Senin, 23 November 2015

BAGAIMANA ALLAH MENUNGGANGBALIKKAN ISLAM - 3

7. Musibah ibadah haji; mengapa ritual ini selalu dibumbui dengan berbagai macam musibah?

CATATAN DUKA; MUSIBAH HAJI SELAMA 40 TAHUN

http://beritamuallaf.com/musibah-haji-selama-40-tahun/

Padang- Beritamuallaf.com – Catatan duka; musibah haji selama 40 tahun. Selama 40 tahun terakhir musibah haji telah menorehkan catatan duka. Banyak peristiwa sedih yang terjadi. Berikut adalah catatannya :
1975 Desember: Sebuah kebakaran besar dimulai oleh ledakan gas cannister di pemukiman jemaah haji dekat Mekkah membunuh 200 orang. – See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/09/26/39456/tragedi-mina-dan-beberapa-insiden-yang-terjadi-sepanjang-sejarah-haji/#sthash.0mZIvdhy.dpuf
1979
20 November: Ratusan orang bersenjata yang menentang pemerintah Saudi membarikade diri di dalam Masjidil Haram, mengambil puluhan jamaah sebagai sandera. Jumlah korban resmi dari penyerangan dan pertempuran berikutnya adalah 153 orang tewas dan 560 terluka.
1987
31 Juli: Pasukan keamanan Saudi membubarkan protes tidak sah yang dilakukan oleh penganut Syi’ah asal Iran. Lebih dari 400 orang, termasuk 275 warga Iran tewas, menurut korban resmi.
11 September: 109 orang wafat dan ratusan lainnya luka-luka, termasuk banyak orang asing, ketika sebuah cran jatuh pada Masjidil Haram Mekkah setelah angin kencang dan hujan deras.
24 September : Sebuah insiden desak-desakan selama prosesi pelaksaan melontar jumrah di Mina, dekat Mekkah, menyebabkan setidaknya 800 orang meninggal dan ratusan luka-luka.
1989
10 Juli: Sebuah serangan kembar di luar Masjidil Haram membunuh satu dan melukai 16. Enam belas orang Kafir Syi’ah asal Kuwait dinyatakan bersalah kejahatan tersebut dan minggu dieksekusi kemudian.
1990
2 Juli: Sebuah inseden desak-desakan besar di sebuah terowongan di Mina setelah kegagalan dalam sistem ventilasi yang membunuh 1.426 jamaah, terutama dari Asia.
1994
24 Mei : 270 orang tewas dalam insiden berdesak-desakan selama prosesi melempar jumrah, sebuah peristiwa yang otoritas hubungkan dengan “besarnya jumlah” jemaah haji dalam satu waktu di tempat tersebut.
1995
7 Mei: Tiga orang meninggal dan 99 terluka ketika terjadi kebakaran di pemukiman jemaah haji di  Mina.
1997
15 April: Sebuah kebakaran disebabkan oleh kompor gas menghanguskan sebuah pemukiman jemaah haji di Mina, menewaskan 343 orang dan melukai sekitar 1.500.
1998
9 April: Lebih dari 118 orang tewas dan 180 terluka dalam insiden desak-desakan di Mina.
2001
5 Maret: 35 jemaah, termasuk 23 perempuan, meninggal pada prosesi melempar jumrah di Mina.
2003
11 Februari: 14 jemaah haji, termasuk enam wanita, meninggal pada hari pertama dari ritual melempar jumrah.
2004
1 Februari: 251 orang tewas dalam sebuah insiden berdesak-desakan di Mina.
2005
22 Januari: Tiga jamaah meninggal karena tertimpa runtuhan dalam prosesi melempar jumrah di Mina.
2006
6 Januari: 76 orang meninggal ketika sebuah hotel runtuh di pusat kota.
12 Januari: 364 jamaah meninggal dalam desak-desakan selama ritual melontar jumrah di Mina.
2015
11 September: 109 orang wafat dan ratusan lainnya luka-luka, termasuk banyak orang asing, ketika sebuah cran jatuh pada Masjidil Haram Mekkah setelah angin kencang dan hujan deras.
24 September : Sebuah insiden desak-desakan selama prosesi pelaksaan melontar jumrah di Mina, dekat Mekkah, menyebabkan setidaknya 800 orang meninggal dan ratusan luka-luka.

8. Aceh disebut Serambi Mekkah, dihantam habis oleh gelombang tsunami. Mengapa harus Aceh? Mengapa bukan Jakarta yang juga terancam Sunda Megathrust?

Sunda Megathrust Bisa Picu Tsunami Hingga Sudirman

Kalau terjadi gempa 8-10 SR, tsunami empat meter bisa sampai Sudirman.

http://metro.news.viva.co.id/news/read/492348-sunda-megathrust-bisa-picu-tsunami-hingga-sudirman


9. Indonesia adalah negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia. Tapi mengapa sejak tahun 2004 hingga sekarang masih tak henti-hentinya diterjang berbagai bencana alam?

Populasi Umat Islam di Indonesia Terus Berkurang Akibat Kristenisasi Atau Pemurtadan


https://www.idjoel.com/populasi-umat-islam-di-indonesia-terus-berkurang-akibat-kristenisasi-atau-pemurtadan/

Populasi Umat Islam di Indonesia Terus Berkurang Akibat Kristenisasi Atau Pemurtadan – Era tahun 1980 populasi umat islam di indonesia masih lebih dari 90%, maka pada tahun 2000 populasi umat islam di indonesia turun ke angka 88,2% dan juga tahun 2010 turun lagi men-jadi 85,1%. Di Indonesia pertumbuhan agama Islam justru menurun drastis, seperti data di bawah ini:
  1. Berlandaskan hasil riset Yayasan Al Atsar Al-Islam (Magelang) dan juga dalam rangkaian investigasi diperoleh data bahwa memang mulai tahun 1999-2000 Kristen dan juga Khatolik di Jateng telah meningkat dari 1-5 % diawal tahun 1990, kini atau sekarang naik drastis 20-25% dari total jumlah penduduk Indonesia.
  2. Dari laporan Riset Departmen Dokumentasi dan juga Penerangan Majelis Agama Wali Gereja Indonesia, semenjak tahun 1980-an tiap tahunnya laju pertumbuhan umat Khatolik: 4, 6%, Protestan 4, 5%, Hindu 3, 3%, Budha 3, 1% dan juga ISLAM CUMA 2, 75% yang paling rendah.
  3. Dalam buku Gereja dan juga Reformasi penerbit Yakoma PGI tahun 1999 oleh Pendeta Yewanggoe. Dijelaskan bahwa memang jumlah umat Kristiani di Indonesia telah berjumlah lebih 20%. Ini adalah upaya dari Misionaris, Seperti pada artikel ini (Video Pemurtadan Kristenisasi di Car Free Day Jakarta). Sedangkan menurut data Global Evangelization Movement telah mencatat pertumbuhan umat Kristen di Indonesia telah mencapai lebih 40. 000.000 manusia (19 % dari total 210 jumlah penduduk Indonesia)
  4. BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia melaporkan bahwa memang penurunan jumlah umat Islam di Indonesia. Contohnya di Sulawesi Tenggara turun men-jadi 1, 88%. Demikian pula di Jawa Tengah, NTT dan juga wilayah Indonesia lainnya. Bisa dipastikan Pengosongan Kolom Agama di KTP untuk mempercepat Misionaris melakukan aksinya.
  5. Mantan Menteri Agama RI, Suryadharma Ali menyatakan, beberapa tahun belakangan ini jumlah umat Islam di Indonesia terus mengalami penurunan. Padahal di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Semula, jumlah umat Islam di Indonesia mencapi 95 persen dari seluruh jumlah rakyat Indonesia. Dengan cara pelan pelan terus berkurang men-jadi 92 persen, turun lagi 90 persen, lalu men-jadi 87 persen, dan juga kini anjlok men-jadi 85 persen.
Nah, Menurut data Mercy Mission, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia Murtad dan juga masuk agama Kristen tiap tahun. Kalau ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim.

10. Hari raya Lebaran, mengapa justru menjadi puncak meningkatnya berbagai macam kejahatan dan kecelakaan dari antara bulan-bulan dalam setahun?

Jumlah Korban Mudik Lebih Tinggi dari Bencana Alam

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengungkapkan, korban jiwa selama mudik lebih banyak ketimbang korban bencana alam selama setahun. 

"Tentu ini sebuah tragedi. Mudik hanya berlangsung sekitar 20 hari. Sedangkan dalam satu tahun terjadi beberapa jenis bencana alam," kata Sutopo dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin, 5 Agustus 2013. 

Selama masa mudik 2012, terdapat korban meninggal 908 orang, 1.505 orang luka berat, dan 5.139 orang luka ringan. Sedangkan korban bencana tahun lalu tercatat 641 orang meninggal dan 226 orang hilang. Pada 2012, tejadi 13 bencana. 

Tahun ini, Korps Lalu Lintas Polri mencatat, dalam Operasi Ketupat yang baru berlangsung dua hari selama 2-3 Agustus 2013, terdapat 224 kasus kecelakaan yang menelan 60 korban meninggal. Sebagian besar korban meninggal akibat kecelakaan sepeda motor.

Sutopo mengakui korban bencana bergantung pada magnitude dari bencana yang ada. Pada 2010, adanya banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai, erupsi Merapi, dan bencana kecil lainnya menelan korban meninggal dan hilang 4.186 orang. Pada 2011, korban bencana 1.864 orang.

Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan korban kecelakaan lalu lintas secara keseluruhan jauh lebih kecil. Korban meninggal tahun 2010 akibat kecelakaan lalu lintas sebanyak 31.234 orang. Tahun 2011 ada 30.629 orang dan tahun 2012 ada 27.441 orang. 

Menurut data World Health Organization (WHO), jalan raya menjadi pembunuh nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung koroner dan tuberkulosa. Di Indonesia, menurut data Kepolisian Republik Indonesia, selama 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia 27.441 orang.

Menurut Sutopo, untuk mengatasi berulangnya korban selama mudik Lebaran perlu pembenahan yang radikal. Teori risiko bencana dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengatasi masalah yang ada. "Risiko adalah perkalian antara bahaya dan kerentanan dibagi dengan kapasitas yang ada," kata Sutopo. 

Bahayanya adalah kecelakaan lalu lintas itu sendiri, baik di darat, laut, maupun udara. Kerentanan menyangkut kondisi, antara lain terbatasnya ruas jalan, kerusakan jalan, jumlah pemudik yang terus meningkat, terbatasnya angkutan massal, faktor cuaca, kelelahan pengendara, serta kurang laiknya kendaraan. Adapun kapasitas menyangkut jumlah aparat dan pos kesehatan.

Sutopo mengatakan perlu segera angkutan massal yang memadai. Menurut dia, mudik Lebaran adalah masalah yang kompleks, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. "Apalagi ini adalah ritual tahunan yang waktunya dapat diprediksikan sebelumnya sehingga antisipasi dapat dilakukan," ucap dia.


Selama 2013 Sudah Terjadi 356 Bencana

BENCANA INDONESIA: Selama 2013 Sudah Terjadi 356 Bencana


JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana melansir data sementara kejadian bencana selama 2013 ada 356 bencana.
Dampak dari bencana tersebut tercatat ada 297 orang meninggal, 412.391 jiwa mengungsi, 27.762 rumah rusak, dan ratusan fasilitas umum rusak.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dari total kejadian itu terjadi 128 puting beliung.
“Bencana puting beliung itu menimbulkan kematian pada 91 orang, sekitar 1.667 mengungsi, dan 9.912 rumah rusak,” katanya dalam situs BNPB, Kamis (25/4).
Untuk bencana banjir terjadi 122 kejadian hingga menimbulkan korban 93 orang meninggal 355.248 mengungsi, dan 17.920 rumah rusak.
Sedangkan longsor terdapat 84 kejadian dengan 128 orang meninggal, 42.762 jiwa mengungsi, dan 685 rumah rusak, serta total kerugian ekonomi ratusan miliar rupiah.
Sutopo menjelaskan perubahan iklim global secara nyata berpengaruh berubahnya watak hujan dan cuaca.
Bahkan, lanjutnya, kerentanan di masyarakat juga makin meningkat, apalagi jutaan penduduk Indonesia bertempat tinggal di daerah-daerah rawan tinggi dari bencana hidrometeorologi.

Mengapa Ummat Islam Mundur dan Ummat Selain Islam Maju?



1 komentar: