Senin, 26 September 2016

MUHAMMAD KOQ DI SINI?

Mumpung ketemu Umar, saya bertanya tentang ayat ini:

QS. 5:117

Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

"Menurut ente, apa artinya itu?" tanya saya kepada Umar. Setelah berpikir sejenak, Umar-pun menjawab: "Nabi ISA menyerahkan pengawasan umatNYA kepada Allah, setelah Beliau diwafatkan." Maka saya bertanya lagi: "Kalau dari nabi ISA ke Allah, bagaimana Muhammad bisa ada di sini?" Umar bingung, lalu ganti bertanya: "Kalau menurut Injil gimana?" Saya tunjukkan Yohanes 17:11-15;

Yohanes 17:11Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
17:15Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
 
Maka Umar-pun mencoba mencarikan alasan kenabian Muhammad: "Mungkin Muhammad hanya jalan-jalan saja, ya?! Sebab jadwalnya memang nggak ada. Setelah ISA, Allah, maka Muhammad koq bisa muncul, saya sendiri juga heran." Umar menggaruk-garuk kepalanya.

Hasil gambar untuk gambar obat sakit kepala

UMAR MEMBUKTIKAN ISA TERKEMUKA

Muslim sensitif sekali kalau dibilang Al Qur'annya bukan firman Allah. Karena itu ketika saya beri kesempatan untuk membuktikan kebenaran QS. 3:45, Umar langsung membeberkan bukti-bukti bahwa ISA al MASIH itu Seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat, bukan nabi biasa.

Kata Umar: "ISA itu kelahirannya ajaib, dari seorang perawan, bukan seperti nabi biasa yang kelahirannya seperti saya. ISA ketika lahirnya tidak dicekik setan, tapi nabi biasa dicekik setan sama seperti kelahiran saya. ISA ketika bayinya sudah bisa membela ibunya, tidak seperti bayi-bayi lainnya yang rewel."

Umar melanjutkan: "Dari gelarnya, ISA itu adalah Seorang MASIH atau MESIAS atau JURUSELAMAT,

berbeda dengan nabi biasa yang gelarnya: Shalallaahu 'Alayhi Wasallam, yang artinya mudah-mudahan bisa diselamatkan. Kalau nabi biasa itu keselamatannya untung-untungan, tapi nabi ISA itu bisa menyelamatkan orang lain."


"Kalau nabi biasa tidak mempunyai mukjizat apa-apa, tapi nabi ISA mukjizatnya banyak sekali. Nabi ISA hingga sekarang masih hidup, sedangkan nabi biasa umurnya hanya 62 tahun saja. Mati dan nggak bangkit-bangkit lagi, sebab hanya nabi biasa. Nabi ISA akan datang kembali sebagai IMAM MAHDI, nabi biasa mana bisa datang kembali? Nabi ISA akan datang sebagai Hakim yang adil, nabi biasa mana bisa diangkat menjadi Hakim dunia? Nabi ISA itu posisinya didekatkan pada Allah, yaitu di sebelah kananNYA, tapi nabi biasa terdampar di kota Mekkah. Sangat jauh dari sorga, Takhta Allah. Nabi ISA itu mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat, nabi biasa mana punya pengetahuan itu?"

Kata Umar lagi: "Umat nabi ISA itu tidak ada kekuatiran. Mereka pasti diselamatkan. Tapi umatnya Muhammad itu sengsara sekali karena pasti dimasukkan ke dalam neraka. Entah beriman atau tidak beriman, semua umat Muhammad disamakan saja. Di kubur disiksa, di akherat disiksa. Disiksa terus-terusanlah, capek deh! Jalannya nabi ISA itu SIRATAL MUSTAQIM, jalan yang diridhai Allah, Seorang yang perkataannya adalah kebenaran. Nabi ISA itu al Quds, Seorang yang kudus, Beliau tidak kawin, tidak seperti nabi-nabi yang lainnya yang doyan kawin. Nabi ISA itu mengajarkan kasih sesama, tidak seperti nabi-nabi biasa yang mengajarkan menyerang dan memerangi orang yang tidak sehaluan dengannya."

"Karena itu saya yakin QS.3:45 yang mengatakan ISA, Seorang terkemuka di dunia dan di akherat itu benar-benar firman Allah, sebab bukti-buktinya banyak sekali dan tidak bisa dibantah. Jikapun dicocokkan dengan Injil pasti tidaklah jauh berbeda." Demikianlah Umar mengakhiri jawabannya.
Hasil gambar untuk gambar umar bin

Minggu, 25 September 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 9

ROMA 7:

Ayat 15-16:
Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.

Seorang anak kecilpun ingin menjadi anak yang baik, bukan anak yang nakal. Buktinya ketika baik dia selalu menciumi mamanya. Tapi ketika sedang masuk ke dunianya, yaitu dunia main-main, maka kenakalannya menjadi kambuh secara otomatis, tanpa dikehendakinya. Demikian halnya dengan orang-orang yang terjerumus ke dalam berbagai kejahatan. Tak ada seorangpun yang ingin menjadi maling, copet, pemerkosa, pezinah, pembunuh, pemabuk, maupun narkoba. Buktinya? Ketika pemerintah membuat undang-undang tentang itu semua tak ada yang protes, tak ada yang demo, sebagaimana kalau pemerintah menggusur rumah mereka. Itu artinya mereka menyetujui bahwa aturan pemerintah itu baik, dan jika ada yang melanggar pantas dihukum.

Ayat 17-20:
Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

"Dosa yang ada di dalam kita", apakah itu? Itulah sel-sel syaraf yang ada dalam tubuh kita yang menyampaikan aspirasinya kepada otak, yang sering menjerumuskan otak untuk mengambil keputusan yang berdosa. Sel-sel syaraf itu kerjanya seperti para menteri yang memberikan laporan ke presiden "otak."

Menteri Perut melaporkan: "Pak, kalau terlambat makan bisa sakit maag." Maka presidenpun mengambil keputusan darurat: "Kalau begitu, kita mencuri saja daripada sakit maag." Menteri Syahwat melaporkan: "Pak, ada demo dari kelamin yang menuntut hak-haknya agar dipenuhi." Maka presidenpun mengambil keputusan darurat: "Kalau begitu kita perkosa perempuan." Menteri hati yang luka melaporkan: "Pak, wilayah teritorial kita kepulauan Natuna dimasuki pasukan China." Maka presidenpun mengambil keputusan: "Kalau begitu kita habisi dia dengan kopi sianida."

Ayat 21:
Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.

"Ingin berbuat yang baik, yang jahat ada padaku." Sebab yang namanya ingin itu artinya masih belum terjadi, masih belum ada. Ingin baik berarti sedang jahat. Ingin mencuri berarti sedang jujur. Ingin makan berarti masih belum makan. Ingin mobil berarti masih belum punya mobil.

Ayat 22-23:
Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.

Yang dimaksud dengan batin adalah akal budi atau akal pikiran kita. Di sinilah ELOHIM YAHWEH menanamkan hati nurani, sebagai jarum kompas yang selalu menunjuk arah utara;

Yes. 14:13Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

Hati nurani kita selalu memberikan pikiran-pikiran yang baik, yang selaras dengan kehendak ELOHIM YAHWEH. Tapi darah dan daging kita telah dikutuk oleh dosa di Taman Eden, sehingga darah dan daging kita yang dikendalikan oleh sel-sel syaraf itu selalu bekerja untuk kepentingan diri sendiri. Yang dipikirkan hanya kepentingannya sendiri, tidak sanggup melihat kepentingan orang lain maupun kehendak ELOHIM YAHWEH. Daging ini tidak mungkin menuruti kehendak ELOHIM YAHWEH.

Mat. 26:41Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Roh kita, yaitu pikiran kita memang penurut ELOHIM YAHWEH, tapi daging tidak bisa diajak kerjasama. Itulah sebabnya kita dilatih berpuasa. Kita dilatih untuk mengendalikan daging, supaya tidak terlalu manja, supaya tidak setiap keinginannya harus dipenuhi.

Ayat 24-25:
Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

"Aku manusia celaka!" Sebab fakta membuktikan di dalam Hukum Taurat tidak ada kebenarannya, malah banyak kebohongannya. Di dalam ajaran papa-mama kita tidak ada kebenarannya, malah banyak kebohongannya. Mari kita lihat:

Kata mama, lumpur itu menjijikkan. Padahal semua pohon ditanam di tanah dan kita menikmati buahnya. Banyak vitaminnya kata dokter, tapi kata mama tanah itu menjijikkan. Kata mama, jangan main api. Padahal papa dan mama setiap hari menyalakan kompor untuk memasak. Kata mama, jangan main pisau. Padahal papa dan mama setiap hari memegang pisau untuk berbagai keperluan. Kata mama, makan permen bisa batuk. Padahal tantenya tidak makan permen sakit kanker. 'Kan mending sakit batuk daripada sakit kanker?

Saya membunuh Ahok rasanya tidak mungkin. Tapi di pikiran saya benci sekali karena rumah saya digusurnya. Karena saya tidak membunuh Ahok, maka saya bersih dan suci dari pelanggaran hukum ke-6: Jangan membunuh. Tapi di pikiran? Bukankah pikiran saya ini lebih jahat dari kenyataan saya? Bagaimana Hukum Taurat mengatasi dosa yang ada di dalam pikiran? Apakah karena tidak termaktub dalam Hukum Taurat, maka itu bukan dosa?

Saya berzinah dengan si Susi rasanya tidak mungkin. Tapi saya bisa berimajinasi tentang dia, bukan?! Saya setiap hari Sabat memang berhenti bekerja. Tapi di hari itu pikiran saya melayang ke mana-mana. Saya bisa memberi pengemis. Tapi apakah pikiran saya rela?

Jika semua yang jahat yang ada di pikiran ini bukan dosa karena tidak dicantumkan dalam Hukum Taurat, maka saya lebih suka dipimpin oleh Hukum Taurat daripada dipimpin ELOHIM YESHUA. Jika korban sembelihan domba bisa menyelamatkan manusia, betapa menghinanya ELOHIM YAHWEH terhadap manusia. Masak yang mulia diselamatkan oleh yang hina? Masak yang lebih rendah derajatnya menyelamatkan yang lebih tinggi? Konsep apa itu? Konsep yang rendah sekali itu! Dan buat apa pula ELOHIM YESHUA diturunkan?!

Yah! Karena di dalam Hukum Taurat tidak ada kebenarannya, maka yang ada adalah ketidakbenaran. Jika ELOHIM YAHWEH menurunkan ketidakbenaran, itu artinya ELOHIM YAHWEH sedang main-main, tidak serius!

Ibr. 10:1Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Benarlah! Rasul Paulus menyebut di dalam Hukum Taurat hanya terdapat bayangan dari keselamatan yang akan datang. Hanya bayangan! Seperti bayangan pohon, bukanlah pohon! Hanya menipu! Ajaran papa-mama dan ajaran Taurat adalah ajaran yang menipu, yang membohongi. Jika demikian, adakah papa-mama dan ELOHIM YAHWEH itu Penipu? Bukan! Itu terpaksa dilakukan oleh sebab kita masih berpikiran kanak-kanak. Mereka harus menyesuaikan dengan kemampuan berpikir kita. Karena tidak mungkin membuat paparan secara ilmiahnya, maka dipraktiskan menjadi: "Jangan main pisau, jangan main api, jangan menyeberang jalan, jangan mencuri, jangan membunuh, jangan berzinah, dan seterusnya."

Itulah sebabnya sambil mengajarkan itu mereka bertanya-tanya: "Kapan kamu dewasanya, nak?!" Sampai genap waktunya! Tunggulah, sampai genap waktunya!

Gal. 4:4Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

Jadi, jika Hukum Taurat diterus-teruskan, celakalah rasul Paulus! Sebab pasti nggak selamatnya. Tapi untunglah ELOHIM YESHUA diturunkan. Sebab ELOHIM YESHUA itu ROHANI, sehingga DIA bukan saja mengurusi hal-hal yang kelihatan, melainkan juga hal-hal yang tersembunyi dalam pikiran. DIA sanggup mengampuni apa yang tidak sanggup diampuni oleh Hukum Taurat.

"Akal budi melayani Hukum ELOHIM YAHWEH, tubuh melayani hukum dosa." Itulah dosa-dosa spontanitas yang merupakan sebuah kekhilafan yang bisa terjadi pada siapa saja. Itulah kejatuhan dari tokoh-tokoh Alkitab, seperti Adam dan Hawa, Nuh mabuk anggur, nabi Musa memukul batu secara emosional, raja Daud dengan kasus Batsyeba, raja Salomo dengan berhala-berhalanya, rasul Petrus dengan kemunafikannya, rasul Paulus dengan kemunafikannya, Williem Miller, Ny. Ellen G. White, dan lain-lainnya. Peribahasanya: sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh juga. Atau, tak ada gading yang tak retak, artinya semua gading pasti retak. Kalau tak retak bukan gading namanya.

Tak ada manusia yang sempurna!

2Kor. 12:9Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

ROMA 8:

Ayat 1:
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Di dalam ELOHIM YESHUA kita diyakinkan dengan keselamatan yang sempurna dan pasti, yang memenuhi logika.

Ayat 2:
Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Yang dimaksud dengan "roh" adalah ajaran, ajaran yang memberi hidup adalah ajaran Kristen yang telah mengakhiri Hukum Taurat.

Ayat 3:
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

Hukum Taurat yang selalu dikalahkan oleh keinginan daging, sehingga membuat manusia selalu salah dan berdosa, tak mungkin benar, tak mungkin bisa memenuhi tuntutan Hukum Taurat itu, telah ditolong oleh ELOHIM YAHWEH dengan jalan mengutus ANAKNYA menjadi daging atau manusia, yang serupa dengan manusia yang berdosa ini. DIA yang tak bersalah dihukum, supaya kita yang bersalah dibebaskan dari hukuman.

Ayat 4:
supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Tuntutan Hukum Taurat digenapi di dalam kita, maksudnya, sudah diakhiri. Sekarang kita diajak untuk hidup menurut ROH, yaitu secara ILAHIAH, supaya kita lebih menitik-beratkan pada hal-hal yang rohaniah daripada yang lahiriah. Yang lebih tinggi, yang lebih besar, yang lebih bernilai, yang lebih bermanfaat, yang merupakan hakekatnya.

Ayat 5:
Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Hukum Taurat hanya membuat kita terfokus pada hal-hal yang lahiriahnya saja, sehingga kita kurang waspada terhadap kenajisan akal pikiran kita. Tapi ajaran ELOHIM YESHUA menunjukkan dosa-dosa yang ada dalam pikiran kita, sehingga kita menjadi waspada dan membersihkan akal pikiran kita dari kebencian terhadap Ahok maupun siapapun yang menganiaya kita, membersihkan pikiran dari bayangan tubuh seksi si Susi, dan lain-lainnya. Pikiran harus dibersihkan dari hal-hal yang jahat, yang kotor dan yang najis, kita ganti dengan memikirkan hal-hal yang lebih baik, lebih bijaksana, yang diperkenan ELOHIM YAHWEH.

Flp. 4:8Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Ahok merugikan saya? Okeylah! Soal apakah itu baik atau tidak, biarlah itu urusannya dengan ELOHIM YAHWEH. Urusan yang harus saya pikirkan sekarang adalah bagaimana saya bisa tetap survive. Apa saja yang saya perlukan, saya tidak mengharapkan pada manusia, tapi saya mohonkan pada ELOHIM YAHWEH. Jika manusia menendang saya, tapi ELOHIM YAHWEH membangkitkan saya, maka tendangan itu tidaklah berarti apa-apa. Jika manusia merugikan saya, tapi ELOHIM YAHWEH menguntungkan saya, maka apa artinya kerugian itu lagi?!

Ayat 6:
Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Keinginan daging itu menambah persoalan, keinginan ROH itu meniadakan persoalan. Keinginan daging itu memperbesar persoalan, keinginan ROH itu memadamkan persoalan.

Ayat 7-8:
Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Galatia 5:19

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Hasil gambar untuk gambar sel-sel saraf tubuh manusia

Sabtu, 24 September 2016

MEMBUKTIKAN KEBENARAN ISA TERKEMUKA



Kayaknya kaum Muslim sudah pingin sekali diskusi dengan saya, ya? Baiklah, saya layani dengan senang sekali.  Saya hanya mau tanya tentang QS. 3:45:  “(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”

Pertanyaan saya: apa benar itu firman Allah, atau kata-kata karangan Muhammad? Jika itu kata-kata karangan Muhammad, maka saya takkan menuntut bukti. Tapi jika itu firman Allah, maka anda harus membuktikan bahwa perkataan itu benar, bahwa Isa putera Maryam itu seorang terkemuka di dunia dan di akherat.

Apa buktinya bahwa Isa itu Seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat? Sebab jangan-jangan Dia itu hanya nabi biasa saja, sama seperti Muhammad, bukan Seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat.  Jadi, jawab: nabi biasa atau terkemuka di dunia dan di akherat? Dan berikan bukti-buktinya!

Jumat, 23 September 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 8

ROMA 7:

Ayat 1:
Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum--bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup?

Abraham mempunyai anak Ishak, Ishak mempunyai anak Yakub, Yakub mempunyai anak 12 orang. Ketika salah seorang anak Yakub itu melahirkan anak, yaitu cucu Yakub yang pertama, itulah orang pertama yang menjadi bangsa Israel, yang ditandai dengan sunat. Dan dengan tanda sunat ini mereka secara otomatis menjadi peserta agama Yahudi.

Dari anak ke anak, dari generasi ke generasi, hingga ke zaman Yohanes Pembaptis, mereka semua ditandai dengan sunat. Oleh Yohanes Pembaptis mereka dipanggil untuk bertobat dari kesesatan mereka selama berabad-abad yang dikendalikan oleh orang-orang Farisi, Saduli dan ahli-ahli Taurat, untuk berbalik ke Jalan ELOHIM YAHWEH kembali. Semua dosa-dosa mereka yang bertobat itu "dikuburkan" oleh Yohanes Pembaptis dalam baptisan di sungai Yordan. Mengapa sungai Yordan? Sebab sungai Yordan itulah pintu gerbang mereka memasuki negeri Palestina, dari perjalanan mereka di padang gurun selama 40 tahun bersama nabi Musa.

Ketika mereka menyeberangi sungai Yordan, terjadilah keajaiban sebagaimana di Laut Teberau, yaitu arus sungai itu mendadak terputus sebelah-menyebelah, sehingga ada jalan untuk bangsa itu menyeberangi sungai Yordan dengan berjalan kaki. Dan atas perintah TUHAN, masing-masing suku diwakili seorang mengambil sebuah batu dari sungai itu lalu dipanggul ke atas bahunya. Sesampai di pertengahan, ke-12 batu itu didirikan sebagai tugu peringatan oleh nabi Yosua, bahwa mereka memasuki negeri Palestina itu sebagai penyembah-penyembah ELOHIM YAHWEH;

Yosua 4:5

dan Yosua berkata kepada mereka: "Menyeberanglah di depan tabut TUHAN, Allahmu, ke tengah-tengah sungai Yordan, dan angkatlah masing-masing sebuah batu ke atas bahumu, menurut bilangan suku orang Israel,
4:6supaya ini menjadi tanda di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu bertanya di kemudian hari: Apakah artinya batu-batu ini bagi kamu?
4:7maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya."
4:9Pula Yosua menegakkan dua belas batu di tengah-tengah sungai Yordan itu, di tempat bekas berjejak kaki para imam pengangkat tabut perjanjian itu. Batu-batu itu masih ada di sana sampai sekarang.

Karena itu mereka dibawa kembali oleh Yohanes Pembaptis ke situ untuk disucikan melalui baptisan. Orang-orang yang telah menerima baptisan Yohanes inilah yang diserahkan kepada ELOHIM YESHUA. Mereka bukan saja disucikan dari kesesatan mereka selama ini, tapi sekaligus untuk menandai "dikuburkannya" segala peraturan Hukum Taurat. Mereka sudah tidak lagi dibawah bayang-bayang Hukum Taurat. Mereka telah dimerdekakan dari Hukum Taurat oleh ELOHIM YESHUA;

Yoh. 8:36Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Hukum berkuasa selama orang itu masih hidup. Tapi oleh baptisan Yohanes, kebangsaan Israel sudah ditenggelamkan. Sudah tidak ada lagi Israel, sudah tidak ada lagi Hukum Taurat. Tapi jangan lupa bahwa yang mati ELOHIM YESHUA, yang bangkit juga ELOHIM YESHUA. Itu artinya secara konsep masih tetap sama. Hukum Taurat masih membayangi Perjanjian Baru. Bangsa Israel memang sudah tidak ada, tapi ELOHIM YESHUA adalah Raja Orang Israel. Jadi, Israel tetap ada di Perjanjian Baru!

Ayat 2-3:
Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.

"Suami" Israel adalah ELOHIM YAHWEH. Kini, "Suami" Israel itu telah meninggal, ELOHIM YAHWEH sudah tidak lagi memerintah bangsa Israel, sebab jadwal pemerintahanNYA sudah habis oleh kelahiran ELOHIM YESHUA, sebagaimana isi perjanjianNYA dengan Abraham. Kini Israel dikawinkan dengan ELOHIM YESHUA, ANAK ELOHIM YAHWEH. Wouh, masih sedarah, ternyata. Ganti status, ganti orang, ganti nama, namun masih satu jiwa. ELOHIM YESHUA secara tegas menyatakan datang dengan membawa misi dari BAPANYA. Sama saja dengan boss Lippobank, dari bapaknya: Mochtar Riady, diganti dengan anaknya: James Riady.

BAPA-ANAK, mungkinkah berbeda? Mungkinkah saling bertentangan? Mungkinkah ANAK melemparkan tahi ke muka BAPANYA? ANAK macam apa itu? Apakah anda ingin ELOHIM YESHUA itu mendurhakai BAPANYA dengan mengotak-atik hari Sabat ke hari Minggu? Tolong, berikan saran-saran anda, bagaimana sebaiknya ELOHIM YESHUA sebagai TUHAN atas hari Sabat itu memperlakukan hari Sabat.

Ayat 4:
Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

2Kor. 11:2Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Kita dikawinkan dengan ELOHIM YESHUA, supaya berbuah bagi siapa? Bagi ELOHIM YAHWEH! Semua anak ELOHIM YESHUA adalah anak-anak ELOHIM YAHWEH.

Ayat 5:
Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

Ayat 5 inilah yang diajukan oleh seorang jemaat hari Mingguria untuk membatalkan hari Sabat. Sebab Hukum Taurat itu merangsang dosa, sebagaimana judul tulisan ini. Maksud si Mingguria, karena merangsang dosa, maka Hukum Taurat itu tidak boleh dipakai melainkan harus dibuang ke tong sampah. Karena itu halal untuk menggantikannya ke hari Mingguria. Okey, mari kita pelajari baik-baik.

Sebuah fakta membuktikan semakin dilarang semakin dilanggar, inilah yang meramaikan dunia disepanjang masa. Mulai dari anak-anak Balita sudah begitu. Minta permen, tidak dibelikan, dia akan nangis terus. Dicubitpun tak bisa menghentikan tangisnya. Yang bisa menghentikan tangisannya adalah permen sebagaimana yang dia inginkan. Gembong narkoba, Freddy Budiman, biarpun sudah dipenjarakan, di dalam penjarapun masih menyalurkan narkoba. Minuman keras, judi, pelacuran, perselingkuhan, pornografi, korupsi, maling, copet, pembunuhan, penipuan, dan lain-lainnya adalah pelanggaran dari apa yang dilarang pemerintah. Semakin harus menegakkan hukum, polisi semakin gila korupsinya. Semakin harus adil, para hakim semakin gila sogok-menyogoknya. Dan itu dedengkotnya adalah Adam dan Hawa. Mereka itulah pelanggar larangan yang pertamakalinya.

Penjara itu sarang atau tempatnya telor larangan. Larangan akan bertelor di penjara. Karena itu sebelum membuat larangan, harus dibangun lebih dahulu penjaranya. Sebab larangan yang tanpa penjara akan disebut macan ompong. Hukum tak ada wibawanya, seperti macan ompong yang tak bisa menggigit. Nah, jika penjara yang harus dibangun lebih dahulu daripada peraturannya, menyatakan bahwa sekelompok masyarakat yang diaturnya itu adalah para pelanggar hukum.

Jika orang berdosa itu kambing, peraturan adalah rumputnya, sehingga orang berdosa semakin lahap ketika melihat suatu peraturan. Apa yang dilarang, apa yang disembunyikan, apa yang dirahasiakan, semakin menimbulkan rasa ingin tahu. Itulah sebabnya sesuatu yang sudah diketahui disebut pengetahuan, dan kita sangat tergila-gila dengan "ilmu pengetahuan", yaitu suatu cara untuk mengetahui sesuatu yang belum kita ketahui.

Jadi, sifat dasar manusia adalah ingin mengetahui dari apa yang belum ia ketahui. Yang halal tidak menarik hati, tapi yang haram menawan sekali.

Kalau larangan malah menyuburkan dosa, mengapa perlu dibuat larangan? Kalau Hukum Taurat malah merangsang dosa, mengapa perlu dibuat Hukum Taurat? Sebab terdapat dua kutub, sebab terdapat dua kehendak, sebab kehendak ELOHIM YAHWEH berbeda dengan kehendak manusia. Sebab apa yang disukai manusia itu yang dibenci ELOHIM YAHWEH, sebab apa yang disukai ELOHIM YAHWEH itu yang dibenci oleh manusia. Dan ELOHIM YAHWEH menghendaki terjadinya tabrakan atau peperangan. ELOHIM YAHWEH ingin menghancurkan segala kehendak manusia.

Melalui Hukum Taurat itulah ELOHIM YAHWEH memperkenalkan DiriNYA.

Ayat 6:
Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Selama 2.000 tahun, disepanjang sejarah Israel, ELOHIM YAHWEH telah memperkenalkan segala kehendakNYA, sehingga manusia mempunyai pengetahuan tentang pilihan mana-mana yang baik dengan mana-mana yang tidak baik. Kini, melalui ELOHIM YESHUA, kita diajak memasuki segala perintah ELOHIM YAHWEH dengan jiwa baru, yakni dengan kesadaran, dengan kemerdekaan, dengan sukacita, dan dengan hikmat ROH KUDUS.

Ayat 7:
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"

Hukum Taurat itu memperkenalkan kehendak ELOHIM YAHWEH. Hukum Taurat itu memperkenalkan apa-apa yang disebut dosa, yang dilarang. Jadi, Hukum Taurat itu bukan dosa, bukan pula perangsang dosa.

Berhubungan seks dengan pelacur itu berdosa. Tapi apakah seorang perempuan pelacur itu dosa? Bukan! Apakah perempuan pelacur itu perangsang dosa? Juga bukan! Bagi orang yang kuat imannya, perempuan pelacur itu bukan apa-apa. Hanya bagi yang lemah imannya saja pelacur itu merangsang dosa. Karena itu yang dirangsang dosa adalah orang-orang yang berdosa.

Apakah warung itu perangsang kita makan? Bukan! Kalau kita kenyang kita tak ingin ke warung. Tapi ketika kita berkebutuhan makan barulah warung itu perlu. Demikian halnya dengan Hukum Taurat. Bagi orang-orang kudus Hukum Taurat itu menyegarkan jiwa. Bagi orang-orang baik jika diberitahu tentang hal-hal yang baik, dia tidak marah, malah berterimakasih. Hanya orang-orang yang berjiwa jahat saja ketika diberitahu yang baik malah marah-marah. Jadi, yang terangsang dosa oleh Hukum Taurat adalah orang-orang yang berdosa saja.

Nah, di dalam Kekristenan sudah tidak ada orang yang berdosa lagi. Kenapa? Sebab Kristen memanggil orang-orang secara sukarela, bukan pemaksaan sebagaimana bangsa Yahudi. Sebab Kristen memanggil orang-orang yang sadar, yang terpanggil, yang merindukan kebenaran, yang berjiwa baik, yang ingin diperbaiki, yang beriman dan yang dipilih ELOHIM YAHWEH.

Yoh. 6:44Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

1Ptr. 2:9Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Ayat 8:
Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati. Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian. Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku. Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik. Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.

Di situ rasul Paulus menceritakan keadaan dirinya ketika masih lemah, ketika masih berada di dalam ajaran Hukum Taurat.
Hasil gambar untuk gambar diperbudak dosa

Kamis, 22 September 2016

HUKUM TAURAT ITU MERANGSANG DOSA - ROMA 7

ROMA 6:

Ayat 1:
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?

Di depan dikatakan bahwa di mana dosa bertambah banyak di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah. Apakah itu berarti ELOHIM YAHWEH menyukai orang yang dosanya bertumpuk-tumpuk? Bukan! Tapi untuk menunjukkan kesabaranNYA. Sebab jika ELOHIM YAHWEH sudah tidak tahan melihat tampang orang itu, pasti sudah dibinasakan. Sama seperti kita jika kesabaran kita sudah habis maka kita pasti akan main tangan.

Yes. 48:9Oleh karena nama-Ku Aku menahan amarah-Ku dan oleh karena kemasyhuran-Ku Aku mengasihani engkau, sehingga Aku tidak melenyapkan engkau.

Jika kita sudah terlanjur melakukan dosa dan aman-aman saja, bersyukurlah dan segera hentikan dosa itu. Jangan karena aman lalu anda melanjutkannya sehingga membiasa, dan lama-lama menjadi kurangajar menjadikan dosa sebagai lelucon. Berbuat dosa bukannya menyesal, tetapi malah ketawa-ketawa bangga dan berkata: "dosa itu enak!" Ingatlah ada orang yang lebih pandai dari anda yang menganggap perbuatan dan perkataan anda itu bodoh sekali, yang ketika anda mentertawakan dosa, orang itu mentertawakan kebodohan anda. Dan orang yang lebih pandai dari anda itu bisa membuktikan ketidakbenaran lelucon anda dari berita-berita di koran yang mengabarkan bahwa polisi menangkap dan memenjarakan orang-orang yang melakukan dosa sejenis, yang setelah ditangkap merasa sangat ketakutan sekali.

Kalau di Facebook ini adalah orang-orang yang mengumbar perkataan-perkataan liar, mengumbar perkataan-perkataan yang menghina agama lain secara kasar dan tak bertanggungjawab, mengirimkan gambar-gambar porno, dan lain-lainnya. Padahal di media yang sama juga diberitakan tentang orang-orang yang berhasil ditangkap polisi, yang ketika ditangkap ada yang babak belur wajahnya, atau kepalanya menunduk lesu. Sungguh tak sebanding dengan kegagahannya sewaktu masih belum ditangkap polisi. Itu tandanya nggak mikir! Kurang perhitungan! Bagaimana dengan saya? Apakah saya termasuk orang yang bebal karena juga suka menghina agama-agama lain? Jelas berbeda, sebab saya dalam rangka menyampaikan pengajaran. ELOHIM YAHWEH, para nabi, ELOHIM YESHUA dan para rasul juga suka menghina lawan-lawannya.

Ayat 2-4:
Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.


Kalau kita masuk Kristen dan tidak bertobat dari dosa-dosa kita, lalu Kristen ini anda anggap kumpulan apa? Masuk Kristen dosa-dosa kita diampuni oleh ELOHIM YESHUA, lalu anda memproduksi lagi dan menyetorkannya ke ELOHIM YESHUA lagi, apakah anda pikir ELOHIM YESHUA itu pengepul atau grosir dosa?

Harusnya kita merenungkan arti baptisan. Mengapa masuk Kristen harus diselamkan ke dalam air? Padahal kalau masuk menjadi anggota partai politik kita ditandai dengan kartu anggota. Tapi masuk Kristen koq dibaptis? Baptis itu artinya dibersihkan atau dimandikan. Kita dimandikan oleh darah ELOHIM YESHUA, yaitu air, supaya jiwa kita bersih. Setelah bersih itulah kita diterima sebagai murid ELOHIM YESHUA. Jadi, ELOHIM YESHUA tidak mau menerima yang kotor-kotor, seperti rak piring adalah tempatnya piring-piring yang sudah bersih. Itulah sebabnya murid-murid ELOHIM YESHUA itu disebut orang-orang kudus.

Disebut orang kudus tapi masih berbuat dosa. Itu tidak klop, tidak benar! Padahal Kristen adalah kebenaran! Kristen adalah terang. Bagaimana matahari tidak memancarkan cahaya? Masakan itu matahari? Kalau matahari tidak bersinar, bagaimana pakaian yang dijemur menjadi kering? Jika kita yang sudah masuk Kristen masih berdosa, bagaimana kita hendak menghentikan dosa orang-orang yang di luar sana?

Tit. 2:7dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

Ooh, betapa dalamnya kamu telah jatuh, sobat!

Ayat 5-7:
Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
Ketika kita diselamkan ke dalam air sewaktu baptis, itu melambangkan kematian kita. Sebab orang mati itu orang yang sudah berhenti berbuat dosa. Jadi, itu merupakan suatu janji kita kepada ELOHIM YESHUA, bahwa kita mulai saat itu akan menghentikan dari dosa-dosa lama kita.

Memang secara praktek tidaklah mungkin kita ini langsung menjadi orang suci atau malaikat. Tidak ada itu! Tapi jika kita membuat grafis, harusnya dari waktu ke waktu ada pengerucutan menuju kesempurnaan. Harus ada perubahan ke arah yang baik. Tapi yang sering terjadi justru semakin Kristen semakin jahat. Semakin lama semakin buruk keadaan kita.

Sekalipun dalam bidang yang lain memperlihatkan peningkatan, misalnya: setelah masuk Kristen semakin kaya, semakin lancar pekerjaan dan semakin meningkat kedudukan kita. Tapi bukan di situ yang harusnya meningkat. Justru dikeduniawian harusnya semakin dikikis habis, bukannya semakin dikembangkan. Ini sesuatu yang sangat fatal bagi seorang yang merindukan keselamatan yang pasti, bukan Kristen abal-abal atau Kristen iseng-iseng berhadiah.

Ayat 8-10:
Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Kaum Muslim menyebut orang-orang Kristen itu sebagai "misionaris." Sekalipun dalam konotasi negatif, namun mengandung kebenaran untuk ELOHIM YESHUA. Sebab "misionaris" artinya adalah orang yang memiliki misi, memiliki tujuan, bukan orang yang kebingungan. Bahwa ELOHIM YESHUA dilahirkan ke dunia sebagai Manusia biasa lalu mati disalibkan itu adalah sebuah misiNYA, bukan suatu kebetulan, melainkan sesuatu yang sudah direncanakan atau diskenariokan ribuan tahun sebelumnya. DIA datang untuk menderita, bukan untuk berwisata. DIA datang untuk mati, bukan untuk hidup. DIA datang untuk melayani, bukan untuk dilayani. DIA datang sebagai ANAK Rakyat, bukan ANAK RAJA. DIA datang sebagai ANAK kita[manusia], bukan sebagai ANAK ELOHIM YAHWEH.

Selama seperti itu maka berita Injil adalah kebenaran.

Filipi 2:6

yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Ayat 11:
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Setelah dibaptis, hidupmu adalah bagi ELOHIM YAHWEH, bukan bagi karier, bukan bagi bisnis, bukan untuk mencari uang, bukan untuk pesta-pora, bukan untuk kesenangan-kesenangan, bukan sebagai aparat negara tapi sebagai aparat ELOHIM YAHWEH, bukan bagi teknologi, bukan bagi nusa dan bangsa, dan lain-lainnya.

"Hidup bagi ELOHIM YAHWEH dalam ELOHIM YESHUA." Apa maksudnya? Kita beribadah kepada ELOHIM YAHWEH berdasarkan ajaran-ajaran atau teladan ELOHIM YESHUA.

Yoh. 13:15sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Meneladani ELOHIM YESHUA artinya segala aktifitas kita Alkitabiah, - termuat dalam Alkitab. Misalnya: ELOHIM YESHUA itu dituliskan sebagai Orang miskin, mengapakah kita ini kaya raya sehingga nggak klop?

Ayat 12:
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

Manusia berdosa itu masih wajar. Malah tidak wajar kalau seperti malaikat. Tapi ada 2 macam dosa, yaitu dosa yang terjadi secara spontan dan dosa yang disadari. Dosa spontan itu dosa alamiah yang merupakan kekhilafan yang bekerjanya digerakkan oleh kebiasaan. Dosa ini bisa dihilangkan dengan cara merubah kebiasaan yang dipengaruhi oleh pembaruan akal budi kita;

Rm. 12:2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Dosa itu masih mudah diampuni oleh ELOHIM YESHUA;

1Yoh. 2:1Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

Tapi dosa yang disadari adalah dosa yang disengaja. Tahu dosa tapi masih juga dilanggar. Ini yang harus dimusnahkan terlebih dahulu ketika kita dibaptiskan. Di Kristen tidak boleh ada dosa-dosa yang seperti itu. Misalnya dalam masalah seksual. Bagi dunia memperkosa itu lebih jahat daripada perselingkuhan. Tapi bagi ELOHIM YAHWEH, justru perselingkuhan itulah yang lebih keji daripada pemerkosaan. Apa sebab? Sebab pemerkosaan umumnya terjadi secara spontanitas atau dadakan. Tiba-tiba pikiran mata gelap! Tapi perselingkuhan adalah dosa yang dilakukan secara santai, rileks, perlahan dan memakan waktu yang panjang sekali. Jelas-jelas sadar sekali kita melakukannya!

Bukankah gereja justru lebih banyak dan lebih luas kasus perselingkuhannya daripada kasus perkosaannya?! Itulah hebatnya gereja masa kini!

Ayat 13:
Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Gunakanlah kaki untuk berjalan memberitakan Injil, bukan berjalan-jalan ke mall-mall. Gunakanlah tangan untuk menolong orang, bukan untuk memukul orang. Gunakanlah mulut untuk menasehati orang, bukan untuk mengajak orang selingkuh. Gunakanlah mata untuk membaca Alkitab, bukan untuk mencari Pokemon. Gunakanlah telinga untuk mendengar kebenaran, bukan untuk mendengarkan musik.

Ayat 14:
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Karena pembahasan ini adalah sehubungan dengan masalah hari Sabat, maka saya fokuskan ke masalah hari Sabat. Di dalam Hukum Taurat ada perintah: "Ingat dan kuduskanlah hari Sabat." Karena ada perintahnya, maka jika tidak kita lakukan menjadi dosa. Tapi di Perjanjian Baru, perintahnya dicabut sehingga jika dilanggar tidak lagi berdosa. Melanggar kekudusan hari Sabat tidak berdosa!

Tapi sebagai orang Perjanjian Baru, kita dilahirkan dari Perjanjian Lama. Kristen bukanlah agama asing, melainkan kelanjutan dari Taurat. Karena itu kita tahu, bukan tidak tahu, kita mengerti, bukan tidak mengerti, bahwa hari Sabtu adalah hari Sabat ELOHIM YAHWEH. Berikutnya, bahwa babi juga pernah dilarang di Imamat 11. Sabat dan babi, kita tahu dan mengerti semua itu!

Di Perjanjian Baru kita lakukan atau tidak? Perintahnya sudah dicabut, masakan kita masih melakukannya? Tapi jika tidak kita lakukan lagi, bukankah berarti kita bergantung pada perintah? Padahal bergantung pada perintah berarti kita masih hidup dalam zaman Perjanjian Lama? Tapi kalau tanpa perintah kita melakukannya, bukankah itu tandanya kita telah dewasa, telah menggunakan kesadaran kita, bukan seperti anak kecil yang harus menunggu diperintah?

Mengapa kita melakukan yang tidak diperintahkan? Karena kita tahu dan mengerti tentang kebiasaan-kebiasaan lama. Kecuali kita melakukan sesuatu yang aneh-aneh, yang baru, yang tidak biasanya, barulah kita perlu mencari dasaran melakukannya.

Ketika kecil saya dibiasakan menyapu rumah[di Surabaya]. Ketika SMA, selama 3 tahun saya tinggal di kota Malang. Saya hanya pulang ke Surabaya kalau hari libur panjang saja. Nah, ketika saya berlibur di rumah, apakah berdosa kalau saya menyapu rumah sebagaimana biasa karena orangtua sudah tak menyuruh saya lagi? Apakah rumah masih perlu disapu? Apakah karena saya dewasa sehingga rumah tidak perlu disapu? Mari mikir, yuk!

Di atas saya katakan tidak berdosa tidak bersabat, karena tidak ada perintahnya. Tapi apakah perintah Perjanjian Baru? Perintah Perjanjian Baru yang terpenting adalah mengasihi ELOHIM YAHWEH. Karena itu tidak bersabat tidak berdosa, tapi kalau tidak mengasihi ELOHIM YAHWEH berdosa. Jadi, kita bukan dihakimi di Sabatnya, tapi dihakimi di masalah kasihnya. Dengan kata lain Perjanjian Baru berkata: kalau kamu tidak punya kasih, tidak ada gunanya kamu bersabat, tidak ada gunanya kamu tidak makan babi;

1Kor. 13:3Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Apakah rasul Paulus membatalkan perbuatan membagi-bagikan uang ke fakir miskin? Apakah rasul Paulus melecehkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang dibakar hidup-hidup oleh raja Nebukadnezar? Bukan! Tapi menuntut supaya semuanya itu diisi atau dihidupkan dengan kasih.

Demikian halnya dengan masalah hari Sabat. Karena ELOHIM YAHWEH tak pernah mengadakan perubahan ke hari Minggu, maka itu artinya menguduskan hari Sabat harus dengan landasan kasih. Jadi, hukum-hukum yang ada di Perjanjian Lama itu jangan digoyang-goyang!

Kel. 31:16Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.

Ayat 15:
Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!

Apakah kita akan menginjak-injak hari Sabat dan merubahnya ke hari Minggu karena tidak berada di bawah Hukum Taurat? Apakah burung merpati akan kabur karena sangkarnya terbuka? Apakah kita akan kebut-kebutan ketika lampu setopan mati? Apakah kita tidak mengenakan helm karena tidak ada razia? Apakah kita bukan lagi umat ELOHIM YAHWEH karena umatnya ELOHIM YESHUA? Apakah ELOHIM YAHWEH sudah hilang karena menjadi BAPA?

Rm. 11:33O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

Ayat 16-17:
Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

"Pengajaran yang diteruskan kepadamu." Bahwa Perjanjian Baru itu dari ROH yang satu, yaitu ELOHIM YAHWEH. Perjanjian Baru bukan meniadakan Hukum Taurat, tapi memindahkan Hukum Taurat itu ke dalam jiwa kita;

Yeremia
31:33Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Ayat 18:
Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Menguduskan hari Sabat bukan sekedarnya tapi benarnya itu seperti apa?

Ayat 19-20:
Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.

Sebab Hukum Taurat hanya menuntut dijalankan saja, tapi Perjanjian Baru menuntut diisi dengan kasih.

Ayat 21:
Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.

Perjanjian Baru menerangi pikiran kita untuk melihat betapa mengerikannya para pelaku Hukum Taurat, sebab mereka bukan seperti manusia tapi seperti zombie, seperti mayat hidup, seperti mesin atau robot. Mereka menguduskan hari Sabat tapi tanpa perasaan kemanusiaan sama sekali. Jika ada domba yang jatuh ke lobang di hari Sabat mereka tolong, tapi jika ada orang menolong orang sakit di hari Sabat, mereka persalahkan;

Matius 12:10

Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
12:11Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?
12:12Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."

Ayat 22-23:
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Hasil gambar untuk gambar kasih karunia

Rabu, 21 September 2016

GAGASAN MENGHENTIKAN PEMILU YANG BOROS

Konsep-konsep kenegaraan di seluruh dunia semuanya adalah gagasan atau hasil pemikiran manusia. Karena itu gagasan-gagasan itu bukan sesuatu yang harus disakralkan untuk diabadikan, melainkan harus selalu dibongkar-pasang atau diotak-atik, diperbaiki, bahkan bila perlu diganti dengan konsep yang lebih baik, supaya tercapai kesempurnaan dalam rangka memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Sebagai rakyat, pemilik negeri ini, kita harus prihatin dengan rusak dan bejatnya para pemimpin bangsa ini yang menggunakan jabatannya bukan untuk menyejahterakan kita, melainkan untuk kepentingan-kepentingan mereka saja. Nama rakyat diangkat tinggi-tinggi bukan untuk dimuliakan, tapi untuk dibanting, sehingga rakyat semakin hari semakin jauh dari sejahtera.

Setiap kali diselenggarakannya pemilihan, entah pemilihan ketua RT, ketua RW, lurah, walikota, gubernur, hingga presiden, semuanya memakan biaya yang sangat besar, menimbulkan kericuhan, menimbulkan perpecahan masyarakat, memakan waktu yang panjang, merepotkan rakyat, dan lain-lainnya yang kesemuanya bersifat negatif dan jahat sekali seperti setan. Semua ini terpaksa kita jalani karena belum adanya gagasan yang lebih baik. Tapi saya mempunyai gagasan yang berkebalikan dari ekses-ekses di atas yang patut dikaji dan dipertimbangkan baik-baik, yaitu sebuah pemilihan jabatan yang lebih fair/bersih, tanpa biaya sepeserpun, praktis untuk rakyat, takkan menimbulkan pertikaian, dan dalam waktu 7 hari sudah bisa memilih RT, RW, Lurah, Camat, Walikota, DPRD II, Gubernur, DPRD I, presiden dan DPR.

Dari biaya puluhan trilyun bisa diringkas menjadi Rp. 0,- dan masyarakat hanya repot sehari saja per 5 tahun. Seperti apakah itu?

HARI KE-1: Undian ketua RT;

Semua warga dikumpulkan, misalkan ada 100 jiwa di RT itu, kita tanya siapa yang siap menjadi ketua RT, kita daftar. Misalkan ada 10 orang yang siap menjadi ketua RT, kita undi 5 orang;

>> Undian pertama: 4 nama untuk calon RW.

>> Undian kedua: 1 nama untuk ketua RT.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai ketua RT yang baru hasil undian.

HARI KE-2: Undian ketua RW;

Semua calon RW berkumpul di balai RW. Masing-masing RT menyetorkan 4 orang, sedangkan di RW itu ada 10 RT, maka terkumpullah: 4 x 10 = 40 orang. Kita undi 1 orang.

>> 1 orang adalah ketua RW, sisanya 39 orang untuk ke tingkat Lurah.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai ketua RW yang baru hasil undian.

HARI KE-3: Undian Lurah;

Semua calon Lurah berkumpul di kantor kelurahan. Masing-masing RW menyetorkan 39 orang, sedangkan di Kelurahan itu ada 10 RW, maka terkumpullah: 39 x 10 = 390 orang. Kita undi 1 orang:


>> 1 orang adalah Lurah, sisanya 389 orang untuk ke tingkat Camat.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Lurah yang baru hasil undian.

HARI KE-4: Undian Camat;

Semua calon Camat berkumpul di kantor Kecamatan. Masing-masing Kelurahan menyetor 389 orang, sedangkan di Kecamatan itu ada 10 Kelurahan, maka terkumpullah: 389 x 10 = 3.890 orang. Kita undi 3 orang:


>> Undian pertama: 2 nama untuk Walikota.

>> Undian kedua: 1 nama untuk Camat.

>> Sisanya yang 3.887 orang untuk calon anggota DPRD II.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Camat yang baru hasil undian.

HARI KE-5: Undian Walikota dan DPRD II;

Jika di Kota itu ada 10 Kecamatan, sedangkan masing-masing Kecamatan menyetorkan 2 orang, maka terkumpullah: 2 x 10 = 20 orang. Kita undi 2 orang;

>> Undian pertama: 1 nama untuk Gubernur.

>> Undian kedua: 1 nama untuk Walikota.

Yang 3.887 orang berkumpul di kantor DPRD II. Jika kebutuhan DPRD II sebanyak 200 orang, maka kita undi sebanyak 200 orang, sedangkan sisanya yang 3.687 orang untuk calon anggota DPRD I.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Walikota dan anggota DPRD II.

HARI KE-6: Undian Gubernur dan DPRD I;

Jika di Propinsi itu ada 10 Kota, sedangkan masing-masing Kota menyetorkan 1 orang, maka terkumpullah: 1 x 10 = 10 orang. Kita undi 1 orang, itulah Gubernur yang terundi.

Yang 3.687 orang berkumpul di kantor DPRD I. Jika kebutuhan DPRD I sebanyak 500 orang, maka kita undi sebanyak 500 orang, sedangkan sisanya yang 3.187 orang untuk calon presiden, wakil presiden dan anggota DPR;

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Gubernur dan anggota DPRD I.

HARI KE-7: Undian Presiden, Wakil Presiden dan DPR;

Ada 3.187 orang yang kita kumpulkan di kantor DPR. Jika kebutuhan DPR sebanyak 1.000 orang, maka kita undi sebanyak 1.000 orang, sedangkan sisanya yang 2.187 orang kita undi untuk Presiden dan Wakilnya.

Maka pada hari ini kita sudah mempunyai Presiden, Wakil Presiden dan anggota DPR. Gimana, coba?!