Senin, 21 April 2014

MAZMUR – 34



Download:



PASAL   39;


39:1     Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud. (39-2) Pikirku: "Aku hendak
             menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku
             dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku."

      

==K.Kecil== Yedutun
 TB-  Dalam petunjuk musik beberapa Mazmur (/TB Mazm 39:1; 62:1; 77:1)
      disebut nama seorang pemimpin biduan pada zaman Daud (bandingkan
      /TB 1Taw 25:1; 2Taw 5:12).

Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut:
Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri.


              Kalau anda di terminal-terminal, pasti ada pengumuman dari petugas terminal melalui
              speaker: “Berhati-hatilah dengan barang bawaan anda.” Sebab di tempat-tempat umum
              seperti itu banyak sekali copetnya. Anda harus menjaga baik-baik tas dan dompet anda
              supaya tidak berpindah tangan.

              Kenapa yang perlu menjaga diri harus anda, bukan copetnya yang disingkirkan? Sebab polisi
              atau petugas keamanan tidak mungkin membersihkan copet-copet itu. Mereka baru bertindak
              setelah adanya laporan. Itupun belum tentu bisa berhasil menangkap pelakunya. Karena itu
              andalah yang harus berhati-hati sendiri.

              Demikian pula dengan kita yang tinggal di dunia ini, yang tinggal di tengah-tengah orang
              berdosa, kitalah yang perlu menjaga diri sendiri. Supaya ketika kita menerima gangguan atau
              perlakuan yang kurang baik dari mereka, kita jangan berkata-kata memaki mereka atau
              melakukan pembalasan atas perlakuan jahat mereka. Kejahatan mereka jangan sampai
              menyeret kita kepada dosa.

              Sebab ketika orang berbuat jahat kepada kita, yang YAHWEH amat-amati adalah kita.
              YAHWEH ingin tahu bagaimana kita menyikapinya, apakah benar ataukah salah. YAHWEH
              tidak memperhatikan mereka, sebab mereka orang-orang kafir. Mereka tidak dihakimi dalam
              hal kejahatan yang mereka lakukan, tapi sudah dihakimi sebagai orang-orang kafir. Tapi kita
              dihakimi berdasarkan ajaran yang pernah kita terima.

              >> 1Petrus   3:9        dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki
                                                    dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati,
                                                    karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.
                                                   

39:2     (39-3) Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku
              makin berat.

              “Aku jauh dari hal yang baik” maksudnya, Daud sudah mendiamkan kejahatan-kejahatan
               orang yang ditimpakan kepadanya. Daud sudah menyikapinya dengan benar, “tetapi
               penderitaanku makin berat.”

               Mengapa orang semakin benar semakin berat cobaannya? Sebab YAHWEH bermaksud
               meningkatkan kelas kita. Kita digiring untuk mencapai kesempurnaan seperti YAHWEH.
               Masih bisanya cobaan itu ditingkatkan, itu artinya kita masih jauh dari puncak kita. Sama
               seperti lain gunung lain tingginya, demikianlah masing-masing orang itu berbeda-beda
               puncaknya. Dan menjadi pekerjaan setiap orang adalah menyelesaikan puncaknya. Sampai
               dengan waktu kematian kita, kita harus sudah bisa mencapai puncak kebenaran kita. Itulah
               harapan YAHWEH atas kita.

               Adapun nilai berat itu relatif. Apa yang saya anggap berat bisa jadi itu ringan bagi anda,
               atau apa yang saya anggap ringan bisa jadi itu berat bagi anda. Misalnya, kalau soal
               mendapatkan uang sejuta, itu persoalan yang ringan bagi anda. Tapi bagi saya itu berat
               sekali.

               Dari antara sobat-sobat saya, ada yang pekerjaannya gampang, ada yang cari jodohnya sulit,
               juga ada yang ekonominya selalu pas-pasan. Suatu kali saya menasehati yang pekerjaannya
               gampang supaya dia belajar mengucap syukur. Saya katakan begini:

               “Kamu biarpun harus berjungkirbalik nyatanya bisa kawin. Tapi suruhlah si A
                berjungkirbalik kalau dia bisa kawin sekarang. Kamu biarpun harus berjungkirbalik
                nyatanya bisa membeli rumah. Tapi suruhlah si B berjungkirbalik kalau dia bisa membeli
                rumah.”

                Maksud saya, masing-masing orang itu ada talentanya sendiri-sendiri. Apa yang YAHWEH
                berikan ke anda, berbeda dengan yang YAHWEH berikan ke orang lain. Tidak bisa diiri dan
                 jangan memaksakan diri untuk mendapatkan apa yang menjadi milik orang lain. Sekalipun
                dengan memaksakan diri mungkin bisa anda dapatkan, tapi anda telah berdosa karena
                tidak mensyukuri porsi anda itu. Dan tidak mensyukuri pemberian YAHWEH itu
                melecehkan YAHWEH, membuat YAHWEH marah dan menjadi musuh anda. Itulah
                sebabnya anda ditimpa berbagai masalah.

                Jadi, jangan kaget atau heran jika semakin anda benar semakin berat ujiannya. Itu artinya
                anda semakin meningkat. Sama seperti dari kelas satu naik ke kelas dua, pasti semakin berat
                pelajarannya. Harusnya bersyukur, ‘kan, karena naik kelas?!

39:3     (39-4) Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku
              berbicara dengan lidahku:

              Kalau anda menghadapi masalah, berdoalah pada TUHAN. Jangan mengambil tindakan
              sendiri.

39:4     (39-5) "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku
              mengetahui betapa fananya aku!

              “Beritahukanlah ajalku” artinya, memohon TUHAN mengingatkan bahwa kita ini manusia
               yang fana. Kalau kita ini manusia yang fana, maka apakah sangu kita; catatan kebaikan
               atau catatan kejahatan? Kita harus menjaga diri kita untuk selalu baik, benar dan kudus
               supaya sewaktu-waktu kita harus mati, kita tercatat sebagai orang yang benar.

              Kuatirnya, setelah kita membalas pukulan orang, kita mati dalam kecelakaan. Bukankah kita
              mati dalam keadaan membawa dosa yang belum sempat kita lepaskan?!

              >> Matius   5:23        Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas
                                                    mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati
                                                    saudaramu terhadap engkau,
                                  5:24       tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah
                                                     berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk
                                                     mempersembahkan persembahanmu itu.

               Maksudnya, selesaikanlah segala perkara kita. Jangan mempunyai tunggakan dosa ketika
               kita menghadap YAHWEH – mati.

39:5     (39-6) Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku
              seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela


telempapte.lem.pap
[n] tapak tangan


              “Beberapa telempap saja umurku” artinya, hanya setelapak tangan saja umur kita. Hanya
              sedikit.

              “Manusia hanyalah kesia-siaan.” Apa kesia-siaan kita?

              Tanpa TUHAN, sepintar atau sekuat apapun kita tak ada gunanya. Semua yang kita miliki
              harus kita lepaskan ketika kita mati.

              Kita mengumpulkan harta, tapi sebanyak apapun harta kita harus kita lepaskan. Kita bisa
              membuat pesawat terbang, tapi tak bisa kita bawa mati. Kita mempunyai kekuatan seperti
              apapun juga tak ada artinya sama sekali.

              Semua jerih payah kita di kolong langit ini seperti usaha menjaring angin. Angin itu ada tapi
              tak bisa kita tangkap.

              >> Matius   16:26      Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan
                                                      nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti
                                                      nyawanya?


39:6     (39-7) Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan
              menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.

              Yang sial adalah; ketika miskin ingin sekali makan ayam goreng. Tapi ketika sudah kaya
              dokter melarangnya.

39:7     (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku
              berharap.

              Jika semua yang kita kerjakan tak ada gunanya, apakah yang harus kita harapkan?
              Harapkanlah TUHAN! Supaya di tangan TUHAN, debu ini bisa dibentuk menjadi sesuatu
              yang indah dan berguna. Supaya tongkat ini bisa dijadikan ular, supaya yang kecil ini bisa
              dijadikannya besar.

39:8     (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal!

             “Jangan jadikan aku celaan orang bebal.” Lebih baik kita dicela oleh YAHWEH yang kudus
              daripada dicela oleh orang berdosa. Karena itu jagalah tabiat kita, supaya orang-orang kafir
              tidak mengata-ngatai kita: “Kamu itu Kristen brengsek!” – “Kamu itu penginjil bajingan!”

              Jika sampai begitu, itu tandanya kita ini sudah sangat keterlaluan sekali. Sebab kalau kita
              hanya bersalah sedikit, tak mungkin orang sampai berkata-kata seperti itu.

              Puji TUHAN, di milis ini sekalipun banyak orang marah pada saya, namun belum pernah
              saya sampai dimaki-maki yang seperti itu. Kalaupun ada, orang itu harus kita golongkan
              orang gendeng, sebab maki-makiannya tidak tepat – berlebih-lebihan.

              Tapi orang Kristen yang seperti Samuel, pengelolah panti asuhan yang menganiaya dan
              mencabuli anak asuhnya, tentu tidaklah salah kalau diumpat orang seperti itu, bukan?!

39:9     (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak.
39:10   (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu.

              “Hindarkanlah aku dari pukulanMU.” Sebab masih lebih enak dipukul orang daripada
              dipukul TUHAN. Lebih enak di dalam penjara daripada di dalam neraka.

              YAHWEH itu panjang sabar. Tapi sekali saja DIA marah, buruk sekali nasib kita. Karena itu
               jagalah di sepanjang kesabaran YAHWEH, supaya jangan sampai IA marah.

              Jika air mendidih dalam suhu 100 derajat Celcius, asal suhunya dibawah 100 derajat Celcius,
              air itu belum akan mendidih.

              Seorang sobat bermimpi ada pensil raksasa yang ujungnya keropos, lalu dia bertanya; apa
              artinya? Dijawab dalam mimpi itu: “bertanyalah kepada orang suci yang hidupnya seperti
              gelandangan.” Dan itu dia tanyakan ke saya. Saya artikan; pensil raksasa adalah
              pekerjaanmu yang besar. Itu akan hancur kalau hidupmu keropos. Kalau kamu banyak
              berpikir sehingga sakit-sakitan, bagaimana kamu bisa bekerja?


39:11   (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan
              menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah
              kesia-siaan belaka. Sela
39:12   (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong,
              janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang
              seperti semua nenek moyangku.

              Bumi ini milik YAHWEH, bukan milik kita. Hidup ini milik YAHWEH, bukan milik kita
              sendiri. Apa yang kita hirup[udara] dan apa yang kita makan, semuanya adalah milik
             YAHWEH, tak ada yang milik kita. Kita ini menumpang pada YAHWEH. Karena itu jangan
             sombong.

39:13   (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi
              dan tidak ada lagi!"

              “Alihkanlah pandanganMU daripadaku” artinya; jangan memelototi aku terus, jangan
               membidik aku terus, jangan menyorot aku terus, jangan mengincar aku terus,  jangan
               memusuhi aku terus.

              Kita kalau diawasi dan dikuntit orang kayak maling, ‘kan sakit sekali perasaan kita?!




>> MAZMUR 1 – 30

    Download:

>> MAZMUR – 31

     Download:

>> MAZMUR – 32

      Download:

>> MAZMUR – 33

     Download:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar