Sabtu, 01 Juni 2013

Zionis – Mossad Mengancam Papua Barat




Download:



Ada 2 kekuatan yang bersaing untuk menguasai dunia saat ini: Vatikan dan Yahudi.

Impian: - Vatikan: Tatanan Dunia Baru
           - Yahudi: Zionist - kerajaan Daud.

Sarana: - Vatikan: ordo-ordonya.
            - Yahudi: agen-agen rahasianya.

Sifat: - Vatikan: mistis
         - Yahudi: logika.

Gambar life-nya ada di pemerintahan Amerika Serikat;

- Vatikan menguasai kepresidenannya melalui Freemasonry.
- Yahudi menguasai kongres dan teknologinya.

Pengerucutannya saat ini ada di lembaga kepresidenannya;

- Presiden Obama: Freemasonry

- Wakil presiden Joe Biden: Zionist.



KEDOK Mossad mulai nampak dalam wujud spiritual di Papua Barat. Anda tidak perlu heran bila gerakan zionis mulai nampak di sekeliling anda yang berada di basis-basis kristen. Kalau di Jayapura dikenal kenal dengan gerakan Zion Kids, suatu gerakan yang kini berhasil menghimpun seperempat umat Kristen di Tanah Papua. Sebagian dari aktivis Papua Merdeka dan lebih banyak dari kaum moralis, Pdt/Pastor.
Dalam kubu Aktivis Papua Merdeka, tentu punya alasan dengan perjuangan Papua Merdeka. Mereka yakin hanya Israel yang mampu mengibarkan bintang Kejora di Papua Barat pada tahun 2010. Dan oleh karena itu, Mossad melalui beberapa pelayan Tuhan dari Yahudi yang akhir-akhir ini bertandang ke Papua dalam bentuk KKR dan Pelayanan Rohani lainnya selalu mempercayakan kepada mereka bahwa bila Papua Mau Merdeka orang Papua Barat dan lebih khusus TPN/OPM harus memaafkan TNI/POLRI + Pemerintah RI yang menindas rakyat Papua Barat. Itu langka I menuju kemerdekaan.
Begitu juga dengan para Moralis tadi. Mereka berkutat pada ajaran Firman Tuhan tentang penggenapan akhir zaman. Mereka percaya bahwa Papua Barat merupakan tanah perjanjian Tuhan dan atau Tanah yang terhilang dan menjadi kewajiban bagi Israel dalam merebut kembali tanah itu sebagai akhir dari pelayanan, akhir Zaman. Tugas mereka adalah berdoa bagi bangsa Israel. Mereka yakin pembebebasan akan terjadi di Negeri ini.
Memang, hampir sebagian pengikut belum memahami wujud dari gerakan itu, misalnya mengenai Zionisme dan kepentingan ekonomi politik yang telah menjarah hampir 70% negara-negara dunia ke tiga. Bila melihat rekaman sejarah tentang “konspirasi global”, maka disana kita akan temukan aktor-aktor yang sedang menglobalisasi struktur pemerintahan dan ekonomi dunia. Protokol Zionis itu jelas-jelas dilaksanakan tanpa sadar oleh organisasi-organisa si di Dunia (termasuk pemerintah dan organisasi Agama), tanpa menyadari segala kebijaksanaannya sedang diarahkan dalam target protokol zionis. Dalam hubungannya dengan Papua Barat, gerakan tadi secara langsung melakukan mandat Zionis, karena tujuan dari protokol itu adalah menguasai dunia dengan intervensi masalah-masalah mereka, termasuk kemerdekaan Papua Barat.
Apa targetnya? Tentu saja menguasai ekonomi dunia. Papua Barat dipandang sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi bagi kantong negara-negara zionis, seperti As dan sekutunya. Taktik pendekatan religi dari Mossad, injelijen paling kaliber saat ini di dunia adalah menawarkan investasi bagi organisasi Agama yang bekerja sama dengan pemerintah di wilayah yang punya kadar ekonomi tinggi. Misalnya, di Paniai KKR baru-baru ini oleh sala satu pelayan dari Yahudi mengatakan 10 investor asal Israel akan tiba di Enarotali. Mereka yang telah berbondong-bondong masuk kedalam misi ini tentu punya fasilitas yang terjamin.
Demikian berbahanya, Zionisme dalam hal kepentingan ekonomi politik di Papua Barat, tidak salah -dan harus- kita telusuri wujud dari misi ini dari pangkalnya, tanpa menghilangkan missi suci -misi Agung- Tuhan Yesus -menurut kepercayaan umat Kristiani- dari sisi Alkitabiah. Yang harus dibedahkan oleh seluruh pemerhati, baik akademis theologi, Gembala dan pemipin-pemimpin organisasi (denominasi) Gereja di Papua Barat adalah, Zionisme dalam misi suci, dan Zionisme dari kepentingan kekuasaan.
Baiklah, untuk yang pertama tidak saya gubris disini, karena itu urusan mereka yang bergelut dalam pelayanan suci: Pengembalaan dan penyebaran injil ke seluruh dunia -Alkitab bilang begitu. Zionisme dalam pandangan kepentingan kekuasaan sudah banyak kali menjadi diskursus kalangan anti-imperialisme, baik di lingkaran syariat islam maupun gerakan ideologi sosialis (Marxisme/Leninisme ). Zionisme ditempatkan sebagai suatu ajaran (ideologi) yang telah melahirkan imperialisme negara-negara liberalis seperti AS, Eropa dengan pusat kendali Israel. AS dalam struktur ekonomi-politik, atau katakanlah kebijakan luar negerinya tentu dikendalikan oleh organisasi-organisa si hasil konferensi Meja Bundar seperti: Federal Reserve, CFR, Bilderbelger, Club of Roma, .Trilateral. Tujuan organisasi-organisa si ini tentu menyukseskan protokol Zionis, yakni salah satunya Membuat Pemerintahan Tunggal di Dunia.
Bicara Zion berarti bicara bangsa Yahudi, sebuah bangsa yang telah dianggap punya bakat-bakat luar biasa dalam alam pikir. Oleh karena itu mereka berikrar untuk membangun bangsa-bangsa zion di dunia. Intinya negara -bangsa zion harus menguasai dunia dengan berbagai cara sehingga bangsa-bangsa lain menyerahkan kedaulatannya. Dari buku panduan sebanyak 24 protokol yang saya baca, beberapanya yang telah dilakukan adalah: membuat kekacauan, membuat keseimbangan kekuasaan, komunisme, kapitalisme, kemanusiaan sekular, interpol, bunga atas pinjaman, bond (obligasi) sehingga dunia bisa dikuasai melalui kekuatan ekonomi-politiknya.
Indonesia paling tidak telah menjadi korban yang imbasnya sampai ke Papua Barat, negeri kita dengan pendudukan kapital global (PT.FI misalnya) dan jauh sebelumnya melalui misionaris yang telah melakukan eksploitasi nilai-nilai budaya bangsa Papua Barat sebagai awal pendudukan doktrin zionisme. Contoh terbaru bagi di Indonesia dalam pasar sekuritas saja, mereka harus menerbitkan obligasi pemerintah di New York. Dan tentu yang investornya paling banyak diborong oleh AS saat lelang beberapa waktu lalu. Artinya, struktur ketergantungan ini tidak akan putus sejatinya Venezuela atau Kuba yang jelas-jelas fight.
Masih ingat kasus Kosovo? waktu lalu sa sempat buat artikel dengan judul : “Kosovo dan Papua Barat dalam Konfrontasi Internasional” . Anda bisa lihat intervensi NATO dalam penyelesaian kasus Kosovo. Arsitek NATO tentu saja CLUP of ROME, satu badan milik Zion. Kosovo jatuh dalam pelukan zion bukan karena Kosovo mengalami penjajahan dan sejenisnya. Kosovo itu punya warga Muslim yang tentu tidak masuk akal bagi Zion melakukan missi suci. Itu namanya misi ekonomi dan politik.
Lantas, apa yang musti disalahkan bagi gerakan zionis di Papua Barat?
Tentu misi itu bukan misi yang suci, atau bagian dari pelayanan pemudiran, sesuai mandat Alkitab bagi para misionaris. Alkitab tidak pernah menyebut Negara Israel, tetapi bangsa Israel yang ia sebut sebagai bangsa pilihan Tuhan. Alkitab tidak pernah mengatakan bangun kerajaan di dunia. Tapi Ia mengatakan kepada ke-12 muridnya, di bukit zion (Saitun), bahwa ia akan kembali dan membangun kerajaan dunia. Beberapa pelayan Tuhan yang sudah tergabung dalam gerakan Zion Kids di Papua Barat gemar mengobar misi mereka bangun (mempersiapkan) Kerajaan di dunia (mungkin juga Papua Merdeka bagian dari misi itu), adalah sesuatu fitnah dan diluar perintah Tuhan dalam Alkitab. Ini bukan usaha penggenapan Firman Tuhan, tetapi usaha penggenapan misi Zionisme milik Negara Israel (kaum Illuminati).
Di Papua Barat, ada Jaringan Doa Sahabat Sion Papua (JDSSP) yang dibentuk dibawah pengawasan PGGP (Persatuan Gereja-Gereja Papua), semua wakil dari denominasi gereja ada disitu dalam misi khusus mendoakan bangsa Israel. Beberapa dari mereka telah bertandang ke Israel dalam suatu misi. Pulang dari sana, mereka semakin giat melakukan pelayanan-pelayanan rohani yang tentu sangat penting bagi umat Tuhan di Papua Barat. Visi Misi mereka cukup baik. Namun tulisan ini paling tidak menguak apa dibalik pelayanan suci dalam hubungannya dengan misi zionisme (ekonomi-politik).
Dalam suatu KKR yang dibuat di depan Ekspo, Waena, Jayapura, bisa lihat pemandangan yang cukup menarik. Latar belakang panggung bergambar pulau Papua Barat bergambar bintang kejora, namun bintangnya memakai bintang daud (Israel). Ini berarti ada relasi yang tidak saling pisah antara misi politik dan misi suci dari pelayanan ini. Genaplah sudah apa yang termuat dalam protokol zionisme, intervensi terhadap kedaulatan suatu bangsa, termasuk perjuangan mereka.
Papua Merdeka tidak Ada kaitannya dengan Israel
Dalam suatu perdebatan singkat beberapa waktu lalu di Lingkaran bersama sala satu kawa aktivis Papua Merdeka yang telah menjadi pengikut fanatik zionis yang kebetulan saya ketemu, dengan suara menantang, ia mengatakan, “kawan Tuhan kebetulan temukan sa dengan ko disini, saya mo kas tau, kalau Papua tidak akan merdeka bila kalian tidak mendoakan Israel, bila kita masih benci dengan TNI/POLRI dan Pemerintah RI yang membunuh (menjajah -VY) tong. Israel harus bebas baru kita pasti merdeka. Mereka pasti kasih merdeka kita tahun 2010″, demikian dengan nada yang meyakinkan, alias penuh PD.
Ia dan pengikutnya tentu terhipnotis dengan janji-janji misionir Yahudi yang telah ditunggangi oleh Injelijen Mossad. Ia seakan-akan memaksa saya untuk, paling tidak, memberi pencerahan tentang kasat-kusut zionisme di dunia khususnya di Papua Barat. Akhirnya berakhir pula dalam suatu kesimpulan -yang entah dia terima atau tidak, bahwa kemerdekaan Papua Barat tidak ada hubungannya dengan Israel. Papua Merdeka tidak ada hubungannya dengan Islam vs Kristen. Papua Merdeka tidak ada hubungannya dengan penggenapan protokol zionisme. Papua Merdeka adalah keharusan bagi bangsa Papua Barat tanpa batas waktu atau alasan dengan lebel apapun. Yang punya wilayah (tanah dan air) adalah makluk yang mendiami didalam pulau ini, bangsa Papua Barat, ras Melanesia. Bukan bangsa Melayu, bangsa Yahudi atau siapapun/kelompok manapun yang merasa memiliki pengetahuan rahasia dari sumber manapun.
Papua Merdeka adalah perjuangan politik bangsa Papua Barat. Baiklah, siapapun yang punya kependulian tentang tanah ini harus bekerja (berjuang) dengan segala kekuatan yang telah diberikan oleh Allah bangsa Papua Barat, karena siapapun yang bekerja bagi pembebasan Papua Barat, ia sesungguhnya yang empunyai kerajaan di hati sebelum tiba tanda heran satu ke tanda heran yang lain.(bersambung)

