Kamis, 17 April 2014

MAZMUR – 32



Download:



PASAL  36;


36:1     Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, dari Daud. (36-2) Dosa bertutur di lubuk hati
              orang fasik; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu,

              Isi pikiran orang berdosa adalah dosa. Hanya hal-hal yang tidak benar yang dipikirkannya.
              Tak ada rasa takut pada YAHWEH. Sebab pikirannya yang gelap, seperti awan yang
              menutupi sinar matahari. TUHAN tak terlihat olehnya. Seperti orang buta yang tak melihat
              terang.

              Pikirannya dosa, perkataannya dosa dan perbuatannya juga dosa. Karena merasa aman,
              karena tidak ada tindakan dari TUHAN, sehingga semakin hari semakin menjadi-jadi.

              Dosa, kawin dengan dosa, tinggal di lingkungan dosa, maka lahirlah anak-anak dosa yang
              subur, bertumbuh dan berbuah lebat. Sama seperti tanaman ganja yang tumbuh subur di
              bumi Aceh dan berada di tangan orang-orang yang tidak beriman, maka jadilah Aceh kota
              ganja. Aceh telah mengundang polisi, sama seperti dosa yang mengundang hukuman.

              Jadi, kalau hukuman datang, itu adalah karena dia diundang oleh dosa.


36:2     (36-3) sebab ia membujuk dirinya, sampai orang mendapati kesalahannya dan membencinya.

              Salah satu sifat manusia yang unik adalah sekalipun dirinya jahat namun tak mau dijahati
              orang. Seorang malingpun tidak mau dimalingi. Dia mau mencuri barang orang lain, tapi tak
              mau barangnya dicuri orang.


36:3     (36-4) Perkataan dari mulutnya ialah kejahatan dan tipu daya, ia berhenti berlaku bijaksana
              dan berbuat baik.
36:4     (36-5) Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya, ia menempatkan dirinya di jalan yang
              tidak baik; apa yang jahat tidak ditolaknya.
36:5     (36-6) Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan.
36:6     (36-7) Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera
             raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN.
36:7     (36-8) Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam
              naungan sayap-Mu.
36:8     (36-9) Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka
              minum dari sungai kesenangan-Mu.
36:9     (36-10) Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.
36:10   (36-11) Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu
              bagi orang yang tulus hati!
36:11   (36-12) Janganlah kiranya kaki orang-orang congkak menginjak aku, dan tangan orang fasik
             mengusir aku.
36:12   (36-13) Lihat, orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh; mereka dibanting dan tidak
              dapat bangun lagi.


PASAL  37;

37:1     Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang
             yang berbuat curang;

             Di warnet, ada 2 orang yang sangat menjengkelkan hati saya karena sombong dan berlagak
              jagoan. Berkali-kali ambil rokok dan pinjam korek saya tanpa aturan sama sekali. Sudah saya
              pelototin dengan ekspresi tidak suka, tapi masih juga diulang-ulanginya. Berkali-kali saya
              hampir murka tapi bisa saya tahan. Yang saya pikirkan: “Jika masalah ini di dengar orang di
              milis ini, betapa malunya saya.” Masak saya bertengkar karena rokok dan korek? Padahal
              sebenarnya bukan masalah itu tapi aturan merekalah yang saya persoalkan.

              Pada saat saya sudah tidak tahan lagi, akhirnya saya bawa dalam doa. Saya mendesak
              TUHAN supaya membalaskan sakit hati saya. Apa yang terjadi? Yang seorang kehilangan
              handphone dan ada seorang anak yang menyaksikan kalau diambil yang satunya. Wouh,
              warnet ramai jadinya. Mereka berantem dan saling bermusuhan jadinya. Dan mereka
              melanjutkan permusuhan itu di luar warnet, bahkan konon tawuran dengan senjata-senjata
              tajam.

              Jadi, nggak perlu kita mengotori tangan kita. Nggak perlu kita marah pada orang yang jahat.
             Sebab jika seseorang berbuat jahat pada kita, biasanya itu sudah merupakan kebiasaannya.
              Dia jahat bukan karena membenci kita, tapi karena sudah kebiasaannya. Jika memang
              seperti itu, maka yakinlah bahwa akan ada orang lain yang akan mengambil tindakan
              terhadapnya. Tak perlu tangan kita sendiri.

              Peganglah peribahasa ini: “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga.”

              Penjara adalah bukti bahwa tupai itu akhirnya jatuh juga. Ketika mencuri di tempat kita, dia
              bisa lolos. Tapi di tempat lain, dia tertangkap.

37:2     sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.
37:3     Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah
              setia,

              Apapun masalah yang kamu hadapi, tetaplah sebagai orang baik. Jangan sampai ada satu
              perkarapun yang sampai membuat kamu menjadi orang jahat. Jangan karena dipukul lalu
             kamu membalas memukul. Apakah kamu tidak akan dihukum sebagai pemukul? Jangan
             karena lapar atau miskin kamu mencuri. Apakah kamu tidak akan dihukum sebagai pencuri?

              “Diamlah di negeri” maksudnya, tetaplah tinggal di tempatmu. Jika kamu orang baik jangan
              pindah menjadi orang jahat. Jika kamu orang yang rendah hati jangan pindah menjadi
              sombong. Itu kemerosotan namanya.

              Saya mempunyai catatan tentang orang-orang yang pernah menghina saya, dan saya
              mendapati kejatuhan-kejatuhan mereka di tempat yang sangat hina dan memalukan. Selalu
              ada saja yang melaporkan keadaan mereka ke saya dan saya memprihatinkannya. Kenapa
              TUHAN membalas mereka sedemikian hebat?

37:4     dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang
             diinginkan hatimu.

              Ada teman bercerita kepada saya; dulu gaji sedikit bisa menabung, tapi kini gaji besar malah
              banyak utangnya. Aneh, ‘kan?!

              Kenapa bisa begitu? Sebab terjadi kenaikan pula pada gaya hidupnya. Pakaian harus mahal,
              sepatu harus yang bermerk, mobil harus yang terbaru, sekolahan anak-anak harus yang
              bergengsi, makan harus di restorant terkenal, dan lain-lainnya.

              Dulu dia berpikir kekayaan bisa membawa kebahagiaan. Tapi kini dia mendapati bahwa
              kekayaan hanya membuatnya semakin pusing. Lihat saja pada aktifitas artis Agnes Monica
              dan Syahrini. Saya pikir mereka itu makin kaya makin galau. Mereka bingung dengan harta
              dan kecantikan mereka. Percayalah, tak lama lagi ke-2 ekor burung yang terbangnya terlalu
              tinggi ini sudah semakin mendekati kejatuhannya. Sebab Himalayapun ada puncaknya. Tak
              ada gunung tinggi yang tak ada puncaknya. Dan setelah puncak dia harus menurun. Kalau
              tak mau turun, dia terus terbang ke langit, maka dia akan jatuh dan terluka. Sebab dia
              manusia, bukan burung.

37:5     Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
37:6     Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.            
37:7     Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang
              berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

              Orang berhasil versi dunia adalah kaya dan kedudukan tinggi. Tapi bagi orang Kristen bukan
              kekayaan dan kedudukan yang menyelamatkan, tapi pengenalannya akan TUHAN.

              Orang-orang kaya tak ada yang memberi saya sesuatupun, tapi sayalah yang memberikan ini
              dan itu kepada mereka. Jikapun mereka memberi saya, itupun tak sebanyak apa yang saya
              berikan kepada mereka. Mereka memberi saya uang. Beberapa haripun habis tak berbekas.
              Tapi pengetahuan yang saya bagikan kepada mereka, siapakah pencurinya?

37:8     Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa
              kepada kejahatan.

              Boleh marah tapi hentikanlah segera. Jangan diterus-teruskan. Jangan diumbar atau
              dimanjakan. Ambil kalkulator, hitunglah untung ruginya. Jika untung ya lanjutkanlah
              marah, tapi jika rugi buat apa dilanjutkan?

              >> Efesus  4:26         Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa:
                                                     janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

              Hentikanlah kemarahanmu pada waktu matahari telah terbenam. Maksudnya, jangan
              disimpan hingga berhari-hari.

37:9     Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-
              nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.

              Daripada tangan kita yang memukul orang, serahkanlah kepada TUHAN supaya TUHAN
              yang memukulnya. Supaya TUHAN yang menghakimi.

37:10   Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan
              tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi.
37:11   Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena
              kesejahteraan yang berlimpah-limpah.

              Saya memang miskin harta. Tapi soal damai sejahtera, saya ini kayaraya.

37:12   Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan menggertakkan giginya
              terhadap dia;
37:13   Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat.
37:14   Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-
             orang sengsara dan orang-orang miskin, untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur;
37:15   tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri, dan busur mereka akan
             dipatahkan.

              Orang berdosa akan dibinasakan oleh dosanya sendiri. Di hadapan YAHWEH tak ada orang
              yang menanggung perbuatan orang lainnya. Tak ada konsep ayah makan buah mentah, gigi
              anaknya menjadi ngilu. Tapi masing-masing orang akan menanggung perbuatannya sendiri.

37:16   Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik;

              Saya, hanya dengan uang Rp. 25.000,- bisa memberkati berjuta-juta orang. Tapi anda,
              dengan uang berjuta-juta, hanya bisa untuk kenikmatan diri sendiri. Saya, dengan
              pengetahuan sedikit, saya manfaatkan untuk lebih mengenal TUHAN. Tapi  anda, dengan
              pengetahuan yang banyak, anda meninggalkan TUHAN.

37:17   sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orang-orang benar.
37:18   TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-
              lamanya;
37:19   mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang
              pada hari-hari kelaparan.

              Orang saleh, pada waktu menghadapi masalah akan tetap tegar, tidak terhuyung-huyung.
              Dan di waktu penghakiman takkan ketakutan.

37:20   Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHAN seperti keindahan padang
              rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap.
37:21   Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan
              pemurah.

              Orang berdosa berpikirnya, kalau bisa utangpun tak usah dibayar. Tapi orang benar
              sekalipun disakiti tetap murah hati. Tak ada suatu masalahpun yang bisa menghentikan
              kemurahan hatinya.


37:22   Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang
              yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.
37:23   TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
37:24   apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

              http://www.youtube.com/watch?v=u2QSYcMBSFI


              Enaknya punya TUHAN adalah apabila kita jatuh ada yang menolong kita. Enaknya punya
              boss adalah kalau sedang kesulitan uang bisa utang. Enaknya masuk asuransi adalah kalau
              kita sakit ada yang membiayai pengobatan kita.

37:25   Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar
              ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

              TUHAN adalah jaminan kehidupan kita. Di dalam TUHAN takkan ada seorangpun yang
              akan berkekurangan. Tapi ini adalah syair atau gaya bahasa sastra yang luas artinya. Sebab
              di zaman nabi Elia, ketika di Israel terjadi kelaparan, TUHAN menyuruh nabi Elia ke rumah
              seorang janda di Sarfat dan meminta roti padanya. Begitu pula dengan kehidupan para rasul;

              >> 2Korintus  11:27  Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak
                                                     tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan
                                                     tanpa pakaian,

              Semua orang pasti mengalami ujian. Tak ada umat TUHAN yang bisa menikmati
              kemakmuran dan kemapanan sebagaimana yang anda mimpi-mimpikan.

37:26   tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

              Menjadi berkat. Jika berkat anda artikan uang, saya tak pernah menikmati berkat anda. Tapi
              jika bisa diartikan rohani, maka betapa banyaknya berkat yang telah saya bagi-bagikan ke
              anda.

37:27   Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk
             selama-lamanya;
37:28   sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya.
             Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan
              dilenyapkan.
37:29   Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.
37:30   Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum;
37:31   Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah.
37:32   Orang fasik mengintai orang benar dan berikhtiar membunuhnya;
37:33   TUHAN tidak menyerahkan orang benar itu ke dalam tangannya, Ia tidak membiarkannya
              dinyatakan fasik pada waktu diadili.
37:34   Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk
             mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan.
37:35   Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras
              Libanon;
37:36   ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya, tetapi tidak ditemui.
37:37   Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang
              suka damai akan ada masa depan;
37:38   tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-
             orang fasik akan dilenyapkan.
37:39   Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada
             waktu kesesakan;
37:40   TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan
              orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.




>> MAZMUR 1 – 30

    Download:

>> MAZMUR – 31

     Download:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar