Sabtu, 04 Mei 2013

PENGANIAYAAN ORANG KRISTEN



Download:

Sepanjang sejarah orang Kristen mengalami banyak masa penganiayaan. Penganiayaan terhadap orang Kristen dimulai bahkan sejak awal mulanya Gereja ada dan berkembang, yaitu di masa kekaisaran Romawi pada abad pertama.
Penganiayaan terhadap orang Kristen dimulai pada masa pemerintahan Kaisar Nero (64 M), yang menuduh orang-orang Kristen sebagai pembakar kota Roma. Padahal sebenarnya dia sendirilah yang melakukan hal itu. Penganiayaan ini dilanjutkan oleh Kaisar Domitian (95 M) dan berlanjut terus sampai pemerintahan Septimius Severus (191-211 M). Berhenti sebentar, namun berlangsung lagi pada pemerintahan Maximinus (235 M), sampai yang terakhir pada masa pemerintahan Dioklesian (284-305 M). Penganiayaan terhadap orang Kristen oleh kekaisaran Romawi berakhir dengan diterimanya agama Kristen oleh Kaisar Konstantin pada tahun 312 M.
Berikut ini adalah rangkuman penganiayaan orang-orang Kristen oleh para Kaisar Roma.
1. Kaisar Nero (54-68 M)
Kebakaran besar di Roma terjadi pada tahun 64 M. Nero sendirilah yang melakukan pembakaran itu. Walaupun ia adalah manusia yang luar biasa brutal, namun ia adalah seorang arsitek yang ulung. Ia dengan dinginnya membakar kota Roma karena ingin membangun kota Roma yang baru dan lebih megah. Penduduk Roma ketika itu memang mencurigainya, dan para sejarawan yakin pada teori bahwa dialah dalang pembakaran itu. Untuk mengalihkan kecurigaan penduduk terhadap dirinya, ia menuduh orang-orang Kristen sebagai pembakar kota Roma.
Alkitab tidak menyebutkan sama sekali tentang penganiayaan orang Kristen oleh Nero ini, walaupun itu terjadi pada masa yang sama, dan merupakan latar belakang langsung dari paling tidak dua Kitab dalam Perjanjian Baru, 1 Petrus dan 2 Timotius. Penganiayaan ini pulalah yang membawa kematian martir Paulus dan, yang dipercaya banyak kalangan, kematian Petrus juga. Sumber sejarah yang menguatkan ini adalah tulisan sejarawan Romawi, Tacitus. Tacitus menulis bahwa orang Kristen bukanlah pembakar kota Roma, tetapi harus ada yang menjadi kambing hitam bagi kejahatan yang dilakukan sang Kaisar. Dan orang-orang Kristen di masa itu adalah sebuah komunitas rohani yang baru dan rendah hati, yang anggotanya sebagian besar adalah orang kebanyakan, tanpa prestise ataupun pengaruh, bahkan banyak di antaranya adalah budak-budak. Merekalah yang dituduh Nero sebagai penjahatnya, dan menitahkan penumpasannya.
Di dalam kota Roma dan di sekitarnya, banyak sekali orang Kristen ditangkap dan dibunuh dengan cara yang paling kejam. Mereka disalibkan, atau diikat dengan kulit binatang dan dilemparkan ke arena untuk dicabik-cabik oleh anjing-anjing, sebagai hiburan bagi para penonton. Mereka dilemparkan ke kandang binatang buas, atau diikat di tiang-tiang di dalam Taman milik Nero, kemudian tubuh mereka dilumuri ter dan dibakar. Tubuh yang terbakar itu menjadi lampu penerang bagi Taman itu di malam hari, dan Nero biasanya berkeliling taman sambil menaiki keretanya dengan telanjang bulat, menikmati derita para korbannya yang sedang sekarat itu dengan senyum yang dingin.
Pada masa inilah Paulus ditangkap, diadili, dan dihukum mati.
2. Kaisar Domitian (81-96 M)
Memulai penganiayaan terhadap orang Kristen pada tahun 95 M. Hanya berlangsung dalam periode yang singkat namun luar biasa kejamnya. Ribuan orang Kristen disembelih di Roma dan seluruh Italia, termasuk di antaranya sepupunya sendiri, Flavius Klemens dan isterinya, Flavia Domitilla, yang mati dalam pembuangan. Dia juga yang membuang Rasul Yohanes ke Pulau Patmos.
3. Kaisar Trajanus (98 - 117 M)
Salah satu Kaisar Roma yang terbaik, namun ia merasa bahwa ia harus menegakkan hukum di kekaisarannya, sementara kekristenan dianggap sebagai agama yang terlarang karena menolak penyembahan terhadap Kaisar. Juga Gereja dianggap sebagai komunitas bawah tanah, yang pada masa itu adalah sesuatu yang terlarang. Memang orang-orang Kristen tidak diburu seperti Kaisar sebelumnya, tetapi bila ditemukan, akan dihukum. Di antara para martir di masa ini adalah Simeon, saudara Yesus, pemimpin Gereja di Yerusalem, yang disalibkan pada tahun 107 M, dan Ignatius, Pemimpin kedua Gereja di Antiokhia, yang dibawa ke Roma dan dilemparkan ke binatang buas pada tahun 110 M.
Plinius, yang diutus oleh Kaisar untuk menghukum orang Kristen di Asia Kecil, daerah di mana orang Kristen telah berlipat ganda begitu banyaknya sehingga kuil-kuil penyembahan menjadi nyaris kosong, menulis surat kepada Kaisar Trajanus: "Mereka menegaskan bahwa kejahatan atau kesalahan mereka, bila itu ada, adalah sebagai berikut ini: Mereka biasa berkumpul pada suatu hari yang telah ditetapkan, sebelum fajar menyingsing, dan bernyanyi bersama, puji-pujian kepada Kristus, yang mereka sembah sebagai dewa, dan mengikatkan diri mereka pada sebuah ikrar, bukan pada sebuah kejahatan, yaitu bahwa mereka tidak akan pernah mencuri, atau merampok, atau berbuat zinah; dan bahwa mereka tidak akan mengingkari janji mereka; bahwa mereka tidak akan menyangkal kepercayaan yang diberikan kepada mereka. Kemudian setelah melakukan semua ini, mereka akan berpisah ke tempat masing-masing, dan berkumpul lagi untuk menikmati hidangan bersama."
4. Kaisar Hadrianus (117 - 138 M)
Menganiaya orang Kristen, walau tidak sekejam para pendahulunya. Di masanya, Telephorus, seorang pemimpin di Gereja Roma, dan banyak yang lain, mati martir. Walaupun demikian, di masa pemerintahan Kaisar ini agama Kristen berkembang begitu pesat baik dalam jumlah, kekayaan, pengajaran, dan pengaruh sosial.
5. Kaisar Antonius Pius (138-161 M)
Sebenarnya Kaisar ini lebih toleran terhadap orang-orang Kristen, namun dia juga merasa bahwa bagaimanapun hukum harus ditegakkan. Banyak tokoh yang menjadi martir di masanya, termasuk di antaranya Polykarpus (156 M).
6. Kaisar Marcus Aurellius (161-180 M)
Seperti Hadrianus, ia menganggap perlu untuk memelihara agama resmi kekaisaran Romawi. Namun bedanya, ia mendorong penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Penganiayaan di masanya sangat kejam dan barbar, bahkan yang paling keji setelah Nero. Ribuan orang Kristen dipenggal kepalanya atau dilemparkan ke binatang buas, termasuk Yustinus Martir (167 M). Kekejamannya sangat besar di Gaul (Prancis) Selatan, di mana orang-orang Kristen disiksa sampai di luar batas. Mengalami penyiksaan dari pagi sampai malam, Blandina, seorang budak wanita, hanya dapat berseru, "Aku orang Kristen, di antara kami tak ada kejahatan."
7. Kaisar Septimius Severus (193-211 M)
Penganiayaan yang dilakukannya sangat kejam namun tidak secara meluas. Yang paling menderita di masa ini adalah Mesir dan Afrika Utara. Di Alexandria setiap harinya banyak orang Kristen yang dibakar, disalib, atau dipenggal kepalanya, termasuk di antaranya Leonidas, ayah Origenes. Di Kartago, seorang wanita terhormat, Perpetua, dicabik-cabik sampai habis oleh binatang buas.
8. Kaisar Maximinus ( 233 - 238 M )
Di bawah pemerintahannya banyak pemimpin Gereja yang dibunuh. Origenes luput karena bersembunyi.
9. Kaisar Decius ( 249 - 251 M )
Sangat bernafsu untuk memunahkan orang-orang Kristen. Ia memimpin penganiayaan di seantero wilayah Roma, dan dengan cara yang sangat keji. Banyak sekali orang Kristen mati karena penyiksaan yang teramat kejam di Roma, Afika Utara, Mesir, dan Asia Kecil. Cyprianus mengatakannya sebagai "dunia sudah penuh."
10. Kaisar Valerian ( 253 - 260 M )
Ia lebih kejam daripada Decius. Tujuan akhirnya adalah memusnahkan kekristenan. Banyak pemimpin Gereja yang dihukum mati, termasuk di antaranya Cyprianus, pemimpin Gereja di Kartago.
11. Kaisar Dioklesian ( 284 - 305 M )
Penganiayaan kekaisaran Roma yang terakhir, dan yang paling kejam. Berlangsung di seluruh wilayah Roma. Selama sepuluh tahun orang-orang Kristen diburu ke gua-gua dan hutan. Mereka dibakar hidup-hidup, dilemparkan ke binatang buas, dibunuh dengan segala macam cara penyiksaan yang paling keji. Penganiayaan di masa itu adalah penganiayaan yang terencana dan sistematis, dengan tujuan untuk menghapuskan kekristenan dari muka bumi.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar