Selasa, 22 Agustus 2017

3 PENGALAMAN DEJA VU

"Deja Vu" dari bahasa Perancis yang artinya "pernah dilihat". Saya mempunyai 3 pengalaman deja vu, yaitu suatu perasaan seolah-olah saya pernah ke tempat itu dan pernah melakukannya, yang ketika dicek oleh kesadaran dan nalar sehat itu tak mungkin atau mustahil sekali. Beberapa teori ilmiah telah mencoba menganalisa misteri deja vu tersebut, namun hingga kini masih menjadi perdebatan apakah itu ilmiah atau supranatural. Hanya saja saya tertolong bahwa kasus itu dialami banyak orang dan telah mempunyai istilah ilmiahnya, sehingga saya tidak disebut berkata yang mengada-ada dengan 3 pengalaman yang tak masuk akal itu. Dan yang menyebutkan itu namanya deja vu adalah murid saya, setelah 14 tahun saya mempertanyakan dalam hati: "kapan saya pernah ke sini dan kapan saya pernah melakukan ini?"

Rumah tangga saya berantakan tahun 2004, lalu saya menjadi penginjil seperti sekarang ini, maka orangpun berkata bahwa saya menjadi penginjil karena stress, karena rumahtangga saya berantakan. Maaf, itu dugaan yang sangat keliru dan sangat terbalik. Justru rumahtangga saya yang berantakan itulah yang menguatkan rencana saya menjadi penginjil. Artinya, rencana menjadi penginjil itu sudah ada beberapa tahun sebelum rumahtangga saya berantakan.

Tahun 1998 saya dibaptis di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Surabaya. Di waktu itu hubungan saya dengan istri baik-baik saja, sedangkan bisnis saya juga lancar-lancar saja. Saya berteman dekat dengan seorang Advent yang ahli nubuatan bernama: Jimmy Senduk. Saya diberinya buku-buku nubuatan tulisan Ny. Ellen G. White, yang antara lainnya adalah Alfa dan Omega, yang terdiri dari 8 buku. Buku ke-8: "Kemenangan Akhir" saya baca sampai 2 kali, dan itulah yang menggelorakan jiwa saya untuk menanggalkan keduniawian dan berencana menjadi penginjil secara totalitas. Isi buku itu membuat saya gelisah, tidak tenteram dengan kehidupan keduniawian yang sedang saya jalani ketika itu. Kehidupan keduniawian ini saya pikir hanyalah perjalanan di lapangan neraka. Saya sudah tak tertarik dengan keduniawian. Nafsu berdagang menjadi lesu sehingga itulah yang menyebabkan saya bangkrut. Maaf, baru kali inilah saya menyatakan yang sejujurnya penyebab kebangkrutan saya adalah hilangnya semangat kerja saya.

Tahun 1999 saya utarakan rancangan saya menjadi penginjil totalitas tersebut kepada Jimmy Senduk. Jimmy Senduk mendukung, tidak melarang sedikitpun. Cuma saya disarankan mencari pengalaman lebih dahulu melalui program gereja: TSPM - Tenaga Sukarela Pengembangan Masyarakat, yaitu sebuah metode penginjilan terselubung melalui program-program kemasyarakatan. Honorariumnya hanya Rp. 250.000,- sebulan. Mana cukup? Untuk hidup sendiri saja tak mungkin cukup. Hidup tanpa rokok 2 bungkus seharipun tak mungkin cukup. Lebih-lebih untuk menghidupi keluarga. Gila?! Tapi saya mata gelap, saya masuki saja itu setelah ada persetujuan dari istri. Sebab kebetulan waktu itu istri saya ada bisnis, sehingga itulah yang saya harapkan untuk menghidupi anak-anak.

Tahun 2000 - 2002 saya ditugaskan di kota Ponorogo, Jawa Timur. Ketika hendak membuka pintu gereja yang sekaligus tempat tinggal saya, hati saya berdebar-debar. "Saya pernah ke sini dan saya paham sekali dengan ruang-ruangnya", kata saya dalam hati. Tapi kapan? Saya mencoba mengingat-ingatnya, tapi jawabannya selalu: "Tak mungkin" - mustahil!

Tahun 2002 - 2003 saya dipindahkan ke Ngawi, Jawa Timur juga. Di sini juga terbersit ingatan: "Saya pernah ke sini dan hafal dengan ruang-ruangnya". Tapi kapan? Ngapain saya ke sini?

Tahun 2004 rumahtangga saya berantakan. Istri menuntut cerai. Maka dengan hati gundah gulana dan hancur lebur berantakan, dalam keputusasaan saya terpaksa memasuki rancangan saya semula, yaitu menjadi penginjil totalitas.

Menjadi penginjil totalitas seperti ini hati saya girang seperti orang tercapai cita-citanya. Tapi yang saya gugat pada kehidupan ini adalah mengapa saya harus berantakan dari istri dan anak-anak? Jelas saya protes itu! Mau saya adalah kedua-duanya jalan, ya rumahtangga, ya penginjil, tidak sebatangkara seperti sekarang ini. Tapi rancangan saya bukanlah rancangan TUHAN. Kini saya mengerti bahwa TUHAN lepas tangan membiarkan saya dibinasakan oleh iblis seperti Ayub. Sebab suatu peristiwa takkan terjadi tanpa seijinNYA.

Jadi, TUHAN biarkan saya dimakan iblis supaya hancur jasmani saya, barulah dari debu TUHAN membentuk saya menjadi ciptaan yang baru. Sebab tidak mungkin duniawi dibersamakan dengan rohani.

Kol. 3:5Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

Gal. 6:15Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.

Yak. 4:4Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

"Tanggalkan kasutmu, sebab tempat kamu berdiri itu kudus"

Kel. 3:5Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

Dan manakala saya memasuki kehidupan pengembaraan ini, kembali untuk ketiga kalinya saya dikejutkan bahwa saya sudah tidak asing dengan kehidupan seperti ini. Kehidupan ini adalah sudah biasa, tak ada yang aneh. Karena itu saya enjoy saja. TAPI KAPAN SAYA PERNAH SEPERTI INI?

Semua pengalaman itu di tahun 2014 saya ceritakan kepada murid-murid saya, dan salah seorang murid nyeletuk: "Itu namanya deja vu, pak guru". Oh, ada namanya? Ada istilah ilmiahnya? Banyak orang yang mengalaminya? Berarti saya tidak bohong, donk! Berarti saya bukan mengada-ada. Dan dunia ilmiah masih belum bisa menjelaskan secara ilmiah hal itu. Itu bagus bagi saya, memberikan legitimasi bagi kehidupan saya yang sekarang ini, bahwa semua ini adalah JALAN TUHAN, bukan jalan saya sendiri;

Yl. 2:28"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

Nubuatan nabi Yoel itu dijadikan dasar oleh rasul Petrus;

Kis. 2:17Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

Nah, jika semua ini adalah JALAN TUHAN, bagaimana orang seperti saya bisa menolaknya? Dan bagaimana kamu hendak menolak keadaan saya? Bukankah sama dengan kamu menolak TUHAN?

Galatia 1:15

Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
1:16berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Déjà vu

https://id.wikipedia.org/wiki/D%C3%A9j%C3%A0_vu

Déjà vu, (Speakerlink-new.svgaku/ˌsʒɑː ˈv/; Perancis pronunciation: [de.ʒa.vy])  dari bahasa Perancis, secara harfiah "pernah dilihat", adalah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu.[1][2][3][4] Déjà vu adalah suatu perasaan telah mengetahui dan déjà vécu (perasaan "pernah hidup melalui" sesuatu)[5] adalah sebuah perasaan mengingat kembali.[6]
Pendekatan ilmiah menolak penjelasan bahwa déjà vu adalah "prekognisi" atau "ramalan". Pendekatan ilmiah menjelaskan bahwa déjà vu adalah anomali ingatan, yang membuat kesan berbeda bahwa suatu pengalaman "diingat kembali".[7][8] Penjelasan ini didukung oleh fakta bahwa arti dari "mengingat" pada waktu itu sangat kuat dalam banyak kasus, tetapi keadaan pengalaman "sebelumnya" (kapan, di mana, dan bagaimana pengalaman sebelumnya terjadi) tidak pasti atau diyakini tidak mungkin. Dua jenis déjà vu yang diperkirakan ada adalah jenis patologis dari déjà vu yang biasanya berhubungan dengan epilepsi dan non-patologis yang merupakan sebuah karakteristik dari orang yang sehat dan fenomena psikologis.[9][10][11][12]
Sebuah survei tahun 2004 menyebutkan bahwa sekitar dua pertiga populasi pernah mengalami déjà vu.[13] Studi lain menguatkan bahwa déjà vu adalah pengalaman yang umum dialami oleh individu-individu yang sehat, dengan antara 31% dan 96% individu melaporkan pernah mengalaminya. Pengalaman déjà vu yang terjadi berkepanjangan atau sering (merupakan hal yang tidak umum), atau berhubungan dengan gejala lain, seperti halusinasi, mungkin menjadi indikator penyakit neurologis atau psikiatris.[14]

Hubungan dengan gangguan

Peneliti-peneliti awal mencoba membangun hubungan antara déjà vu dan gangguan mental, seperti kecemasan, gangguan kepribadian terpecah, dan skizofrenia, tetapi mereka gagal menemukan korelasi penilaian diagnosis.[15] Tidak terlihat hubungan istimewa antara déjà vu dan skizofrenia.[16][17]
Patologis terkuat terkait dengan déjà vu adalah epilepsi lobus temporal.[18][19][20][21][22][23] Korelasi ini menyebabkan para peneliti berspekulasi bahwa pengalaman déjà vu mungkin adalah sebuah anomali neurologik terkait dengan luahan listrik yang tidak wajar dalam otak. Kebanyakan orang mengalami kejadian-kejadian epileptik ringan (non-patologi) secara teratur (e.g. suatu sentakan hipnagogik, sentakan tiba-tiba yang sering, tetapi tidak selalu, terjadi sesaat sebelum tertidur), sehingga diduga kelainan neurologis (ringan) yang serupa terjadi saat mengalami déjà vu, menyebabkan sensasi ingatan yang keliru. Para ilmuwan bahkan telah meneliti genetika saat mempelajari déjà vu. Meskipun saat ini tidak ada gen yang terkait dengan déjà vu, gen LGII pada kromosom 10 sedang diteliti lebih lanjut yang mungkin ada hubungannya. Beberapa bentuk tertentu dari gen berhubungan dengan epilepsi ringan, meskipun tidak pasti, déjà vu terjadi cukup sering selama kejang, sehingga para peneliti memiliki alasan untuk mencurigai adanya keterkaitan.[24]
Sebuah studi tahun 2008 menyatakan bahwa pengalaman déjà vu tidak diyakini sebagai pengalaman disosiatif patologis.[25]

Misteri Dejavu, ini 7 Fakta tentang Dejavu

http://www.terseram.com/2016/12/misteri-dejavu-ini-7-fakta-tentang.html


Terseram.com- Dejavu adalah fenomena batin yang dialami seseorang. Di mana orang akan mendadak merasa ingat akan suatu hal, tempat, dan kejadian, padahal belum pernah mengalami kejadian tersebut.
Dejavu erat kaitannya dengan mindpower dalam menyimpan memori jangka panjang. Orang yang sering mengalami Dejavu biasanya memang tergolong orang yang memiliki daya ingat tinggi. Mereka bisa mengingat berbagai hal secara sangat detail. Hingga hal-hal remeh temeh misalnya seperti warna baju orang yang melintas di didekatnya saja sampai hafal.
Namun, fenomena Dejavu pada hakikatnya tergolong jenis pengalaman supranatural yang ajaib. Dejavu juga mengindikasikan tentang adanya kekuatan batin luar biasa yang terpendam di dalam diri manusia. Kekuatan ini adalah sebuah kekuatan untuk merekam kejadian-kejadian yang pernah dialami seseorang pada kehidupan pastlife, nya. Sebuah kehidupan di mana seseorang dulunya pernah alami reinkarnasi.
Mengapa Dejavu dekat dengan reinkarnasi? Karena apa yang membuat seseorang merasa pernah mengalami kejadian serupa atau pernah melihat realitas serupa adalah fakta bahwa di masa lalu, orang itu memang pernah mendapatkan pengalaman macam itu. Di pastlifenya memang pernah alami
 Di masa sebelum dirinya reinkarnasi pernah mengalami.
Berikut adalah 7 fakta tentang Dejavu:
1. Dejavu adalah salah satu fenomena supranatural yang menyangkut dengan daya ingat manusia akan hal-hal detail dalam kehidupannya. Baik kehidupan sekarang atau masa lalu (pastlife).
2. Orang yang mengalami Dejavu akan merasa dirinya pernah mendapatkan pengalaman hidup serupa. Ia merasa mendapatkan 2 kali bahkan lebih kejadian yang sama.
3. Dejavu biasanya meliputi dejavu terhadap realitas ruang dan waktu. Dejavu ini biasanya menyangkut segala hal pada dimensi ruang dan waktu.
4. Orang yang mengalami Dejavu Biasanya terkejut dan muncul rasa takut. Seolah dia akan bisa menebak hal-hal yang bakal terjadi.
5. Meski tergolong kemampuan spiritual, Dejavu sebetulnya bisa dialami oleh semua orang tanpa memandang dia siapa.
6. Dejavu bisa menjadi alat bantu dalam mengambil sikap. Dejavu membuat seseorang menjadi lebih jeli melihat hukum deterministik dan kausalitas alam.
7. Ketika seseorang mengalami Dejavu, maka jiwanya sedang dalam kondisi terbuka. Dejavu seakan menjadi tanda dari aktivitas batin. Semakin sering Dejavu, maka semakin tajamlah firasat batin seseorang.

Senin, 21 Agustus 2017

ZAMAN EDAN MEMBUTUHKAN ORANG EDAN

Disaat kita mendapati dunia ini semakin hari semakin sinting, atau kesintingan yang semakin meningkat, di mana sesuatu yang dianggap salah telah dianggap sebagai kebenaran - suatu dunia yang semakin merosot. Anda perlu tahu bahwa anda yang mendiamkan saja kejadian-kejadian tidak benar itu berlalu di depan mata anda, itu sama halnya dengan sampah yang terbawa arus sungai atau rem yang blong. Anda jangan merasa benar ketika anda berada di antara kumpulan orang yang salah, oleh sebab anda merasa minder, merasa tak pantas, merasa kurang mumpuni, takut salah, takut diolok-olok orang, takut dimusuhi, takut menyinggung perasaan orang, takut menyakiti hati orang, takut menimbulkan gejolak, takut menimbulkan permusuhan, takut menimbulkan peperangan, sungkan, dan lain-lainnya.

Hal-hal yang menyangkut kebanyakan orang itu adalah hal-hal yang umum, biasa, dan normal. Anda adalah orang yang normal bilamana serupa dengan orang-orang yang ada di sekitar anda. Tak ada yang aneh, tak ada yang menonjol, tak ada yang ganjil dengan diri anda. Biasa-biasa saja.

Tapi manakala tiba-tiba anda melihat saya berpenampilan nyentrik, berkacamata hitam, telinga ditindik, lengan ditato, tidak sebagaimana saya biasanya, maka itu adalah pemandangan yang tidak lazim dan anda pasti berpikir saya telah gila.

Hasil gambar untuk gambar orang nyentrik


Jika saya seperti itu artinya saya berani beda, berani diolok-olok, dan berani dianggap stress.Yakinlah bahwa tak berapa lama pasti ada orang-orang yang akan mengikuti tingkah saya itu sehingga akan menjadi suatu trend. Jika kelak ada banyak pengikutnya dan bisa menjadi trend, ingatlah bahwa saya adalah pelopornya dan saya adalah orang yang sukses dalam gebrakan saya itu. Saya adalah pahlawan!

Pada saat penampilan seperti itu sudah menjadi trend itu artinya sudah menjadi kebiasaan, menjadi umum, menjadi normal. Bukan barang baru, bukan keanehan lagi. Malah kalau saya akhiri penampilan nyentrik itu dan kembali seperti dulu lagi, saya akan kembali dianggap sinting lagi. Ada apa pak Rudy koq berubah seperti ini? Aneh lagi.

Tapi itu tentang penampilan saja, sedangkan yang ingin saya bicarakan adalah tentang ajaran. Siapakah yang berani tampil seperti Lia Aminuddin, yang kelak menjadi perkumpulan Lia Eden, yang berani mengaku ketemu dengan malaikat Jibril dan berani menerima stempel "sesat" dari Majelis Ulama Indonesia? Siapakah yang berani seperti Mirza Ghulam Ahmad, yang kelak dikenal sebagai Islam Ahmadiyyah, yang berhasil mengumpulkan banyak pengikut, berani dicap sesat dan berani dimusuhi oleh Islam-islam lainnya karena mengaku sebagai Al Masih atau Imam Mahdi?

Siapakah yang berani seperti nabi Elia yang seorang diri menentang 850 nabi palsu? Siapakah yang berani seperti nabi Yohanes Pembaptis yang mengata-ngatai para ulama Yahudi sebagai ular beludak? Siapakah yang berani seperti ELOHIM YESHUA yang mengutuk para pemimpin agama Yahudi sampai DiriNYA disalibkan? Siapakah yang berani seperti rasul Petrus yang menentang larangan pemerintah Romawi memberitakan Injil? Siapakah yang berani seperti rasul Paulus, Martin Luther, dan lain-lainnya yang menentang arus dan penguasa?

ELOHIM YESHUA meninggalkan rumahNYA, berjalan menyusuri desa demi desa dan kota demi kota;

Mat. 9:35Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

ELOHIM YESHUA meneguhkan pengajaranNYA dengan mujizat-mujizat;

Mat. 4:24Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

Maka berbondong-bondong orang mengikutiNYA;

Mat. 4:25Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Bisa mengumpulkan banyak orang namun tak bisa memberi mereka makanan;

Mat. 15:32Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan."

Wajarlah kalau adik-adikNYA menganggapNYA tidak waras;

Mrk. 3:21Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

Wajarlah kalau adik-adikNYA menganggapNYA mencari popularitas;

Yohanes
7:3Maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: "Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan.
7:4Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia."


Wajarlah kalau adik-adikNYA tidak percaya padaNYA;

Yoh. 7:5Sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya.

Wajarlah kalau para tetanggaNYA tak percaya padaNYA;

Mat. 13:55Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?

Di saat semua orang kawin-mawin, ELOHIM YESHUA tidak kawin. Di saat semua orang kredit rumah KPR-BTN, ELOHIM YESHUA memilih meninggalkan rumahNYA dan tidur di bukit;

Mat. 8:20Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Luk. 21:37Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun.

Di saat semua orang ke sana ke mari mencari pekerjaan, ELOHIM YESHUA memilih bekerja untuk kemuliaan BAPANYA;

Yoh. 6:27Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Di saat semua orang sibuk mencari uang dan mengumpulkan kekayaan, ELOHIM YESHUA katakan: "Apa gunanya?"

Mat. 16:26Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Di saat Abraham hidup tenteram dan damai bersama sanak keluarganya di Mesopotamia, tiba-tiba Abraham tinggalkan sanak keluarganya itu. Di saat semua orang menyayangi dan memanjakan anaknya, Abraham justru hendak menyembelih anak kesayangannya.

Jadi, kalau anda kawin, bekerja, mengumpulkan harta, membeli rumah, membeli mobil, menambah istri simpanan, rajin berselingkuh, berpenampilan necis, dan lain-lainnya, maka itu artinya anda normal. Jika saya seperti itu maka saya sama normalnya dengan anda, dan dunia tidak heboh oleh saya. Tapi, biarlah saya memilih jalan yang berbeda ini sekalipun bukan sesuatu yang wajar. Tentang kebenarannya, 'kan Alkitab kebenarannya?!

Jumat, 18 Agustus 2017

PAHLAWAN KESIANGAN

Lomba Panjat Pinang, Seorang Warga di Bandung Tewas Terjatuh

https://news.detik.com/jawabarat/3603990/lomba-panjat-pinang-seorang-warga-di-bandung-tewas-terjatuh

Bandung - Perlombaan memperingati perayaan HUT RI ke-72 di Kota Bandung berujung maut. Seorang warga bernama Icim tewas terjatuh saat mengikuti lomba panjat pinang di Lapangan Voli Jalan Merkuri Utara, Kota Bandung, Jabar, Kamis (17/8/2017) sekitar pukul 16.30 WIB. 

"Korban meninggal dunia setelah mengalami patah leher," ujar Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana via pesan singkat.

Reny menuturkan peristiwa itu berawal saat Icim mengikuti lomba panjat pinang di wilayahnya. Saat itu, korban sudah sampai dibagian atas.

"Tetapi ketika korban sudah sampai di atas dan mengambil hadiah, tiba-tiba batang pinangnya patah dari sambungan," tutur Reny.

Akibat batang pinang patah, korban langsung terjatuh dari ketinggian 7 meter. "Leher korban patah. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Al-Islam," kata dia. 
(avi/avi)


Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi


http://www.boombastis.com/tragedi-lomba-agustusan/117893

Tiap tahunnya, masing-masing daerah di Indonesia punya cara yang sama untuk memperingati hari kemerdekaan dengan mengadakan beragam lomba Agustusan. Selain keceriaan, adanya lomba tersebut juga bisa mempererat tali silaturahmi antar tetangga. Tak heran jika hampir semua warga akan turut serta memeriahkannya, entah itu partisipasi sebagai peserta ataupun jadi penonton saja.
Dari banyaknya keceriaan momen lomba, sepertinya ada beberapa hal yang kita lupakan yaitu keamanan. Ya, kurangnya faktor keamanan dan penjagaan justru berakhir dengan jatuhnya korban di beberapa daerah. Sebagai pengingat saja, inilah 4 kasus lomba Agustusan yang berakhir dengan tragedi.

Ikut lomba balap karung, pria ini tiba-tiba jatuh bersimbah darah

Suasana meriahnya lomba Agustusan juga terasa di lapangan voli RT 06 Desa Hayaping Kecamatan Awang, Kabupaten Bintaro Timur, Kalimantan Tengah. Namun, keceriaan lomba balap karung tersebut tiba-tiba menjadi mengerikan saat salah seorang peserta, Sahrian tiba-tiba ambruk bersimbah darah. Ternyata, robohnya Sahrian disebabkan oleh  JN yang menusuknya dari belakang. Mengetahui itu, warga pun kocar-kacir.
Korban tewas di tengah lomba balap karung [image source]
Korban yang selama ini dikenal ramah tersebut langsung tewas sesaat setelah roboh bersimbah darah di depan ratusan warga yang menyaksikan. Menurut para saksi, sebelum terjadi insiden tersebut memang terlihat pelaku dan korban sedang berbicara namun tak diketahui pasti materinya. Hingga tak lama kemudian, pelaku pulang dan kembali dengan membawa pisau dan ditusukkan pada korban.

Nonton adu gebuk bantal, dua siswi SD tewas tenggelam

Merayakan hari kemerdekaan dengan pelbagai lomba memang sudah jadi tradisi. Ada banyak ragam pilihan, mulai makan kerupuk, panjat pinang hingga gebuk bantal. Demikian juga dengan warga Sidorejo Kecamatan Pakal, Surabaya. Pada 17 Agustus 2016 lalu, warga juga tengah bergembira merayakan kemerdekaan dengan mengadakan lomba gebuk bantal di Telaga Hutan. Demikian juga dengan Selly dan Mila yang saat itu tak mau ketinggalan menyaksikan lomba di telaga sedalam 2 meter buatan pemkot tersebut.
Ilustrasi bocah yang tenggelam saat nonton gebuk bantal [image source]
Namun nahas, ketika asyik menonton, tiba-tiba saja Mila terpeleset dan jatuh ke telaga. Mengetahui itu, Selly berusaha menolong. Namun sayang, kedua bocah 12 tahun tersebut sama-sama tidak bisa berenang. Warga sudah berusaha menolong, namun nyawa kedua gadis cilik tersebut tak bisa diselamatkan. Telaga dengan kedalaman 2 meter memang terlalu berbahaya untuk anak-anak. Seandainya dalam lomba tersebut ada yang bertugas mengawasi dan melakukan penjagaan, mungkin jatuhnya korban masih bisa dicegah.

Meninggal usai lomba sepak bola

Lomba sepak bola juga jadi salah satu yang paling diminati, termasuk di Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak. Diduga pria yang berprofesi sebagai satpam swalayan tersebut tewas karena serangan jantung. Sebelumnya, para tetangga juga sudah menasihati agar Agus tidak usah ikut bertanding karena riwayat penyakit jantung. Namun, korban mengindahkan peringatan tersebut.
Ilustrasi tewas sesaat setelah lomba sepak bola [image source]
Ia tetap ikut bermain dengan semangat. Namun, setelah pertandingan berakhir, tiba-tiba saja Agus terduduk, berkeringat pingsan. Warga yang mengetahui hal tersebut langsung berusaha menolong dengan melarikan korban ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa Agus tak bisa diselamatkan. Dari hasil visum, memang tidak ditemukan luka apapun di tubuh korban.
Itulah empat lomba Agustusan yang berakhir dengan tragedi. Dari beberapa insiden di atas, semoga bisa jadi pembelajaran bagi kita untuk lebih bijak dalam merayakan kemerdekaan. Lomba Agustusan harusnya untuk menyalurkan kegembiraan. Jadi, untuk kedepannya mungkin tiap lomba di daerah perlu didampingi petugas keamanan dan medis yang berjaga.

APA YANG DIGEMBIRAKAN DARI HIDUP YANG SEMAKIN SUSAH BEGINI?

SUDAHLAH, SMP SAJA

Sudahlah, nggak usah sekolah tinggi-tinggi, nggak usah masuk di full day school. Anak-anak desa itu sepulang sekolah dibutuhkan sekali tenaganya oleh orangtuanya untuk bantu-bantu kerja. Biarlah anak-anak itu lebih banyak waktunya berkumpul dengan keluarganya, daripada kumpul-kumpul di luar rumah. Tokh, Andi Narogong yang hanya lulusan SMP saja bisa pegang uang ratusan milyar dan bisa mengendalikan pejabat-pejabat tinggi.

Image result for gambar anak smp


Lulus SMP bisa punya rumah kayak gini:

Image result for gambar rumah mewah andi narogong


Bisa punya mobil kayak gini:

Image result for gambar mobil mewahnya andi narogong


Bisa punya uang segini:

Image result for gambar setumpuk uang


Bisa mengendalikan pejabat-pejabat setingkat ketua DPR;

Image result for gambar skema pembagian uang e-ktp


Bisa menjadi tamunya KPK;

Image result for gambar andi narogong kpk


Daripada sarjana yang cuma menjadi drivernya GOJEK kayak gini;

Image result for gambar driver gojek


Itupun cara cari makannya dengan membunuhi rejekinya ojek pangkalan;

Image result for gambar ojek pangkalan


Andi Narogong mana mau mengikuti program Full Day School?

Andi Narogong, Lulusan SMP yang Mampu Kendalikan Proyek E-KTP

http://nasional.kompas.com/read/2017/08/15/10443001/andi-narogong-lulusan-smp-yang-mampu-kendalikan-proyek-e-ktp


JAKARTA, KOMPAS.com - Andi Agustinus alias Andi Narogong bukan seorang yang ahli di bidang teknologi. Ia juga bukan lulusan dari perguruan tinggi mana pun. Bahkan, Andi tak pernah merasakan pendidikan di tingkat sekolah menengah atas.

Namun, siapa sangka pria yang hanya lulusan sekolah menengah pertama (SMP) itu bisa mengendalikan proyek nasional senilai Rp 5,9 triliun. Andi bahkan mengendalikan dari mulai proses pembahasan anggaran, hingga pengadaan dalam proyek pembuatan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Andi yang kini berusia 44 tahun itu harus duduk di kursi terdakwa. Ia diseret ke pengadilan karena diduga menyebabkan kerugian negara hingga Rp 2,3 triliun dalam proyek pengadaan e-KTP.

Representasi Setya Novanto

Kemampuan Andi mengendalikan proyek e-KTP dinilai tak lepas dari kedekatannya dengan Ketua DPR Setya Novanto. Dalam surat dakwaan, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Andi sebagai representasi Setya Novanto.

Menurut jaksa KPK, sejak awal pembahasan anggaran, Andi secara aktif melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait dalam pembuatan e-KTP. Andi pernah melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat Kementerian Dalam Negeri dan Setya Novanto di sebuah hotel di Jakarta.

Saat itu, Setya Novanto dianggap sebagai representasi Partai Golkar yang dikenal sebagai kunci anggaran di DPR.

Andi Narogong pernah membagikan uang kepada pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Penyerahan uang itu dilakukan di ruang kerja Ketua Fraksi Partai Golkar, yang saat itu masih dijabat oleh Setya Novanto.

"Setelah adanya kepastian tersedianya anggaran untuk proyek pengadaan e-KTP, bertempat di Lantai 12 Gedung DPR, terdakwa beberapa kali memberikan uang kepada pimpinan Banggar," ujar jaksa KPK Wawan Yunarwanto.

Menurut jaksa, Andi menyerahkan 3,3 juta dollar AS kepada pimpinan Banggar DPR.

Sebelum itu, Andi juga menyerahkan uang kepada anggota Komisi II dan Banggar DPR. Penyerahan dilakukan di Gedung DPR Senayan, sekitar bulan September-Oktober 2010.

Menurut jaksa, saat itu Andi menggelontorkan uang 2,8 juta dollar AS. Uang itu diberikan agar Komisi II dan Banggar menyetujui anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun

Kamis, 17 Agustus 2017

ARTI 17 AGUSTUS

Arti 17 Agustus bagiku adalah "pusing juga". Barusan sebulan habis-habisan uang buat merayakan Lebaran. Utang-utang untuk Lebaran belum lunas, aku harus membeli tiang bendera. Terpaksa aku puasa supaya bisa membeli tiang bendera. Esoknya puasa lagi untuk membeli kain bendera merah putih. Repot, di zaman Orde Baru kalau tidak memasang bendera merah-putih pasti akan dijemput orang Koramil lalu diinterograsi, dicurigai PKI.

Barusan puasa hari kedua untuk membeli bendera, datanglah pemuda Karang Taruna menenteng sebuah map, menyodorkan proposal sumbangan untuk acara Agustusan. Katanya untuk hadiah lomba panjat pinang. Aku manggut-manggut mendukungnya, sebab kupikir para pejuang zaman dulu juga berlomba panjat pinang untuk mengalahkan Belanda. Pantas saja banyak sekali pejuang yang gugur karena panjat pinangnya licin sekali, sehingga mereka terjatuh dan gegar otak sebelum sempat menembak tentara Belanda.

Hasil gambar untuk gambar panjat pinang

Itulah sulitnya mengalahkan tentara Belanda, sebab pejuang kita harus lomba panjat pinang sebelum menembak mereka.

Terpaksa aku puasa lagi untuk menyumbang Agustusan di kampungku. Baru selesai puasaku di hari yang ketiga, datang lagi pemuda-pemuda dari sebuah Ormas yang sedang terancam Perppu-nya Jokowi, mereka membawa sebuah map juga, dan isinya juga meminta sumbangan untuk organisasi mereka yang mengadakan acara gerak jalan. Aku manggut-manggut lagi mendukungnya, sebab kupikir para pejuang kita dulu juga melakukan lomba baris-berbaris ketika berperang melawan penjajah Belanda. Pantaslah jika pejuang kita banyak yang gugur sebab di saat mereka berbaris dengan gagah perkasanya, pasukan Belanda menembaki mereka.

Hasil gambar untuk gambar baris-berbaris

Kupikir ini kesalahan fatal panglima perangnya. Harusnya perang, ya langsung main serang musuh saja, nggak usah baris-berbaris dan karnavalan. Terlalu rumit acara peperangan yang bergaya kesultanan begitu itu.

Hasil gambar untuk gambar karnavalan

Tirulah orang-orang yang sedang tawuran yang nggak usah baris-berbaris dan nggak usah karnavalan;

Hasil gambar untuk gambar tawuran

Ormas yang satu selesai kusumbang, datang Ormas yang lainnya lagi. Membawa sebuah map lagi, minta sumbangan lagi. Bilangnya untuk acara lomba makan kerupuk. Aku manggut-manggut lagi mendukungnya, sebab dadaku merah-putih harga mati.

Hasil gambar untuk gambar lomba makan kerupuk

Pantaslah kalau para pejuang kita dulu itu kurus-kurus, sebab cuma kerupuk makanannya. Harusnya minum Kuku Bima Energi, biar menangan kalau perang.

Setelah nonton karnaval, nonton pidato kenegaraan presiden Jokowi yang memaparkan hasil-hasil kerjanya sebagai presiden selama setahun ini, di mana perekonomian sudah berhasil ditingkatkan menjadi semakin sulit di tahun 2017 ini. Harga barang-barang berhasil dinaikkan, fakir miskin semakin meningkat, pengangguran semakin banyak, utang negara meningkat, kriminalitas semakin meningkat baik kwantitas maupun kwalitasnya, bom teroris makin banyak, pelanggaran hak asasi manusia para jendral berhasil ditutupi rapat-rapat, serta suhu perpolitikan di dalam negeri juga sudah semakin panas.

Hasil gambar untuk gambar pidato kenegaraan jokowi


Cuma ada 2 pilihan: MERDEKA ATAU MATI. Kamu yang merdeka, aku yang mati. Kamu bisa seenak-enaknya membuat kebijaksanaan, maka akulah yang mati.

Dalam hati aku bertanya: "Mengapa pak Soekarno tidak memutuskan satu pilihan saja, yaitu: Merdeka saja, supaya nggak ada yang mati?" Mengapa harus "merdeka atau mati?"