Minggu, 26 Mei 2013

ANTARA HAK DENGAN KEWAJIBAN




Download:


Apakah hak, dan apakah kewajiban?

Sesuatu yang diberikan kepada anda, itulah hak, artinya kuasa. Sedangkan sesuatu yang diminta dari anda, itulah kewajiban.

Menghormati orangtua, itu adalah kewajiban, bukan hak. Sebaliknya, mendurhakai orangtua, itu adalah hak, bukan kewajiban. Artinya, anda dituntut untuk menghormati orangtua. Tapi anda juga mempunyai hak untuk mendurhakai orangtua. Itu adalah kuasa anda untuk melakukannya. Tidak ada seorangpun yang bisa mencegah atau menghalang-halanginya.

Yang diharuskan kepada anda adalah menghormati orangtua. Anda tidak dikenai keharusan untuk mendurhaka. Tapi anda bisa mendurhaka, oleh sebab anda memiliki kebebasan.

Supaya lebih jelasnya saya kasih ilustrasi;

Kalau diluar penjara, anda bisa berbuat apa saja. Anda mau mencuri bisa, mau berzinah bisa, mau membunuh juga bisa. Sebab anda memiliki kebebasan. Tapi manakala anda berada didalam penjara, semua itu sudah tidak mungkin bisa anda lakukan. Apa sebab? Sebab “hak” anda sudah dirampas. Kebebasan untuk begini atau begitu sudah tak ada lagi. Di penjara yang ada adalah kewajiban, yaitu aturan-aturan dalam penjara yang terpaksa harus anda ikuti karena tak ada pilihan lagi. Hak, sudah tak ada.

Jadi, menyembah ALLAH adalah kewajiban, sedangkan tidak menyembah ALLAH adalah hak. Beragama adalah kewajiban, sedangkan Atheis adalah hak. Menuruti perintah ALLAH adalah kewajiban, sedangkan memberontak adalah hak. Berbuat kebaikan adalah kewajiban, sedangkan berbuat kejahatan adalah hak.

Dari sini kita bisa melihat bahwa kewajiban itu bernilai positif, sedangkan hak itu bernilai negatif.

Sekarang mari kita kaji perbincangan yang selalu menarik, yaitu mengenai: “hak azasi manusia” dalam perspektif yang lebih luas.

Ketika orang diperlakukan tidak adil, orangpun berteriak tentang hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil. Ketika orang diupah kecil, orangpun berteriak tentang hak untuk mendapatkan upah yang layak. Semua ini kelihatannya adalah baik dan benar. Tapi saya mau tunjukkan bahwa ada yang lebih baik dan lebih benar lagi.


ORANG BAIK LEBIH MENGUTAMAKAN KEWAJIBAN DARI PADA HAK;

Orang baik akan berpikir: “Saya tidak peduli dengan apa yang saya terima, tapi saya lebih berpikir tentang apa yang harus saya berikan.” – “Apa yang harus saya berikan itu lebih penting dari pada apa yang bisa saya terima.”

Para pahlawan perjuangan kita, mereka melepaskan semua hak-hak mereka demi menunaikan kewajiban mereka. Mereka seharusnya memiliki hak untuk tidak ikut berperang, sebagaimana orang-orang yang tidak ikut berperang. Tapi mereka lepaskan hak itu, demi kewajiban membela bangsa dan negara. Mereka seharusnya mempunyai hak untuk tinggal di rumah bersama keluarganya. Tapi mereka lepaskan hak itu. Mereka rela tinggal di hutan-hutan, demi kepentingan yang lebih besar.

Demikian pula dengan para rohaniawan, seperti saya. Apakah saya tidak berhak untuk menolak memberitakan Injil? Apakah saya tidak berhak untuk menikmati kehidupan sebagaimana anda menikmatinya? Apakah saya tidak berhak membersihkan diri saya dari maki-makian orang dengan cara menghentikan kegiatan penginjilan internet ini? Apakah saya tidak berhak menghentikan dari permusuhan dengan anda dalam diskusi di milis ini? Tapi semua hak-hak itu saya abaikan, demi kewajiban mengingatkan anda tentang perlunya beragama yang benar.

Kalau anda dicubit, memang hak anda untuk melakukan pembalasan. Tapi, bukankah mengasihi musuh itu merupakan kewajiban kita? Ketika anda membalas, memang anda berhasil mendapatkan hak anda, tapi anda telah melalaikan apa yang menjadi kewajiban anda.

Kaum Muslim ditindas dan dianiaya oleh Amerika. Karena itu kaum Muslim menggunakan hak-haknya untuk melakukan pembalasan kepada Amerika. Dan hak-hak itu kalau bagi Islam memang merupakan kewajiban – kewajiban membela diri dan membela agamanya. Itulah sebabnya mereka merasa benar melakukan pembalasan, karena tercampurnya antara pengertian hak dengan kewajiban. Hak dipersamakan dengan kewajiban, inilah yang membuat hakekat keagamaan menjadi rusak dan kurang memiliki arti. Sebab kalau masalah balas-membalas, bukankah itu juga merupakan kebebasan bagi orang-orang yang tidak beragama? Bahkan mereka tidak perlu diajari.

Hanya Kristen yang memberikan perbedaan antara hak dengan kewajiban. Bahwa sekalipun kita mempunyai hak untuk membalas, namun TUHAN mewajibkan kita untuk tidak membalas. Abaikanlah hak, lakukanlah kewajiban kita.

Sebagai sama-sama manusianya, antara orang Kristen dengan orang Islam, memang sama-sama tabiatnya. Begitulah yang Islam, begitu juga yang Kristen. Tapi sebagai sama-sama agamanya, ajaran Kristen berbeda dengan ajaran Islam. Kristen menawarkan suatu gagasan yang lebih baik dan lebih spesial.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar