Selasa, 15 April 2014

MAZMUR – 31




Download:



PASAL  35;


35:1     Dari Daud. Berbantahlah, TUHAN, melawan orang yang berbantah dengan aku,
             berperanglah melawan orang yang berperang melawan aku!

             Itulah yang selalu saya lakukan kalau saya kelabakan menghadapi pertanyaan orang tentang
             Alkitab. Saya bentangkan pertanyaan orang tersebut kepadaNYA supaya DIA yang menjawab.
             Saya berkata kepada TUHAN: “Memangnya siapakah saya sehingga saya yang harus
             menjawab pertanyaan tersebut? Apakah saya pendeta? Apakah saya pernah sekolah
             kependetaan?” Maka pada saat itu juga TUHAN karuniakan terang ke dalam pikiran saya,
             sehingga saya menjadi tahu bagaimana harus menjawabnya, dan saya selalu menang.

              Ketika saya menjadi TSPM di kota Ponorogo, seorang santri dari pondok pesantren Gontor
              menyuruh saya mempelajari buku “The Choice” – Ahmad Deedat. Di halaman awal buku itu
              membahas masalah Ulangan 18:15; nabi yang seperti Musa. Siapakah nabi yang seperti
              Musa? JESHUA atau Muhammad-kah? Dan buku itu memberikan fakta-fakta yang kuat
              bahwa nabi yang seperti Musa itu adalah Muhammad, bukan JESHUA ha MASHIA.

              Saya terkejut, gelisah dan bingung menghadapi fakta bahwa tampaknya ada yang salah
              dengan Kristen, sedangkan Islamlah yang tampaknya benar. Haruskah saya pindah ke Islam,
              atau masakan saya harus mempertahankan agama Advent yang nyatanya “salah?” Berhari-
              hari saya berada dalam kebimbangan, sampai akhirnya saya harus mengambil keputusan
              bulat bahwa saya harus pindah ke agama Islam.

              Di malam saya harus meninggalkan agama Kristen, saya berbicara kepada JESHUA,
              mengucapkan kata-kata perpisahan. Saya berkata: “JESHUA, karena berbagai fakta
              membuktikan adanya kesalahan dalam Kristen, maka besok pagi saya berkeputusan untuk
              memeluk agama Islam “yang lebih benar.” Setelah itu saya tak bisa tidur. Tapi pada saat itu
              saya merasakan tubuh saya kemasukan udara dingin sehingga saya disegarkan. Fisik saya
              seperti ada kekuatan baru dan pikiran terasa begitu jernih dan terang. Semula tubuh saya
              lemas karena pikiran sedang kacau sekali dan sudah mengantuk berat.

              Ada keinginan untuk mandi dan keramas malam itu sebelum membaca kembali buku “the
              Choice” tersebut, tapi saya hanya mencuci muka saja. Saya baca kembali buku tersebut dan
              saya mendapati bahwa uraian Ahmad Deedat itu compang-camping, buruk sekali dan sangat
              mudah saya patah-patahkan semuanya. Hingga pagi hari, matahari terbit, saya sudah
              membaca puluhan halaman yang artinya sudah bisa saya selesaikan halaman-halaman itu.
              Dan dalam beberapa hari seluruh buku itu sudah saya kuasai sepenuhnya dengan
              kesimpulan bulat: “Bukan apa-apa.” Buku itu tak ada apa-apanya.

                >> NABI SEPERTI MUSA-1

                >> NABI SEPERTI MUSA-2

                >> NABI SEPERTI MUSA-3


35:2     Peganglah perisai dan utar-utar, bangunlah menolong aku,

             Utar-utar adalah perisai kecil yang bundar bentuknya.

35:3     cabutlah tombak dan kapak menghadapi orang-orang yang mengejar aku; katakanlah kepada
               jiwaku: "Akulah keselamatanmu!"

              Jiwa kita harus tahu bahwa TUHAN-lah keselamatan kita.

              Diri kita ini terdiri dari 2 badan; badan jasmani[yang kelihatan] dan badan rohani[yang tak
              kelihatan]. Ke-2 badan ini sifatnya saling berlawanan sebagaimana keadaannya. Misalnya;
               jika makanan jasmani itu sesuatu yang kelihatan, maka makanan rohani itu sesuatu yang tak
              kelihatan. Badan jasmani itu asalnya dari tanah/bumi, badan rohani itu asalnya dari
              YAHWEH. Karena itu badan jasmani selalu cenderung pada dunia, sedangkan badan rohani
              selalu cenderung pada YAHWEH.

              >> Yohanes   3:31     Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang
                                                     berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam
                                                     bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.

              >> Roma   7:22         Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
                                 7:23        tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain
                                                    yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku
                                                    menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota
                                                    tubuhku.

              Badan jasmani makanannya dari bumi, badan rohani makanannya dari YAHWEH. Ketika
              kita mendengar Firman YAHWEH, yang mencerna adalah roh kita bukan perut kita. Dan
              sebagai tanda jiwa kita menerimanya adalah ketika kita berkata: “Amin.” Itu tandanya
              “makanan” tersebut masuk ke “perut” rohani kita. Dan ketika pikiran kita terang berbinar-
               binar, itu tandanya jiwa kita kenyang.

              Jiwa/roh kita kesukaannya adalah apa yang baik, apa yang benar dan apa yang kudus.
              Semua orang pasti memiliki kesukaan itu. Tapi jasmani kita kesukaannya apa yang tidak
              baik, apa yang tidak benar dan apa yang tidak kudus.
             
              Semua orang pasti marah kalau diperlakukan tidak baik, tidak adil, tidak benar dan tidak
              kudus. Tapi semua orang selalu gagal melakukan apa yang baik, apa yang adil, apa yang
              benar dan apa yang kudus. Ingin yang baik tapi tak bisa melakukan yang baik. Kondisi
              demikianlah yang kita sebut sebagai munafik atau teori doank. Ini terjadi karena jiwa kita
              dikalahkan oleh jasmani kita. Padahal TUHAN menyuruh kita berperang melawan dan
              menaklukkannya.

              >> Roma   13:5         Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena
                                                     kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.

              Harus kita taklukkan bukan saja karena perintah ALLAH tapi juga karena suara hati kita.

              Tempatkanlah TUHAN bukan sebatas pada pengetahuan saja, tapi masukkan ke dalam jiwa
              kita juga. Caranya? Lakukanlah segala perintah TUHAN, maka TUHAN akan menyatu
              dalam jiwa kita.

               >> Yohanes   15:4    Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti
                                                     ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal
                                                     pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu
                                                     tidak tinggal di dalam Aku.

              Bersihkan dulu rumah kamu barulah seorang presiden mau masuk. Penuhilah syarat-syarat
              yang TUHAN ajukan yakni dengan melakukan segala perintahNYA, barulah TUHAN akan
              di dalam jiwa kita. Pada saat itulah kita akan berbuah. Sebab kita sendiri tak bisa
              menghasilkan apa-apa kalau tanpa TUHAN, seperti pohon yang tak mendapatkan makanan,
              tak mungkin bisa bertumbuh.

              Tanpa TUHAN seperti tubuh yang tak berkekuatan. Beban sekilopun terasa berat sekali
              untuk mengangkatnya. Tapi dengan TUHAN, segala masalah yang ada di dunia ini ringan
              sekali. Masalah apakah yang tak sanggup TUHAN pecahkan? Penyakit apakah yang tak bisa
              TUHAN lenyapkan? Musuh seperti apakah yang tak bisa TUHAN taklukkan?

             
35:4     Biarlah mendapat malu dan kena noda, orang-orang yang ingin mencabut nyawaku; biarlah
              mundur dan tersipu-sipu orang-orang yang merancang kecelakaanku!
35:5     Biarlah mereka seperti sekam dibawa angin, didorong Malaikat TUHAN;

              Dulu ketika saya masih bersepeda ontel, seringkali siang hari diserang rasa mengantuk yang
              hebat. Sementara tak menemukan tempat berteduh saya mengayuh sepeda sambil tertidur
              mungkin hanya beberapa detik, namun ketika di belakang ada kendaraan yang melaju
              kencang, tiba-tiba sepeda saya bisa naik ke atas trotoar yang tingginya lebih dari 30
              sentimeter. Mungkinkah sepeda bisa naik setinggi itu dan menyelamatkan nyawa saya dari
              sambaran kendaraan yang kencang?!

              Bersepeda ontel selama 3,5 tahun tak pernah jatuh maupun menabrak, berjalan kaki selama
              6,5 tahun tak pernah jatuh sekalipun berkali-kali terpeleset jalanan licin. Kulit tubuh saya
              selama 10 tahun ini mulus tak pernah tergores atau terluka sekecil apapun. Bagaimana
              dengan anda? Sudah berapa kali tergores, luka dan meneteskan darah?

35:6     biarlah jalan mereka gelap dan licin, dan Malaikat TUHAN mengejar mereka!
35:7     Karena tanpa alasan mereka memasang jaring terhadap aku, tanpa alasan mereka menggali
              pelubang untuk nyawaku.

              Jika anda memusuhi saya, milikilah alasan yang jelas, kuat dan benar. Jangan memusuhi
              orang tanpa alasan.

35:8     Biarlah kebinasaan mendatangi dia dengan tidak disangka-sangka, jerat yang dipasangnya,
              biarlah menangkap dia sendiri, biarlah ia jatuh dan musnah!
35:9     Tetapi aku bersorak-sorak karena TUHAN, aku girang karena keselamatan dari pada-Nya;

              Orang yang memusuhi saya wajahnya muram, geram dan bersungut-sungut, tetapi saya yang
              diserang selalu ceria, tetap semangat dan tetap santai. Kalaupun saya marah, itu hanya kulit,
              bukan jiwa. Pak Elisa yang selalu “bermusuhan” dengan sayapun diyakinkan bahwa pak
              Rudyanto itu baik, bukan penjahat.


35:10   segala tulangku berkata: "Ya, TUHAN, siapakah yang seperti Engkau, yang melepaskan
             orang sengsara dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya, orang sengsara dan miskin
             dari tangan orang yang merampasi dia?"

              Jika TUHAN ada dalam jiwa kita, maka tak ada satu bagian tubuh kitapun yang berkata:
              YAHWEH itu tidak baik. Bahkan kurang baikpun tidak, melainkan teramat baik. Kasih
              YAHWEH kepada saya itu sempurna, tak ada celanya, meskipun tubuh ini sakit, babak belur
              dan hancur.

              Matikanlah tubuh kita, sehingga seperti benda mati, supaya sekalipun tergores dan penyok,
              namun tak berasa sakit. Sebab benda mati. Seperti mobil, biar tabrakan penyok, tak mungkin
              merasa sakit. Arti mematikan tubuh adalah jangan disayangi. Kalau disayangi, maka sedikit
              luka saja sudah bikin heboh. Tapi kalau tidak disayangi, biar luka parahpun takkan
              menghebohkan. Contohnya, kalau anda sayang mobil, sedikit debu saja anda sudah heboh.
              Tapi sampah, biarpun terbakar habis anda takkan peduli, bukan?!

              Begitulah, TUHAN mengajari kita supaya kita mematikan diri kita. Jangan malah dihidup-
              hidupkan dengan menuruti atau memanjakan segala keinginannya. Itu bertentangan dengan
              Firman TUHAN.

35:11   Saksi-saksi yang gemar kekerasan bangkit berdiri, apa yang tidak kuketahui, itulah yang
             mereka tuntut dari padaku.
35:12   Mereka membalas kebaikanku dengan kejahatan; perasaan bulus mencekam aku.
35:13   Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian kabung; aku menyiksa diriku dengan
             berpuasa, dan doaku kembali timbul dalam dadaku,

              >> Matius   5:44        Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah
                                                     bagi mereka yang menganiaya kamu.

35:14   seolah-olah temanku atau saudarakulah yang sakit, demikianlah aku berlaku; seperti orang
             yang berkeluh kesah karena kematian ibu, demikianlah aku tunduk dengan pakaian kabung.

             >> Matius   22:39       Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah
                                                     sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

              Seperti apa anda mengasihi diri anda, seperti itulah anda harus mengasihi sesama anda.
              Jangan anda memakan daging, sesama anda kasih tulangnya. Keliru itu. Tidak menurut
             TUHAN namanya.

35:15   Tetapi ketika aku tersandung jatuh, bersukacitalah mereka dan berkerumun, berkerumun
             melawan aku; orang-orang asing yang tidak kukenal menista aku dengan tidak henti-
             hentinya;
35:16   dengan fasik mereka mengolok-olok terus, menggertakkan giginya terhadap aku.
35:17   Sampai berapa lama, Tuhan, Engkau memandangi saja? Selamatkanlah jiwaku dari
              perusakan mereka, nyawaku dari singa-singa muda!
35:18   Aku mau menyanyikan syukur kepada-Mu dalam jemaah yang besar, di tengah-tengah rakyat
              yang banyak aku mau memuji-muji Engkau.

              Milis ini adalah kumpulan jemaah yang besar. Siapakah yang mau bersaksi tentang
              kemuliaan TUHAN di milis ini? Kirimkanlah artikel anda ke hakekathidupku@yahoo.co.id,


35:19   Janganlah sekali-kali bersukacita atas aku orang-orang yang memusuhi aku tanpa sebab,
              atau mengedip-ngedipkan mata orang-orang yang membenci aku tanpa alasan.
35:20   Karena mereka tidak membicarakan damai, dan terhadap orang-orang yang rukun di negeri
             mereka merancangkan penipuan,
35:21   mereka membuka mulutnya lebar-lebar terhadap aku dan berkata: "Syukur, syukur, mata
             kami telah melihatnya!"
35:22   Engkau telah melihatnya, TUHAN, janganlah berdiam diri, ya Tuhan, janganlah jauh dari
             padaku!
35:23   Terjagalah dan bangunlah membela hakku, membela perkaraku, ya Allahku dan Tuhanku!
35:24   Hakimilah aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya TUHAN Allahku, supaya mereka jangan
              bersukacita atasku!
35:25   Janganlah mereka berkata dalam hatinya: "Syukur, itulah keinginan kami!" Dan janganlah
             mereka berkata: "Kami telah menelannya!"
35:26   Biarlah bersama-sama mendapat malu dan tersipu-sipu orang-orang yang bersukacita atas
             kemalanganku; biarlah berpakaian malu dan noda orang-orang yang membesarkan dirinya
              terhadap aku!
35:27   Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan!
             Biarlah mereka tetap berkata: "TUHAN itu besar, Dia menginginkan keselamatan hamba-
              Nya!"
35:28   Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari.



>> MAZMUR 1 – 30

    Download:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar