Sabtu, 24 Juni 2017

SAYA BUKAN INDONESIA, BUKAN PANCASILA

Ketika ada selentingan dari masyarakat yang menuding Jokowi PKI, Jokowi langsung bereaksi dengan berkata: "Saya Indonesia, saya Pancasila!" Maka kata-kata "saya Indonesia, saya Pancasila"-pun akhirnya menjadi viral di berbagai media massa. Tapi, apakah PKI bukan Indonesia dan bukan Pancasila, jika kelahirannya malah mendahului Indonesia dan Pancasila, yakni lahir tahun 1914, sementara Indonesia dan Pancasila baru lahir di tahun 1945. Bukankah ada kata-kata "Indonesia"-nya di singkatan PKI itu - Partai Komunis Indonesia?! Karena termasuk Indonesia, maka PKI juga Pancasilais, sebagaimana partai-partai politik lainnya yang ada di Indonesia ini. Cuma masalahnya pada tanggal 12 Maret 1966, sehari setelah munculnya surat "misterius": SUPERSEMAR, Surat Perintah Sebelas Maret, yang mengesankan seolah-olah presiden Soekarno memberikan mandat kepada Soeharto untuk membubarkan PKI, maka pada hari itulah PKI dibubarkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang.

Tapi itu 'kan masalah politik, bukan kebenaran?! PKI dianggap setan, seolah-olah Indonesia dan Pancasila lebih malaikat. Padahal saat ini ada 190.000 orang Indonesia yang dipenjarakan karena berbagai macam kasus. Ada kasus pembunuhan, ketika dilihat KTP-nya, KTP Indonesia. Ada kasus copet, maling ayam, perkosaan, perampokan, hingga korupsi, yang semuanya dilakukan oleh orang yang ber-KTP Indonesia. Bahkan barusan ada bom teroris Kampung Melayu, ada perampokan sadis di Pulomas yang memakan korban 6 jiwa, ada gubernur Bengkulu bersama istrinya yang ditangkap KPK karena kasus suap, dan semua pelakunya adalah orang-orang Indonesia.

Dan yang lebih menghebohkan lagi, Novel Baswedan, seorang yang gigih memberantas korupsi mukanya disiram air keras, lalu anggota DPR-RI yang terlibat kasus e-KTP kini ramai-ramai membentuk Pansus hak angket untuk menggembosi KPK, lembaga antikorupsi termegah di Indonesia. Juga ada Ahok yang dihukum karena dianggap menghina Islam, selain dari seorang habib FPI yang sedang melarikan diri karena kasus porno. Dengan kata lain orang Indonesia adalah orang-orang yang tidak semuanya baik. Malah kebanyakannya adalah orang-orang yang tidak baik dan tidak bijaksana, yang bisa kita lihat dari tingkah laku anggota DPR-nya yang merupakan pilihan rakyat.

Kalau rumput habis tandanya dimakan kambing, kalau jagung habis tandanya dimakan ayam, demikianlah anggota DPR yang amburadul menyatakan amburadulnya para pemilihnya. "Orang begitu koq dipilih menjadi anggota DPR?" Itu tandanya nggak pandai memilih.

Apakah saya orang Indonesia? Kebenaran menyatakan bahwa saya bukan orang Indonesia. Saya orang dunia, bukan orang Indonesia. Artinya, semua orang, semua bangsa, semua negara adalah sesama saya. Orang Malaysia, orang Australia, orang Jepang, orang Amerika, orang Negro hingga orang Etiopia adalah sesama saya. Siapa saja yang memerlukan pertolongan saya wajib saya tolong tanpa memandang muka, apakah dia bermuka Indonesia atau bermuka Argentina. Jika orang Indonesia salah, ya salah, jika orang Belanda benar, ya benar. Kebenaran berdasarkan kebenaran, bukan berdasarkan kewarganegaraannya.

Itulah ajaran yang saya terima dari TUHAN saya, yang lebih baik, lebih mulia dan lebih benar dibandingkan dengan ajaran "saya Indonesia, saya Pancasila". Bahwa manusia jangan dibeda-bedakan berdasarkan kewilayahannya. Dan manakala ada gas LPG yang lebih baik dari kompor minyak tanah, maka kompor minyak tanah sudah tidak berlaku lagi. Jika ada ajaran yang lebih baik, maka ajaran yang kurang baik harus ditinggalkan, tidak dipakai lagi.