Kematian Agen Mossad Ungkap Tabir Gelap Mata-mata Israel



Penjara Ayalon di Israel

Penjara Ayalon di Israel

VIVAnews - Aksi bunuh diri seorang agen Mossad di penjara Ayalon, kota Ramla, Israel, 2010 lalu membuka tabir gelap praktik mata-mata Israel di berbagai negara. Peristiwa ini juga memicu ketegangan antara Israel dengan beberapa negara.  

Saat peristiwa itu terjadi, tidak ada yang tahu nama agen tersebut, ataupun mengapa dia dipenjara di fasilitas tahanan super ketat tersebut. Bahkan, sipir penjara sendiri tidak tahu apa tuduhan terhadapnya. Catatan pengadilan soal dakwaan dan vonisnya juga abu-abu.

Semenjak itu, media menyebutnya sebagai "Tahanan X". Pemerintahan Benjamin Netanyahu berusaha memberangus pemberitaan soal ini, dengan ancaman denda atau penjara bagi para editor yang memberitakannya. Desakan media dan organisasi HAM soal kasus kontroversial ini juga tidak membuahkan hasil.

Sampai akhirnya kantor berita Australia 
ABC mengungkapnya. Menurut ABC Selasa lalu, agen Mossad yang tewas itu adalah Ben Zygier, warga Yahudi yang memiliki kewarganegaraan ganda Australia-Israel.
Di negara ini sejak tahun 2000an, Zygier mengganti namanya menjadi Ben Alon. ABC menuliskan, Zygier/Alon bekerja sebagai mata-mata Mossad.

Tahun 2010, Zygier ditahan atas alasan yang tidak jelas, diduga akibat kesalahan saat melakukan misinya. Pria 34 tahun ini ditempatkan di penjara khusus di Ayalon dan tidak boleh ada yang mendekat. Penjara jenis ini dulu digunakan untuk Yigal Amir, pembunuh Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin tahun 1995.

Desember 2010, Zygier ditemukan gantung diri. Berita kematiannya dipublikasikan di media Israel 
Ynet, namun tidak diketahui identitasnya, hanya Tahanan X. Pemerintah Israel memerintahkan berita itu dihapus dan melarang ada pemberitaan lagi soalnya. 

Pemberitaan 
ABC ini juga diberangus oleh Israel. Kementerian Australia langsung melakukan penyelidikan resmi soal klaim ini. Hal ini akhirnya memaksa pemerintah zionis buka mulut dan melonggarkan sensor mereka terhadap berbagai media.

Reuters 
menuliskan, atas desakan tersebut pengadilan Tel Aviv langsung mengonfirmasi berita itu. Dikatakan bahwa dua tahun lalu warga dengan dua kewarganegaraan yang dipenjara secara rahasia karena alasan keamanan negara, ditemukan tewas bunuh diri. Pengadilan Israel tidak membantah atau membenarkan laporan ABC soal identitas tahanan itu.

Praktik Hitam Mata-mata Israel

ABC menuliskan, bahwa Zygier memiliki tiga paspor Australia dengan nama berbeda yaitu Ben Alon, Ben Allen dan Benjamin Burrows. Kasus ini membongkar praktik hitam negara Yahudi itu dalam menurunkan mata-matanya.

Dengan menggunakan orang-orang seperti Zygier, Israel dapat dengan mudah masuk ke negara-negara target, kali ini adalah Australia. Dalam tiga tahun terakhir, Israel juga merekrut orang-orang berkewarganegaraan ganda untuk berbagai aksi mata-mata atau pembunuhan.

Salah satunya adalah kasus pembunuhan petinggi Hamas Mahmoud al-Mabhouh, di Dubai, Januari 2010 lalu. Para pelaku diketahui memiliki beberapa macam paspor, termasuk di antaranya paspor Inggris, Irlandia, Prancis, dan Australia. 

Menurut seorang mantan intelijen Israel, paspor negara kelahiran atau paspor palsu sangat diperlukan agen untuk menyembunyikan identitasnya yang asli jika ketahuan. Jadi, jika operasinya terendus, nama Israel akan bersih, dan yang disalahkan adalah negara yang tertera di paspor.

Para agen juga tidak bisa membongkar identitasnya, jika tidak ingin berakhir seperti Zygier, mendekam di penjara untuk waktu yang lama. Karena kasus inilah, Israel kerap kali bersitegang dengan negara-negara yang seharusnya menjadi sahabat.

Praktik intelijen saat ini sangat diperlukan Israel, terutama untuk mengintai program nuklir Iran, gerilyawan Hizbullah Lebanon, dugaan senjata nuklir di Suriah dan penyelundupan senjata ke Palestina lewat Dubai, Sudan dan Mesir.



Sepak Terjang Raja Intelijen Dunia



Jakarta - Pada 2 November 2005, sebuah operasi yang diinspirasi Mossad mulai mencapai klimaks di Batu, Indonesia. Sebulan sebelumnya seorang katsa(perwira agen lapangan) di New Delhi, ibukota India, memperoleh informasi tentang Dr. Azahari Husin.

Pembuat bom Alqaeda yang paling berpengalaman dan telah diidentifikasi Mossad sebagai dalang serangan bom Juli di London itu sempat berada di Delhi tak lama sebelum sejumlah bom mencabik-cabik Distrik Pahargani di kota itu.

Selama tiga minggu pencarian itu tak berhasil mengungkap jejak salah satu teroris paling dicari di dunia ini.

Kemudian, seorang sayanim (warga Yahudi informan) di Jawa Timur, memberitahu katsapengendalinya bahwa sejumlah orang mengontrak sebuah rumah di pinggir kota Batu. Dua dari mereka mirip dengan foto-foto para teroris di suratkabar, keduanya dicurigai berada di balik serangan bom di Bali.

Foto-foto tersebut menampilkan sosok Dr. Azahari Husin dan salah seorang pemimpin kelompok militan lainnya bernama Noordin Mohammad Top, seseorang yang berkepribadian serupa dengan Abu Musab Al-Zarkawi di Irak.

Si sayanim melapor bahwa Noordin telah meninggalkan Batu pada malam sebelumnya. Hanya dalam beberapa jam, si katsa tiba di Batu.

Berdasarkan aturan baku yang memastikan bahwa kehadiran Mossad tetap tak diketahui, sikatsa menginformasikan kepala stasiun (kepala biro Mossad) di Kedutaan Besar Israel di Delhi. Kementerian Luar Negeri India langsung diberitahu.

Dari sana, satu sambungan telepon dilakukan ke lembaga sejawat di Jakarta, ibukota Indonesia. Hanya kurang dari satu jam setelah pembicaraan telepon pertama itu, sebuah operasi berskala penuh dilancarkan ke Batu.

Meloncat ke kisah lain sebelumnya. Akhir November 1998, PM Turki Bulent Ecevit menelepon PM Israel Benjamin Netanyahu meminta kesediaan Mossad menangkap Abdullah Ocalan, pemimpin separatis Kurdi di luar negeri. Mossad menyanggupi permintaan itu dengan syarat aksi mereka disangkal dan jika berhasil semua pujian akan jatuh ke tangan intelijen Turki.

Beberapa lama kemudian Ocalan ditangkap di Nairobi dan diserahkan ke Turki. Ecevit berpidato tentang keberhasilan itu tanpa menyebut Mossad, mengikuti aturan yang sudah disepakati.

Dua kisah di atas ada di lembar tengah dan akhir dari buku "Gideon's Spies; The Secret History of Mossad," (Gideon's Spies; Sejarah Rahasia Mossad), karangan Gordon Thomas. 

Pertamakali diterbitkan pada 1995 saat dinas rahasia terefektif di dunia milik Israel itu dipimpin legenda spionase Meir Amit, buku ini lalu diperbarui pada 2006 ketika Meir Dagan mengepalai Mossad.

Diperas dan diolah dari sumber-sumber primer termasuk para mantan bos Mossad, diverifikasi melalui metode ala jurnalisme investigatif yang diantaranya lewat rangkaian wawancara panjang dengan para pelaku utama termasuk target-target Mossad seperti Yasser Arafat, buku ini bisa disebut karya intelektual mendalam, kendati boleh juga disebut propaganda.

Gordon Thomas sendiri menyebutnya sebagai satu upaya menceritakan apa yang sudah dan sedang terjadi. Yaitu, mengenai spionase yang terlalu sering ditulis bak sebagai mitos dan kisah khayali, padahal banyak orang yang menyukai "dunia dibalik dunia ini."

"Spionase tak pernah berhenti mengundang imajinasi dan dahaga publik. Tujuan saya adalah memuaskan rasa dahaga itu," tulis Gordon yang mengarang 53 buku, kebanyakan soal spionase.

Selain menyinggung Dr Azahari dan Noordin M. Top, buku ini menceritakan bagaimana mata, telinga dan otot Mossad menusuk dunia, dari Timur Tengah sampai Timur Jauh, dari Asia Tengah sampai hutan lebat Amazon, dari Skandinavia sampai ujung selatan Afrika, dari Moskow sampai Beijing. Mereka menjadi pemicu krisis dan konflik, sekaligus pemantik resolusi konflik.

Berbeda dari dinas rahasia Barat seperti CIA yang membanggalkan teknologi spionase dan fabrikasi informasi, Mossad melihat lebih detail dibanding sekedar mengamati dari jauh karena mereka lebih mengandalkan superioritas manusia ketimbang teknologi. Bagi mereka, intelijen yang baik selalu menuntut hadirnya kesadaran, "melihat ke arah cermin satu gambaran yang samar-samar."

Tak heran, pendengaran dan penglihatan mereka lebih tajam ketimbang CIA, MI6, KGB atau lainnya. Namun, terlepas aksinya yang bengis, Mossad tidak sejorok CIA yang sembarangan mengirimkan tersangka teroris ke penjara-penjara rahasia di seluruh dunia atau ikut mengarang cerita palsu mengenai nuklir Irak.

"Dokumen-dokumen itu palsu. Semuanya diciptakan untuk CIA dan MI6 guna mendukung klaim Tony Blair dan George Bush bahwa Saddam Hussein telah memperoleh bahan uranium," lapor agen Mossad di Roma, bernama sandi Sammy-O mengenai tuduhan Barat bahwa Saddam menguasai nuklir.

Mossad memiliki unit pembunuh kidon yang menguasai aneka jenis alat pembunuh, dari senar gitar sampai sianida.

Di luar keberpihakan sebagian besar orang Indonesia kepada lawan-lawan Israel di Timur Tengah, kerja dan reputasi Mossad mungkin berguna untuk menggambarkan Israel sesungguhnya.

Dinas rahasia Israel itu dikenal licik, licin, bengis dan selalu bergerak senyap sehingga tidak meninggalkan jejak yang memicu kontroversi pakar mengenai aksi mereka yang bisa sangat kejam itu.

Mereka turut menciptakan babak terakhir bagi hidup Putri Diana, mengeksekusi para calon penyerang bunuh diri yang baru diatih di Afghanistan sebelum menyusupi wilayahnya, menyediakan data dan informasi mengenai Alqaeda bagi hampir semua dinas rahasia dunia, termasuk China dan CIA, dan merangkai jaringan hubungan maut kelompok-kelompok yang mereka yakini teroris dengan negara-negara yang mereka sebut sponsor terorisme.

Mereka mengetahui, bahkan terlibat, dalam aksi-aksi kriminal ekonomi, seperti dalam sepak terjang pengusaha Inggris Tiny Rowland yang menyembunyikan miliaran dolar AS harta Irak yang dicuri Saddam.

Ada kisah menarik mengenai sumbangan Vatican untuk gerakan Solidaritas Polandia semasa komunis yang jumlahnya 200 juta dolar AS yang tidak pernah sampai ke tangan Solidaritas karena dicuri Mossad namun hingga kini tak bisa dibuktikan telah dicurinya.

Banyak rahasia di dunia ini yang digenggam Mossad dan tak terjangkau oleh dinas rahasia super lainnya, termasuk CIA. Sebagian mereka bagi dengan yang lain, sebagian dikempitnya erat-erat.

Mossad juga mengetahui fakta-fakta lain yang sesungguhnya terjadi, seperti jejak CIA dalam ledakan pesawat di Lockerbie, Skotlandia, Desember 1988, yang dituduhkan ke Libya.

Mossad juga sudah mengetahui serangan 11 September 2001 sebelum AS menyadarinya. Mossad tahu pesawat rahasia CIA singgah di banyak kota dunia termasuk Jakarta untuk menjemput tersangka teroris, entah untuk diinterogasi, disiksa atau bahkan dilenyapkan.

Tak ada yang tak bisa disusupinya dan tak ada yang tak bisa digertaknya. Efektivitas aksinya kerap melompati hasil negosiasi diplomatik. Mossadlah yang ternyata membuat AS dan Inggris bisa memaksa pemimpin Libya Moammar Gadhaffi mengakhiri ambisi nuklirnya. Moammar ternyata bukan melunak, melainkan "telah dilunakkan" oleh fakta bahwa Mossad sudah mengetahui instalasi-instalasi senjata rahasianya.

Tapi ada satu hal yang luput dari Mossad, yaitu kemenangan Hamas pada Pemilu Palestina Januari 2006. Meir Dagan sang bos Mossad mengakui kebobolan ini.

Dan sebagaimana dinas intelijen lain di dunia, dalam tubuh Mossad juga terjadi pertarungan antar faksi, selain persaingan dengan dinas rahasia Israel lainnya, termasuk dengan intelijen domestik Shin Beth dan dinas intelijen militer Aman.


Komandan Iran: Mossad Kendalikan CIA dan MI6 untuk Kuasai Dunia


Seorang komandan militer Iran mengatakan, Dinas Rahasia Rezim Zionis Israel (Mossad) mengendalikan Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dan Inggris (MI6),dan memperingatkan upaya Israel untuk mendominasi dunia.
"Hari ini, semua dinas intelijen dari musuh-musuh Islam bertindak serempak, dan bukti menunjukkan bahwa Mossad telah mengendalikan CIA dan MI6," kata Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran pada Jumat (27/7) sebagaimana dilaporkan IRNA.
Ia menambahkan, kekuatan hegemonik Barat menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyelidiki pengaruh revolusi Islam Iran bagi dunia Islam dan gelombang kebangkitan Islam yang terjadi selama ini.
Lebih lanjut, Komandan senior Iran itu mengatakan, revolusi Islam di Iran merupakan pukulan telak terhadap sistem kolonialis dunia dan mengantarkan Israel ke jurang kematian yang sudah di depan mata.
Firouzabadi juga memperingatkan upaya bersama musuh-musuh kemanusiaan dan kekuatan arogan yang dipimpin rezim Zionis untuk menyerang Iran.
Di bagian lain statemennya, Firouzabadi mengecam AS karena telah mendanai dan melatih teroris serta menggunakan mereka sebagai agen untuk menyulut instabilitas keamanan di berbagai negara seperti Pakistan dan Suriah.
"Israel berusaha menduduki seluruh wilayah Palestina termasuk Quds untuk membentuk pemerintahan dan menguasai dunia," tandasnya.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar