangsang hawa nafsu atau ambisi.

>> Pkh. 6:2     orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.

Banyak orang mengejar kekayaan tapi setelah berhasil mendapatkannya hidupnya seperti penjara baginya. Makan ini tak boleh, makan itu tak boleh. Jatuh sakit tak bisa mempergunakan harta kekayaannya untuk menyenangkannya. Mati, segala jerih-lelahnya dinikmati oleh anak-anaknya. Padahal masing-masing orang itu ada jalan hidupnya sendiri-sendiri. Bapak tidak wajib menyenangkan anak-anaknya, sebab tiap-tiap jiwa ALLAH Pemiliknya, ALLAH yang mengaturnya.

Seperti orang itu mengawali perjuangannya dari tidak punya apa-apa, demikianlah anak-anak tidak perlu menggantungkan nasibnya dari bapaknya. ALLAH sanggup menghantarkan anak-anak dari miskin ke sukses. Karena itu ada baiknya masing-masing orang lebih memperhatikan nasibnya sendiri-sendiri. Tak perlu menoleh ke istrinya, juga tak perlu menoleh ke anak-anaknya. Sebab jika TUHAN tidak memberinya kuasa untuk melindungi istri dan anak-anaknya, maka percuma saja dia memikirkan mereka.

Misalnya si suami sakit stroke dan lumpuh. Bisa apa dia dalam memikirkan nasib istri dan anak-anaknya? Karena itu lebih baik masing-masing orang, baik dia suami atau istri atau anak-anak memikirkan dirinya sendiri, yakni tentang keselamatan akheratnya. Sebab jika suami beriman, sekalipun dia lumpuh oleh stroke, dia bisa mendoakan seisi rumahnya kepada TUHAN. Dan doa itu lebih berkhasiat dari pada kekuatannya sendiri. Lebih baik perlindungan TUHAN dari pada perlindungan diri kita sendiri. Lebih baik perlindungan TUHAN dari pada perlindungan dari polisi atau tentara atau perusahaan asuransi manapun di dunia ini.

>> 1Tim. 6:9    Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Kekayaan sering menjauhkan orang dari TUHAN, bahkan tak membutuhkan TUHAN sama sekali. Sebab dia pikir dengan kekayaannya itu dia bisa berbuat apa saja.

>> 1Tim. 6:17  Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Kekayaan sering membuat orang menjadi takabur dan lupa daratan.

>> Lukas 12:48           Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

Semakin kaya semakin besar tanggungjawab dan kewajiban sosialnya terhadap janda-janda, yatim-piatu dan fakir miskin, sehingga jika itu tak dia penuhi akan membuatnya berdosa.

>> Yeh. 18:17  menjauhkan diri dari kecurangan, tidak mengambil bunga uang atau riba, melakukan peraturan-Ku dan hidup menurut ketetapan-Ku--orang yang demikian tidak akan mati karena kesalahan ayahnya, ia pasti hidup.

Banyak orang kaya yang melakukan kecurangan, korupsi, ketidakjujuran, membohongi dan menipu orang-orang lemah, menindas orang miskin, membungakan uangnya dengan bunga yang mencekik leher. Semakin kaya semakin kejam. Sebagai contoh adalah orang-orang pemungut cukai di zaman YESUS.

Siapa saja orang-orang yang diberkati ALLAH dengan kekayaan? Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Salomo, Ayub, dan lain-lainnya.

Siapa saja orang-orang kaya yang dikasihi ALLAH?

>> Ayub – baca kitab Ayub.

>> Zakheus, pemungut cukai yang bertobat;

Lukas 19:7      Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
19:8     Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
19:9     Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
19:10   Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

>> Kornelius, perwira Romawi yang baik hati;

Kisah 10:1       Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2     Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

Luk. 8:3           Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Perempuan-perempuan yang melayani rombongan YESUS dengan kekayaan mereka.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa orang kaya yang benar adalah orang yang tidak mempertahankan kekayaannya sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah menjadikan dirinya miskin di hadapan ALLAH. Banyak harta tapi seolah-olah miskin, seolah-olah tak punya apa-apa sebab dia menyadari bahwa semua itu harta titipan, bukan haknya.

Ayub 1:21       katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
1:22     Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Itulah prinsip yang dipegang Ayub ketika semua harta kekayaannya dimusnahkan iblis.

Matius 5:3       Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.


Tapi seorang miskin yang berlagak kaya atau bergaya hidup seperti orang kaya, maka dia termasuk orang kaya sekalipun tak punya apa-apa. Jadi, orang kaya yang seperti orang miskin akan termasuk orang miskin yang dikasihi ALLAH, sedangkan orang miskin yang seperti orang kaya akan termasuk orang kaya yang dibenci ALLAH. Dari sini kaya atau miskin bukan lagi didasarkan pada harta bendanya, tapi pada hati atau pikirannya. Banyak uang bukan masalah, sedikit uang bukan jaminan. 

1 komentar:

  1. Saya sekeluarga mengucapkan banyak trima kasih kepada AKI MUPENG karena atas bantuannyalah saya bisa menang togel dan nomor gaib hasil ritual yang di berikan AKI MUPENG bener-bener dijamin tembus dan saat sekarang ini kehidupan saya sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya itu semua berkat bantuan AKI kini hutang-hutang saya sudah pada lunas semua dan.sekarang saya sudah buka usaha sendiri. jika anda mau bukti bukan rekayasa silahkan hubungi/sms AKI MUPENG di 0852 9445 0976, atau KLIK DISINI, insya allah angka beliau di jamin tembus dan beliau akan menbantu anda selama 3x putaran berturut-turut akan memenangkan angka togel dan ingat kesempatan tidak datang 2x,trima kasih.

    BalasHapus