Bukankah saya lahir di Indonesia? Bukan! Saya lahir di kota Surabaya, bukan di Indonesia. Indonesia itu anak ingusan yang baru lahir tahun 1945, sedangkan kota Surabaya sudah ada sejak tahun 1293 berdasarkan UU Nomor 12/1950. Negara Indonesia mengakui keberadaan kota Surabaya itu sejak tanggal 31 Mei 1293. Di tahun itu kota Surabaya termasuk wilayah kerajaan Singasari, bukan Indonesia.

Jika temuan prasasti tertua menunjukkan angka tahun 1293, itu artinya ada sejarah yang hilang selama 1293 tahun, dihitung dari tahun 0. Kebenaran harus berpusat pada titik awalnya sebagaimana sebuah mobil selalu disertai dengan kronologis pembeliannya, siapa pembeli pertamanya. Dan kebenaran menyatakan bahwa Pemilik asli kota Surabaya adalah ELOHIM YAHWEH, Pencipta sekalian alam.

Tahun 1293 Surabaya dikuasai oleh kerajaan Singasari, tahun 1595 dikuasai oleh Belanda, tahun 1926 Belanda menetapkan Surabaya sebagai ibukota propinsi Jawa Timur. Jadi, sebelum Indonesia menguasai Surabaya pada tahun 1945, Surabaya adalah milik Belanda. Artinya, ada peristiwa pergantian penguasanya, sehingga Surabaya tidak mesti milik Indonesia. Siapa tahu kelak ada negara Jawa Timur, sebagaimana Xanana Gusmao yang berhasil melepaskan Timor Timur dari NKRI atau Hasan Tiro yang memperjuangkan kemerdekaan Aceh, atau Filep Karma yang memperjuangkan kemerdekaan Papua? Itu artinya daerah-daerah itu memiliki anggapan bahwa Indonesia adalah penjajah mereka sebagaimana Belanda, Inggris dan Jepang yang suka kita sebut penjajah.

Pemerintah Belanda yang tidak rela meninggalkan Indonesia sempat membentuk Negara Jawa Timur pada tanggal 26 November 1948, sesuai dengan kesepakatan Konferensi Meja Bundar di mana disarankan supaya Indonesia tidak menjadi negara kesatuan sebagaimana sekarang ini, tapi berbentuk Republik Indonesia Serikat(1949-1950), sebagai bagian dari Republik Otonomi Belanda. Dan Republik Indonesia Serikat itu dibubarkan pada tanggal 17 Agustus 1950. Artinya, Soekarno secara mati-matian mengusahakan Indonesia republik yang berdaulat.

Jadi, Surabaya adalah milik ELOHIM YAHWEH yang dikuasai oleh Indonesia, sebuah negara yang tidak berbangsa(tidak mempunyai kebangsaan). Bandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki kebangsaan sendiri, seperti Jepang berbangsa Jepang, China berbangsa China. Tapi Indonesia terdiri dari berbagai macam suku. - Bhineka Tunggal Ika. Berbagai macam suku itu disatukan menjadi bangsa Indonesia. Bangsa apakah itu? Apakah bangsa yang berkulit macan?

Kalau terjadi perkawinan campur, seperti Jawa dengan Batak, atau Ambon dengan Minang, barulah lahir bangsa Indonesia - Bhineka Tunggal Ika. Itulah anak-anak Indonesia, yaitu anak-anak hasil perkawinan campur. Tapi sayangnya, umumnya masing-masing suku berkeberatan mengikat perkawinan dengan suku lainnya. Bhineka masih sulit ditunggalika-kan.

Karena penggalian kebenaran memberikan kenyataan bahwa kota Surabaya itu bukan milik kerajaan Singasari, bukan milik Belanda maupun Indonesia, melainkan milik ELOHIM YAHWEH, maka saya adalah warga negara Kerajaan ELOHIM YAHWEH. Kepada DIA saja saya ini berbhakti dan melaksanakan ajaran-ajaranNYA. Tanah ini adalah tanahNYA. DIA-lah yang melahirkan saya, membesarkan saya dan menghidupi saya.

Saya tidak mungkin menerima Indonesia dan Pancasila, sebab Indonesia mengajarkan bahwa semua agama dan semua tuhan adalah sama, sejajar! Indonesia tidak mengakui YESHUA ha MASHIA sebagai satu-satunya JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP, tidak mengakui KEJURUSELAMATAN dan KETUHANANNYA. Falsafah hidup saya berdasarkan DASASILA, bukan Pancasila; 10 Hukum ELOHIM YAHWEH, bukan 5 hukum Pancasila.

Hukum yang ke-1: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Hukum yang ke-2: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

Hukum yang ke-3: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Hukum yang ke-4: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat

Hukum yang ke-5: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Hukum yang ke-6: Jangan membunuh.

Hukum yang ke-7: Jangan berzinah.

Hukum yang ke-8: Jangan mencuri.

Hukum yang ke-9: Jangan bersaksi dusta.

Hukum yang ke-10: Jangan menginginkan milik orang lain.

Saya tidak mungkin Indonesia dengan kewajiban membela dan mempertahankan NKRI, sebab semua bangsa adalah sesama manusia yang berdiri sejajar yang harus saya kasihi sekalipun mereka memusuhi saya. Saya tidak mungkin berperang melawan Malaysia, sekalipun Malaysia melakukan kejahatan terhadap Indonesia. Saya tidak mungkin membenci Belanda atau Jepang, yang disebut penjajah. Jangankan untuk angkat senjata terhadap mereka, mencubit atau merugikan merekapun jangan sampai saya lakukan.

Matius
5:43Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Saya tidak mungkin seperti orang Indonesia, yang ketika menjadi presiden menekan perekonomian rakyatnya dengan menaikkan harga-harga dan mencabut subsidi-subsidi. Saya tidak mungkin seperti orang Indonesia, yang ketika menjadi anggota DPR membuat kegaduhan nasional, yang ketika menjadi gubernur melakukan suap, yang ketika menjadi hakim memutuskan perkara secara tidak adil, yang ketika menjadi habib melakukan chat porno lalu kabur sebagai buronan, yang ketika menjadi polisi menjual surat tilang, atau ketika menjadi tentara main tembak sembarangan.

Jika mobil  rusak saja dibawa ke bengkel untuk diperbaiki, bagaimana seorang presiden membiarkan penjara yang disebut dengan Lembaga Pemasyarakatan, yang harusnya memperbaiki akhlak manusia yang rusak, malah menjadikan orang semakin jahat?! Penjara malah merupakan sekolah kejahatan yang memproduksi setan-setan. Orang keluar penjara harusnya menjadi orang yang lebih baik, seperti mobil yang keluar dari bengkel. Tapi pemerintah memperlakukan penjara sebagai tong sampah, tempat manusia buangan. Tak ada perhatian, tak ada anggaran yang baik. Anggaran untuk penjara minim, sedangkan untuk pembangunan infrastruktur diperjuangkan sekalipun harus melanggar janji kampanyenya yang takkan berutang.

Dalam 2,5 tahun pemerintahan Jokowi telah timbul utang senilai 3.600 trilyun, setara dengan 5 tahun pemerintahan SBY atau lebih mengerikan dari pemerintahan Orde Baru selama 30 tahun. Itu artinya rakyat harus siap menanggung kenaikan pajak, kenaikan cukai rokok, kenaikan harga BBM, kenaikan harga pupuk dan kenaikan tarip listrik, sebab itulah sumber pendanaan pemerintah yang paling efektif, paling gampang.

>> Utang Orde Baru Rp. 1.723 Trilyun.

>> Utang SBY Rp. 2.532 Trilyun.

>> Utang Jokowi Rp. 3.466 Trilyun.

Melawan kenaikan harga, tembak di tempat!

Hasil gambar untuk utang jokowi

Minggu, 11 Juni 2017

ISLAM ADALAH YAHUDI DAN NASRANI

QS. 2:146    Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Ayat di atas menyatakan bahwa Muhammad itu anaknya Alkitab. Artinya, Muhammad itu menjalankan ajaran Taurat dan Injil.

QS. 5:68    Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, dan Injil yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

Ajaran Taurat dan Injil itulah agama yang sempurna.

QS. 30:47     Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

Ajaran Taurat dan Injil itu sudah mencukupi.

QS. 3:67    Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik."

QS. 2:132    Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

QS. 10:25    Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).

Bertolak dari Ibrahim, bahwa Ibrahim bukanlah beragama Yahudi maupun Nasrani, sebab agama Yahudi baru ada 430 tahun sesudah Ibrahim, maka jalan hidup Ibrahim itu disebut jalan yang lurus dan berserah diri kepada ALLAH, dan itu adalah Islam, sebab Islam artinya berserah diri kepada ALLAH.

QS. 3:19    Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

Agama yang diridai ALLAH adalah Islam, agamanya Ibrahim.

QS. 22:78    Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Disebut Islam sejak zaman Ibrahim, maka Islam itu tidak lain adalah Yahudi dan Nasrani atau Taurat dan Injil.

Yahudi + Nasrani = Islam.

QS. 2:62    Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Lalu, apa fungsi Al Qur'an dan Muhammad?

QS. 5:15    Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

QS. 5:19   Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: "Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan". Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. 16:44    keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,

QS. 2:242    Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.

QS. 4:26    Allah hendak menerangkan (hukum syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan salihin) dan (hendak) menerima tobatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

QS. 7:174   Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

QS. 10:37    Tidaklah mungkin Al Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

QS. 15:89    Dan katakanlah: "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan".

Jadi, Islam bukanlah agama baru pengganti agama Yahudi dan Nasrani. Agama Islam itu tidak ada! Yang benar Islam adalah Alkitab, yang lengkap, yang terdiri dari Taurat dan Injil. Agama Yahudi tidak sempurna karena tanpa Injil. Tapi Kristen/Nasrani memegang Taurat dan Injil[Alkitab].

Hasil gambar untuk gambar alkitab

Jumat, 09 Juni 2017

AL QUR'AN INI REVISI KAIRO TAHUN 1924

PENULISAN ULANG DI KAIRO 1923/1924

Upaya terakhir untuk menstandarisasi Al-Qur'an dilakukan di Kairo Mesir ditahun 1923/1924. Satu catatan yang unik adalah mushaf Kairo 1924 ini TIDAK DISUSUN DARI NASKAH KUNO YANG MANAPUN, melainkan DIKLAIM mendasarkan pada murni "HAFALAN".

Sumber :
The writing of the Quran and the timing of the mathematical miracle

It was not until the year 1918 when the Muslim scholars, gathered in Cairo, Egypt, and decided to write a standardized edition of the Quran that avoids all the obvious scribes' errors in different editions of the Quran floating in the world and to standardize the numbering f the suras and verses of the Quran. In 1924, they produced the edition of the Quran that later became the standard edition around the world. They depended mainly on the oral transmission of the Quran to correct all the contradiction seen in the different Rasm (Orthography) and numbering of different Qurans

Hingga ditahun 1918 ketika pakar-pakar muslim, berkumpul di Kairo, Mesir dan memutuskan untuk MENULISKAN EDISI STANDARD AL-QUR'AN UNTUK MENGHINDARKAN SEMUA KESALAHAN TULISAN DALAM EDISI AL-QUR'AN YANG SAAT ITU BEREDAR diseluruh dunia dan untuk menstandarkan penomoran surah dan ayat-ayat alQ-ru'an. Di tahun 1924 mereka menerbitkan edisi Al-Qur'an yang kemudian menjadi standar edisi diseluruh dunia. MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR'AN UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR'AN YANG BERBEDA-BEDA.

Ini sangat serius karena menjadikan seluruh TULISAN Al-Qur'an sebelum 1923/1924 adalah SALAH. Salah satu contohnya adalah :

Sumber : http://www.understa/ nding-islam. com/related/ history.asp

5. The Extant Samarkand Codex at Tashkent
Many Muslims scholars believe that the Samarkand Codex preserved at the Tashkent Library is the one compiled by `Uthman (rta). A close examinatikon of the text of this mushaf has shown that it cannot be – since IT IS DIFFERENT FROM THE CODEX WE HAVE IN OUR HANDS TODAY.

Banyak pakar muslim mempercayai bahwa kodek Samarkand yang disimpan di perpustakaan Tashkent adalah mushaf yang dikumpulkan oleh Usman. Pemeriksaan cermat terhadap teks mushaf ini membuktikan bahwa mushaf ini bukan mushaf asli Usman karena MUSHAF INI BERBEDA DENGAN KODEKS YANG KITA MULIKI SAAT INI.

Jadi klaim muslim bahwa Al-Qur'an selalu sama tidaklah berdasar. Keseragaman teks dan isi Al-Qur'an baru dicapai setelah tahun 1924 dengan diterbitkannya KARANGAN AL-QUR'AN YANG BARU OLEH ULAMA-ULAMA MUSLIM. HASIL KARYA TAHUN 1924 INILAH YANG KEMUDIAN DIKLAIM SAMA DENGAN YANG DIBACA OLEH NABI MUHAMMAD SAW.

2. BUKTI INTERNAL : QUR'AN MENGKLAIM SEBAGAI KALIMAT ALLAH
Argumen bahwa sebuah buku yang mengaku berasal dari Allah adalah cukup sebagai bukti adalah tidak berdasar. Banyak penulis yang akan mampu melakukannya dan membuat klaim yang serupa. Lagipula dalam Qur'an ada bukti ayat yang mengindikasikan bahwa Qur'an bukanlah kalimat Allah :

Contoh kesatu :
QS 27 : 91 : AKU HANYA DIPERINTAHKAN UNTUK MENYEMBAH TUHAN NEGERI INI (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya- lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Jika Allah yang berbicara, maka siapa lagi Tuhan yang dilayaniNya? Jika ayat diatas adalah kalimat malaikat atau Muhammad maka Qur'an tidak dapat dianggap 100% kalimat Allah.

Contoh kedua :
QS 19 : 64 : DAN TIDAKLAH KAMI (JIBRIL) TURUN, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya- lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.

Terjemahan ditambah kata yang tidak ada yaitu jibril. Jika Allah yang berbicara, maka SIAPA LAGI TUHAN YANG MEMERINTAHKAN ALLAH SWT UNTUK TURUN? Atau jika memang itu kalimat Jibril, maka Qur'an tidak dapat dianggap 100% kalimat Allah.
Contoh ketiga :
QS 113 : 1: Katakanlah : "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh"

QS 114 : 1 : Katakanlah : "Aku berlindung kepada Tuhan manusia"

Jelas kalimat diatas bukanlah kalimat Allah, sehingga oleh editor Al-Qur'an harus ditambahkan KATAKANLAH. Itulah sebabnya ABDULLAH IBN MASUD TIDAK MEMASUKKAN SURAH 113 DAN 114 dengan alasan bahwa sura tersebut berisikan doa yang diucapkan manusia kepada Allah, bukan kalimat Allah yang ditujukan kepada manusia, bahkan dengan penambahan "Katakanlah" sekalipun.

Contoh keempat :
QS 69 : 40 : Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (ALLAH YANG DITURUNKAN KEPADA) Rasul yang mulia

Perhatikan Kalimat "ALLAH YANG DITURUNKAN KEPADA" (DALAM TANDA KURUNG) tidak ada dalam Al-Qur'an teks bahasa Arab.

Jadi QS 69 : 40 seharusnya berbunyi ASLINYA ADALAH:
“Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah benar-benar WAHYU RASUL yang mulia.” Tanpa menggunakan sisipan kalimat dlm tanda kurung.

Dengan demikian Quran sebenarnya bukan wahyu TUHAN SEMESTA ALAM.

Disini kita bisa melihat bahwa saudara kita umat Islam sibuk utk mengatakan bahwa Alkitab Nasrani Palsu tanpa mengerti eksistensi Alkitab yg tidak sama dengan klaim bahwa Quran itu ditulis langsung oleh TUHAN dari dalam surga. 
Namun mereka lupa bahwa sejarah REVISI Quran di KAIRO thn 1923/1924 menunjukkan bahwa “allah” yg katanya menulis Quran itu banyak salahnya sehingga perlu campur tangan para ulama KAIRO utk membenahi dan melakukan perbaikan atas banyaknya masalah dalam Quran versi Uthman.

Hasil gambar untuk gambar QURAN DIREVISI DI KAIRO Thn 1924.

BETAPA BESARNYA ENGKAU TUHAN

Mata sekalian orang menantikan Engkau,
dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya;
Engkau yang membuka tangan-Mu
dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.
- Mazmur 145:15-16.

      

KETIK SAJA BLOGHAKEKATKU



Ketik saja di Mozilla atau di Chrome: “bloghakekatku”(tanpa tanda kutip), maka anda akan ketemu dengan blog saya. Di sebelah kanan ada daftar judul dan tahun-tahun, terlama tahun 2011. Jika anda klik di bagian panahnya maka akan tampil bulan-bulannya, dan jika anda klik di bulan mana yang anda kehendaki, maka akan tampil judul-judul postingan saya di bulan tersebut. Dan karena blog ini bukan koran atau majalah, maka tak ada istilah postingan kadaluarsa. Semua postingan informatif. Total semua postingan sekitar 10.000 judul. Bacalah dari judul yang paling bawah ke atas, sebab yang bawah yang terdahulu atau yang terlama, supaya berurutan membacanya.

Tugas anda berikutnya adalah membagikan ke teman-teman komunitas anda.

>> Saya selalu siap diacarakan berdiskusi dengan siapa atau kelompok mana saja, asalkan bersifat terbuka untuk umum dan dalam wilayah pulau Jawa. Diskusi 4 mata takkan saya layani sebab saya bekerja untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Prinsip diskusi saya bukanlah untuk debatersnya, melainkan untuk penontonnya: “di saat dua ekor anjing sedang berebut tulang, kesempatan bagi kucing untuk melarikan diri”.

>> Surat-menyurat, e-mail saya:   puteragembala_pg1@yahoo.co.id

Kamis, 08 Juni 2017

MUSYAWARAH - VOTING - KUASA

Panglima TNI mengatakan bahwa voting atau pemungutan suara itu tidak masuk sebagai permusyawaratan, sila keempat Pancasila. Ada yang menanggapi bahwa voting itu termasuk musyawarah. Manakah yang benar?

Begini; ada 3 model kepemimpinan; raja, kepala dan ketua. Raja tidak mengenal musyawarah maupun voting. Sebab raja memiliki kekuasaan yang mutlak pada dirinya, sehingga dia tidak perlu bermusyawarah apa lagi sampai melakukan voting. Dalam system kerajaan hanya ada penasehat, tidak ada dewan atau konggres yang menyetarainya sebagaimana kepresidenan.

System kerajaan dalam pemerintahan negara sekarang ini sudah hampir punah. Hanya Arab Saudi saja yang masih bertahan dengan kerajaannya. Raja hanya bisa dijatuhkan melalui peperangan atau kekuatan fisik. Tapi presiden bisa dijatuhkan oleh hukum. Contohnya kejatuhan Soeharto; rakyat menekan DPR, lalu DPR menekan presiden supaya mengundurkan diri. Jika kalangan elite masih memberikan dukungan kuat kepada presiden, bisa terjadi perang saudara seperti di Suriah sekarang ini. Rakyat melawan pemerintah!

System kerajaan sekarang ini hanya ada di dunia usaha, yakni di usaha-usaha kelas kecil dan sedang, bukan berbentuk Perseroan Terbatas(PT). Kita menyebutnya boss atau taoke atau majikan. Dialah yang paling berkuasa di perusahaannya. Boss atau taoke itu tak perlu merundingkan segala acara kerjanya pada siapapun. Semua hal dia pikirkan dan putuskan sendiri.

Kalau jabatan yang disebut "kepala", dia merupakan pertengahan antara raja dengan ketua. Setengah raja, ya setengah ketua. Disebut raja sebab dia menguasai jajaran di bawahnya, seperti presiden yang membawahi para menteri dan dia merupakan raja bagi menteri-menterinya itu. Tapi dia juga seperti "ketua", sebab ada lembaga lain yang menyetarai kedudukannya, yaitu MPR/DPR. Karena itu seorang "kepala" tidak bisa bekerja semau-maunnya sendiri, tetapi dia harus sepertujuan DPR, lembaga yang mengontrolnya. Jika DPR hendak menumbangkan sang presiden, dia harus mengusulkannya ke MPR, sebab MPR-lah yang mengangkat dan memberhentikan presiden.

Contoh jabatan kepala; presiden, gubernur, walikota, bupati, camat, lurah, menteri, kepala-kepala dinas, dan kepala-kepala bagian. Semua yang berjabatan kepala memiliki kekuasaan penuh atas bawahannya, menurut hirarkinya. Dan setiap kekuasaannya dikontrol oleh lembaga tersendiri, yaitu inspektorat atau DPRD. Itulah yang mengawasi kinerja seorang kepala.

Sebagai "kepala" dia seperti raja yang tidak mengenal musyawarah maupun voting. Jikapun ada forum rapat itu bukanlah musyawarah melainkan bentuk pelaporan atau informatif. Jadi, musyawarah dan voting itu hanya ada pada jabatan "ketua", di mana semua orang-orangnya berada dalam kedudukan yang sejajar, sedangkan jabatan "ketua" sebagai pembagian tugas dalam pekerjaan yang sifatnya gotong-royong. Contohnya di kampung, pak RT adalah jabatan dalam rangka pembagian tugas bergotong-royong di kampung itu. Warga bukanlah bawahan melainkan orang-orang yang dipimpinnya. Pak RT tidak bisa "memecat" warganya. Di DPR juga begitu. Semua orang di DPR adalah sama kedudukannya, namun dalam rangka suatu pekerjaan "gotong-royong" ada yang dijadikan ketua; ketua DPR, bukan kepala DPR. Tidak bisa saling memecat. Demikian pula di kepanitiaan, seperti panitia natal, pembangunan gereja, pembangunan mesjid, dan lain-lainnya, semua itu dipimpin oleh ketua, dalam rangka kerja bersama atau gotong royong.

Di keketuaan yang dijadikan landasan sebuah keputusan adalah keputusan atau kesepakatan bersama. Hasil pemikiran kolektif, itulah musyawarah. Umumnya keputusan itu dihasilkan dari pemikiran yang terbaik sehingga didapatkan suara bulat. Semua anggota bisa menyetujuinya, karena dipandang baik. Nalar sehat digunakan. Tapi manakala di sana dimasuki kepentingan-kepentingan, maka terjadilah hal-hal yang tidak masuk akal. Anggota-anggotanya dikasih uang(suap) untuk mendukung gagasan yang tidak benar, sehingga gagasan yang tidak benar itu mempunyai pengaruh yang kuat. Terjadilah perbantahan atau perdebatan yang berlarut-larut yang memecah-belah para anggota. Di saat kritis di mana semua pihak sama-sama ngototnya, maka seorang ketua akan mengambil jalan tengah: voting, yaitu pemungutan suara.

Jadi, jelaslah bahwa voting itu bukanlah musyawarah dan mengenai hal-hal yang tidak masuk akal sehat. Ada "virus" yang sedang merusakkan musyawarah, yang menganggap baik hal-hal yang tidak baik. Jika roti adalah roti, itu musyawarah. Tapi jika tahi dibilang roti, itu voting! Contohnya para anggota DPR kita yang sekarang ini sedang mengusahakan hak angket terhadap KPK. Karena KPK sering membongkar kasus korupsi DPR, kini DPR melakukan perlawanan, mengusahakan pelumpuhan KPK. Itulah tahi yang dibilang roti, sehingga panglima TNI kita mengerutkan keningnya: "Demokrasi belum sesuai Pancasila". Sebab setiap keputusan dihasilkan dari bagi-bagi duit!

Hasil gambar untuk gambar musyawarah.

Rabu, 07 Juni 2017

KATA RA. KARTINI TENTANG POLIGAMI



 Kata-kata RA. Kartini tentang poligami Islam;

Dikutip dari buku Tapak-tapak Pejuang karya A. Suryana Sudrajat, berikut pendapat Kartini tentang poligami:

“Bagaimana saya bisa menghormati seseorang yang sudah kawin dan menjadi ayah, yang apabila sudah bosan dengan anak-anaknya, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya secara sah sesuai dengan hukum Islam,” tulis Kartini kepada Stella Zeehandelaar, sahabat korespondensinya.

Katanya, meskipun hal itu seribu kali tidak boleh disebut dosa menurut ajaran Islam, selama-lamanya dia tetap menganggapnya sebagai dosa. “Bisa dibayangkan bagaimana siksaan yang harus diderita seorang perempuan jika suaminya pulang bersama perempuan lain sebagai saingannya yang harus diakuinya sebagai istri suaminya yang sah?”