Senin, 24 April 2017

SULITNYA MERUBAH KEBIASAAN

Manusia adalah makhluk yang berada di pertengahan antara binatang dengan TUHAN. Itu terefleksikan dari keberadaan otak kita yang terdiri dari 2 bagian, yaitu otak/pikiran sadar dan otak/pikiran bawah sadar. Proses kerjanya seperti filter air, di mana hal-hal yang baru akan dianalisa oleh otak sadar, setelah itu dilemparkan ke otak bawah sadar, disimpan sebagai memori/ingatan.

Misalnya, kalau kita melihat nasi, kita tidak perlu menganalisanya lagi, melainkan langsung kita makan begitu saja. Sebab nasi sudah kita kenali dengan baik. Tapi sesuatu yang asing, yang masih baru pertama kali kita melihatnya, misalnya: hamburger, kita pasti menganalisanya lebih dahulu. Apakah ini? Makanan atau barang mainan? Terbuat dari apa, dan seterusnya. Apa yang sudah kita kenali tak memerlukan kerja pikiran tapi merupakan pekerjaan pikiran bawah sadar yang bekerja secara otomatis seperti mesin yang bekerja menurut system atau rumus-rumus tertentu.

Binatang, seperti anjing, dia kerjanya berdasarkan ingatan. Apa yang kita ajarkan tak sanggup dia cerna apakah itu baik atau buruk tapi langsung masuk ke memorinya dan dijadikan kebiasaannya. Jika misalnya dia anda perintahkan untuk menyerang orang sebagaimana latihannya, maka siapapun orang itu pasti akan diserangnya, entah orang baik atau orang jahat. Tapi kita 'kan tidak seperti itu? Perintah komandanpun kita analisa, apakah perintahnya sesuai dengan undang-undang atau melanggar undang-undang.

Nah, tujuan TUHAN memberikan otak sadar kepada kita tentu saja untuk menyeleksi hal-hal yang baik dengan hal-hal yang tidak baik. Bahkan termasuk hal-hal yang sudah membiasa di dalam hidup kita, yaitu kebiasaan-kebiasaan kita perlu dikontrol ulang oleh pikiran sadar kita. Itulah yang disebut koreksi atau introspeksi, yaitu mencermati apa yang tadinya kita anggap baik, apakah sekarang atau hari ini masih tetap baik, atau sudah menjadi usang?!

Jadi, otak sadar dimaksudkan untuk menggiring manusia untuk mencapai kemajuan, mencapai sesuatu yang lebih tinggi, hal-hal yang baru yang belum ada, sehingga pada akhirnya menjadi seperti TUHAN, yaitu mencapai kesempurnaan. Contohnya di bidang teknologi selalu ada perkembangannya yang meningkat terus. Hal-hal yang kemarin menjadi kuno digantikan oleh hal-hal yang baru. Itu hasil kerja otak sadar.

Tapi pemerintahan berusaha menjadikan semua rakyatnya seperti robot, yang tahunya tunduk dan patuh begitu saja pada pemerintah. Pemerintahan jangan sekali-sekali dikoreksi atau ditentang, sebagaimana konsep hirarki kepemimpinan di pemerintahan, baik yang sipil, lebih-lebih yang militer. Semua anak buah harus patuh pada komandan atau pimpinannya. Jika tidak mau patuh, dipecat! Itu sebabnya mereka menjadi seperti robot yang sering kali kehilangan rasa perikemanusiaannya. Mereka berjalan di atas rel hukum; bagaimana hukumnya bukan bagaimana baiknya.

Pekerjaan berpikir itu berat, menguras energi tidak sebagaimana bekerja secara kebiasaan. Tapi itu sesuai juga dengan nilai-nilai pencapaiannya, yaitu memberikan kepuasan, sebagaimana perjuangan berat seseorang yang mencapai kejuaraan dengan hadiah besar sebagai upahnya. Itulah sebabnya upah atasan selalu lebih besar dari upah bawahannya, upah orang pandai lebih besar dari upah orang bodoh, upah pekerja dengan pikiran lebih tinggi daripada upah pekerja yang dengan tenaga saja.

Tapi sayangnya kebanyakan orang mencari yang enteng-enteng, yang gampang-gampang, dan selalu berusaha menghindari tantangan. Mereka sulit diajak maju. Maunya apa yang sudah menjadi kebiasaan saja yang dijalankannya.

Itulah orang-orang Farisi dan Saduki yang menjadikan kebiasaan-kebiasaan mereka sebagai standart kebenaran. Berbeda dengan Nikodemus, salah seorang pemimpin mereka. Ketika mendengar ada pembaruan yang disampaikan YESHUA, dia menyempatkan diri mendatangi dan bertanya-jawab dengan YESHUA. Demikian juga dengan Natanael yang disebut YESHUA sebagai orang Israel sejati, yang tidak ada kepalsuan di dalam dirinya, yang bersemangat menyambut kedatangan YESHUA dengan pertanyaan: "Mungkinkah dari desa kecil Nazaret ini ada sesuatu yang baik?"

Orang Yahudi yang tinggal di kota Berea juga begitu. Ketika mendengar ada pembaruan yang disampaikan oleh rasul Paulus, mereka tidak antipati, melainkan menggunakan pikiran sadar mereka untuk menganalisa ajaran baru rasul Paulus itu; apakah semuanya itu benar demikian?

Kisah 17:11Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Ayat di atas membandingkan mereka yang di Berea dengan yang di Tesalonika, seolah-olah membandingkan antara otak sadar dengan otak bawah sadar, antara orang-orang yang mau berpikir dengan orang-orang yang malas mikir. Alkitab sebagai standart atau ajaran nenek moyang yang dijadikan standart.

Sulitnya merubah kebiasaan adalah karena malas mikir!

Hasil gambar untuk gambar otak

KESULUNGAN BUKAN SEGALA-GALANYA

Apa yang awal, apa yang mula-mula, yaitu kesulungan adalah yang terbaik. ELOHIM YAHWEH memberikan keistimewaan kepada apa-apa yang sulung. Tapi dengan syarat jika yang sulung itu benar. Jika tak benar maka kesulungan itu akan disingkirkan, tidak lagi istimewa.

Kel. 13:2"Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka."

Adam dan Hawa sebagai manusia yang pertama, gagal memenuhi harapan ELOHIM YAHWEH. Kain, sebagai anak yang sulung menjadi pembunuh adiknya; Habel. Esau, anak sulung Ishak, menjual hak kesulungannya kepada adiknya: Yakub. Ruben, anak sulung Yakub terlibat menjual adiknya sendiri; Yusuf. Saul, raja pertama Israel digantikan oleh Daud. Bangsa Israel yang dinyatakan sebagai anak sulung YAHWEH, akhirnya juga dibuang.

Filosofi kesulungan itu seperti kepala dengan ekor, di mana kepala harus selalu di depan. Seorang yang berstatus pemimpin itu harus menjadi yang terdepan, harus memberikan contoh keteladanan. Jangan sampai menjadi kepala yang seperti "kentut", seperti yang dipamerkan oleh pejabat-pejabat kita yang tukang korupsi. Semakin tinggi kedudukannya semakin besar korupsinya.

Demikian halnya dengan kenenek-moyangan harus kita kaji seperti apakah ajaran mereka? Apakah mereka mengajarkan mengenal TUHAN yang benar, atau malah mengajari kita ke dukun-dukun? Apakah mereka mengajarkan kasih atau malah mengajari kita mabuk-mabukan? Apakah mereka mengajarkan kesabaran atau malah mengajari bersuara garang kayak suara orang Batak? Apakah mereka mengajarkan pengampunan atau malah memaksa orang harus mengikuti adat-istiadatnya yang tidak benar? Sebab, berapa banyak orang-orang yang sudah menjadi korban adat-istiadat nenek-moyang? Yang hanya oleh sebab tidak mengikuti adat-istiadat yang sebenarnya bukan hal yang perlu, mereka dikucilkan atau diusir dari rumahnya. Ajaran TUHAN dikalahkan oleh ajaran nenek-moyang;

Mat. 15:3Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?

Mat. 15:9Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Sebab hal yang terbesar dan yang terpenting dalam hidup kita sebagai manusia adalah mengenal TUHAN yang benar dan kita diselamatkan. Maka hal yang lain-lainnya bila perlu kita kesampingkan; baik itu orangtua, saudara, suami, istri, anak-anak, teman, uang, kedudukan, jabatan, kehormatan, kemuliaan, pekerjaan, reputasi, dan lain-lainnya.

Mat. 10:37Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Matius 6:31

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Flp. 3:8Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

2Kor. 10:5Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

CONTOH KEBAIKAN YANG BERDOSA

Suatu kali raja Daud berusaha memindahkan Tabut Perjanjian, dari Baale ke Yerusalem, dengan kereta yang ditarik lembu-lembu. Ketika lembu-lembu itu tergelincir dan Tabut Perjanjian itu nyaris terjatuh ke tanah, Uza mengulurkan tangannya berusaha menahan Tabut itu supaya tidak terjatuh. Bukankah itu suatu perbuatan yang sangat terpuji? Tapi apa tindakan TUHAN?

2Samuel 6:4

Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu.
6:5Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
6:6Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.
6:7Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.
6:8Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang.

Mengapa TUHAN begitu murka terhadap niat baik Uza? Sebab Uza telah melanggar ketentuan TUHAN, bahwa orang awam dilarang bersentuhan dengan perkakas ibadah yang dinyatakan kudus. Itu adalah tanggung-jawab imam-imam suku Lewi. Nah, jika sampai terjadi peristiwa seperti itu tentu TUHAN akan memintai pertanggungjawaban suku Lewi. "Bagaimana sampai mereka tidak berada dekat Tabut itu?" Sebab jika ketentuannya orang awam tidak boleh bersentuhan dengan perkakas Bait Suci, maka apapun yang terjadi dengan perkakas-perkakas itu tetap tidak dibenarkan menyentuhnya.

Mzm. 37:28sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.

Sebab TUHAN mencintai hukum, sehingga hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya.

Lembaga Alkitab Indonesia, LAI, karena takut, tidak berani menyebut nama TUHAN dengan sembarangan, seperti bunyi hukum ke-3;

Keluaran 20:7Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Maka nama TUHAN: YHWH[YAHWEH] digantikannya menjadi: "TUHAN". Apakah itu baik? Tidak! Sebab LAI adalah lembaga terjemahan, bukan tentang pribadi yang menyebut nama TUHAN secara sembarangan. Justru dengan demikian LAI telah memanipulasikan nama TUHAN dan tidak bekerja sebagaimana tugasnya menterjemahkan saja. LAI telah masuk ke ilmu tafsir, bukan lagi menterjemahkan. Padahal bunyi Alkitab tidak boleh diotak-atik, melainkan harus dituliskan sebagaimana adanya. Tanpa disadari LAI telah membuat YAHWEH setara dengan tuhan-tuhan agama yang lainnya. Jika TUHAN itu tak punya nama, maka sama dengan tuhan-tuhan agama yang lainnya yang tak bernama.

Jika bapak Rudyanto, dihilangkan: Rudyanto-nya, maka saya menjadi sama dengan bapak-bapak yang lainnya. Sebab semua laki-laki dewasa dipanggil bapak, maka mana yang saya?! Coba kolom nama di KTP diisi dengan "Bapak", bukan "Rudyanto", apa pak lurahnya tidak kebingungan?!

Saking cintanya dengan seorang gadis, saya selalu membayang-bayangkan wajahnya. Masak begitu itu salah? Jika saya beritahukan kepada gadis itu bahwa saya setiap malam membayang-bayangkan wajahnya, bukankah gadis itu akan senang sekali? Masak begitu itu berdosa?! Masak membayangkan wajah TUHAN yang saya cintai itu berdosa? Masak melukiskan wajah TUHAN berdosa? Tapi masalahnya ada hukumnya;

Keluaran 20:4

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Ulangan 4:12Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara.
4:15

Hati-hatilah sekali--sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api--
4:16supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan;

Yohanes 20:29Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Nah, apakah Alkitab memuat photo YESHUA, seperti buku biografi presiden Soeharto yang memuat photo Soeharto? Jika memuat maka namanya Alkitabiah, artinya sesuai dengan Alkitab. Tapi jika tidak memuat photo YESHUA, sama seperti istilah trinitas yang tidak ada di Alkitab, maka itu namanya tidak Alkitabiah, artinya mengada-ada. Bagaimana saya membayangkan wajah Susi yang belum pernah saya temui? Ngawur namanya. ELOHIM YESHUA tak pernah mengajarkan kebohongan;

Matius 5:37Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Apa yang berada di luar Alkitab berasal dari si jahat: iblis! TUHAN menyebutnya pendusta;

Yoh. 8:44Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Menyempurnakan Firman TUHAN masak itu jahat? Sebab jika semua orang yang lahir ke dunia ini pasti memiliki tanggal lahir, sementara untuk kelahiran TUHAN YESHUA, junjungan kita, Alkitab tidak menuliskan tanggalnya, masak kita tidak boleh membuatkan tanggal lahir TUHAN supaya Alkitab semakin meyakinkan kebenarannya? Jika seorang perempuan kurang cantik jika tanpa lipstik di bibirnya lalu kita kasih lipstik di bibirnya sehingga ia kelihatan cantik bak bidadari, masak itu jahat?! Masak jahat membuat hari raya Natal? Tapi masalahnya itu ada hukumnya.

Hari raya itu hari besar, menunjuk pada kebesaran TUHAN. Karena itu TUHAN-lah yang membuat hari raya-hari raya. Tak pernah ada seorang nabi sebesar apapun di Israel yang menciptakan suatu hari besar. Ada 7 hari besar bagi bangsa Israel, tapi semuanya buatan TUHAN.

Imamat 23:4Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.

Nah, ketika raja Israel, Yerobeam, berusaha membuat hari raya-hari raya palsu karangannya sendiri, ELOHIM YAHWEH marah bukan kepalang, sampai menumpas seluruh keluarganya;

1Raj. 14:10Maka Aku akan mendatangkan malapetaka kepada keluarga Yerobeam. Aku akan melenyapkan dari pada Yerobeam setiap orang laki-laki, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. Aku akan menyapu keluarga Yerobeam seperti orang menyapu tahi sampai habis.

Saya bertanya, apakah hari raya Natal tanggal 25 Desember tidak seperti yang dilakukan raja Yerobeam itu?!

Saking cintanya pada TUHAN maka kita mengadakan acara ibadah berjemaat setiap hari; ya Minggu, ya Senen, ya Selasa, ya Rabu, dan seterusnya. Pendek kata kita yakini semua hari adalah baik, sama-sama ciptaan TUHAN. Tak ada hari yang ciptaan setan, bukan?! Karena itu apa salahnya orang Kristen beribadah ke gereja hari Minggu?

Tak ada hari ciptaan setan? Okey, itu benar! Tapi mengapa Hawa dipersalahkan ketika memetik buah pengetahuan yang di Taman Eden? Bukankah buah itu juga ciptaan YAHWEH? Bagaimana dengan babi, apakah karena babi ciptaan setan sehingga dilarang dimakan?! Semua orang ciptaan TUHAN, tapi apakah semua orang adalah raja? Apakah semua orang adalah nabi? Semua dompet adalah ciptaan TUHAN, lalu apakah dompet tetangga boleh kita ambil? Semua hari ciptaan YAHWEH, benar! Tapi apakah semua hari boleh diperlakukan secara sama? Mari belajar Alkitab, ben ngerti aturan!

Keluaran 20:9

enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Jadi, beribadah di hari apa saja, hari Minggupun baik. Tak ada larangan dari Alkitab tentang ibadah di hari Minggu. Tapi masalahnya hari Sabat adalah hari perhentian, di mana kita tidak boleh melakukan pekerjaan duniawi. Bukan pertemuan ibadahnya yang dilarang, tapi melakukan pekerjaan di hari Sabat itulah yang dilarang.

Bangsa Israel beribadah di hari Sabtu bukan karena hari Minggu tidak baik. Tapi karena mereka libur kerjanya di hari Sabtu sehingga mereka bisanya berkumpul di hari Sabtu. Mereka menutup tokonya, lalu ke gereja. Sebab tidak mungkin membuka toko sekaligus pergi ke gereja. Andapun yang berhari Minggu juga harus menutup toko lebih dahulu baru bisa pergi ke gereja, bukan?! Karena di kalender hari Minggu berwarna merah, maka orangpun libur kerja di hari Minggu sehingga bisa ke gereja. Tapi kitab suci kita bukan kalender yang memberi warna merah di hari Minggu. Kitab suci kita: Alkitab, memerintahkan libur kerja di hari Sabtu.

Kis. 5:29Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Beribadah di hari Minggu memang baik, tapi itu dosa menurut Alkitab;

Yesaya 58:13

Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Jadikan hari Sabat sebagai hari yang nikmat, hari yang kudus dan yang mulia, bukan hari Minggu!

Yeh. 22:8Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan.

Membagi-bagikan harta itu bagus. Memberikan diri untuk menderita atau dibakar untuk TUHAN, itu bagus. Tapi jika tanpa kasih, apa kata rasul Paulus?

1Kor. 13:3Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Tidak ada faedahnya kebaikan-kebaikan itu. Tidak membuat dosa kita dihapuskan ataupun diampuni, tidak ada pahalanya apa-apa kalau kita tidak mengenal YESHUA ha MASHIA. Tapi pengenalan akan YESHUA ha MASHIA sangat besar sekali khasiatnya. Biarpun dosa kita semerah kain kirmizi akan dijadikan putih seperti salju. Kornelius, perwira Romawi adalah contoh orang yang suka berderma. Namun segala kedermawanannya nyaris tak ada manfaatnya apa-apa seandainya TUHAN tidak memanggilnya menjadi Kristen. Jadi, segala macam kebaikan masih dianggap kurang jika tidak disempurnakan oleh darah YESHUA ha MASHIA. Segala macam bentuk kebaikan perlu ditambah dengan pengenalan akan kebenaran;

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

1Yoh. 5:20Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Minggu, 23 April 2017

MENGAPA AJARAN NENEK MOYANG BEGITU KUAT?

Mengapa ajaran nenek-moyang begitu kuat di hati kita?

1. Sebab nenek-moyang adalah yang awal, yang merintis, yang mendirikan suatu komunitas/kelompok. Nenek-moyang dianggap sebagai owner/pemilik, sehingga dianggap berhak menentukan suatu tujuan. Contohnya: Soekarno, sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia, kini seolah-olah merupakan sumbernya Indonesia.

2. Karena ajaran nenek-moyang sudah terlanjur mendarah-daging menjadi suatu kebiasaan yang membuat kita malas dan enggan untuk merubahnya. Sesuatu yang sudah membiasa biasanya tidak lagi dikontrol oleh nalar yang sehat, sebab malas mikir, malas merenungkannya. Lebih enteng melanjutkan kebiasaan daripada banyak merenungkannya. Lebih baik fokus mencari uang sedangkan adat-istiadat nenek-moyang dijalankan saja.

3. Menggoyang adat-istiadat akan menimbulkan pertentangan dan permusuhan dengan sanak famili.

4. Ukuran yang kita kenakan adalah asalkan itu baik, mengapa tak kita ikuti? Kita tidak menyadari bahwa apa yang baik bagi kita belum tentu baik juga di mata TUHAN. Justru sesungguhnya sering kali apa yang kita anggap baik itu merupakan dosa bila dikontrol dengan Firman TUHAN.

5. Ketidaksadaran kita bahwa kitapun merupakan nenek-moyang bagi anak-cucu kita, bahwa nenek-moyang sesungguhnya adalah sama-sama manusianya dengan kita, sama-sama bisa berbuat kekhilafan dan kesalahan. Sekalipun kita jahat, anak-cucu kita tetap akan menganggap kita baik dan benar. Contohnya kita terhadap ayah-ibu kita. Kita pasti tak bisa menilai bahwa mereka itu bersalah/khilaf. Bisa jadi karena sikap otoriter ayah-ibu kita yang selalu menganggap dirinya benar dan anak-anak yang selalu salah.

6. Karena ajaran masyarakat dan agama-agama supaya kita menghormati orangtua. Kita menjadi ekstrim untuk memaknai penghormatan dengan mengikuti segala langkahnya dan menyetarakan orangtua dengan TUHAN.

7. Karena kalau tidak menghormati TUHAN tak ada orang yang menyaksikannya, tapi kalau tidak menghormati orangtua disaksikan oleh masyarakat dan kita akan dikecam sebagai anak yang durhaka. Contohnya: langgarlah adat istiadat Batak, maka semua orang Batak pasti heboh. Tapi langgarlah Firman TUHAN, siapa yang peduli?! Dengan kata lain, jadilah maling asalkan memelihara adat-istiadat nenek-moyang.

8. Karena kita tidak menyadari bahwa ajaran TUHAN memiliki otoritas untuk mengabaikan ajaran nenek-moyang.

DENGAN BAPA DAN ANAK

1. PADA MULANYA YAHWEH;

Ul. 6:4Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

Mzm. 90:2Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.

Yes. 43:10"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.

2. YAHWEH MENCIPTAKAN YESHUA;

Why. 3:14"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

Kol. 1:15Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

Kol. 1:18Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Amsal 8:22

TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
8:23Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.

3. YAHWEH BERSAMA YESHUA MENCIPTAKAN;

Kejadian 1:26Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Yohanes 1:1

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Yohanes 1:10

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
1:11Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Ibrani 1:2maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

1Kor. 8:6namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Yohanes 17:5Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Kej. 3:22Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Yoh. 17:11Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Yoh. 17:21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Yoh. 17:22Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Yoh. 1:18Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

4. YAHWEH MENGUTUS YESHUA:

Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Yoh. 17:8Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Yoh. 17:18Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;

Yoh. 17:21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Yoh. 17:23Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Yoh. 17:25Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;

Yoh. 20:21Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

Yohanes 17:3Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Rm. 8:3Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

Gal. 4:4Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

1Yoh. 4:9Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

1Yoh. 4:10Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

1Yoh. 4:14Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

Mat. 15:24Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Luk. 4:43Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."

5. YAHWEH TUJUAN, YESHUA JALAN:

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

1Tim. 2:5Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Ibr. 7:25Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.

Ibr. 8:6Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Ibr. 9:15Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Ibr. 12:24dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

1Yoh. 2:1Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

Why. 1:6dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Why. 5:10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Rm. 15:7Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

2Kor. 4:6Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Flp. 2:11dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

1Yoh. 1:3Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

6. YESHUA MENERIMA KUASA:

Yoh. 16:15Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

Ibrani 1:2maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Yoh. 5:22Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

Mat. 9:6Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"* --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:/"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

Yoh. 10:18Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

Matius 28:18Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

 Why. 1:5dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--

 Yesaya 9:6

(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:7(9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Why. 1:18dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Kis. 2:36Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
 
7. KEBERSAMAAN YAHWEH DENGAN YESHUA:

Luk. 22:69Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa."

Kis. 7:55Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Kis. 7:56Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

Rm. 8:34Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Kol. 3:1Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Ibr. 1:3Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Ibr. 8:1Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

Ibr. 10:12Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,

Ibr. 12:2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

1Ptr. 3:22yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

Wahyu 5:12

katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"
5:13Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"

Wahyu 21:22Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

Wahyu 21:23Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Wahyu 22:3Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

MENGAKHIRI KEKONYOLAN AJARAN TRINITAS

Umat TUHAN yang disebut anak-anak YAHWEH itu harus cerdas-cerdas, berhikmat, bukan konyol-konyolan, bukan termasuk barisan orang-orang lugu pedesaan yang lapor ke polisi karena habis ditipu orang. Oleh sebab orang yang dikenalnya di tengah perjalanan itu pandai bicara, omongannya meyakinkan, pakaiannya jas dan dasi, gelarnya S1, eh, ternyata penipu. Bukankah banyak sekali sekarang ini copet-copet buskota yang penampilannya keren-keren menyaru mahasiswa? Bukan ganteng-ganteng serigala, kayak judul film, tapi ganteng-ganteng copet.

Hasil gambar untuk gambar ibu lapor polisi


Hentikan budaya manggut-manggut ketika mendengar orang berbicara! Tapi pasang telinga sekaligus pasang pikiran yang kritis untuk mempertanyakan setiap omongan orang: "Apakah semuanya itu benar demikian?"

Kisah 17:11Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Memang benar Firman TUHAN itu terkadang sukar dipahami. Tapi jangan biarkan seorangpun manusia menerangkan Firman TUHAN dengan ilmu tafsirnya, melainkan semua keterangan atau tafsiran harus mempunyai cantolan atau dasaran dari Alkitab. Biarlah suatu ayat yang sulit dimengerti bisa didapatkan jawabannya dari ayat yang lainnya, sehingga Alkitab membuktikan kemandiriannya sebagai Firman TUHAN yang sempurna, yang tidak memerlukan campur tangan manusia untuk menerangkannya.

Contohnya adalah usaha manusia untuk menerangkan KEALLAHAN tanpa mengadakan penyelidikan Alkitab secara mendalam, lalu dengan lancang membuatkan istilah-istilah baru yang di Alkitab tidak ada landasannya. Tercetuslah istilah "Trinitas". Ketika ditanyakan: "Apakah itu Trinitas", dibuatlah istilah yang lainnya lagi: "Tritunggal". "Apa itu Tritunggal?" Dibuatlah keterangan bahwa BAPA-ANAK-ROH KUDUS itu satu adanya. "Apa maksudnya?" Lalu diterangkanlah bahwa ALLAH BAPA-ALLAH ANAK-ALLAH ROH KUDUS. Ada ALLAH yang menjadi BAPA, ada ALLAH yang menjadi ANAK dan ada ALLAH yang menjadi ROH KUDUS, tapi semua itu dilakukan oleh SATU Orang saja, yaitu: Yesus Kristus, yang mereka sebut: Allah. Mana ada di Alkitab ALLAH BAPA, ALLAH ANAK dan ALLAH ROH KUDUS? Nggak ada itu!

Yang tersedia di Alkitab adalah "ALLAH BAPA" tapi maksudnya adalah ALLAH = BAPA. ALLAH ya BAPA, BAPA ya ALLAH. Dibolak-balik bisa. Tapi "ALLAH ANAK" itu tidak ada. Yang ada adalah ANAK ALLAH, bahwa YESHUA itu ANAKNYA ALLAH. Begitu pula dengan "ALLAH ROH KUDUS" itu tidak ada. Yang ada: "ROH KUDUS dari ALLAH."

Tahun 95 Tarikh Masehi, Alkitab ditutup dengan keterangan bahwa persekutuan umat TUHAN adalah persekutuan dengan BAPA dan dengan ANAKNYA, tanpa ROH KUDUS;

1Yoh. 1:3Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

Sebutan "BAPA" - "ANAK", memberitahukan secara tegas tentang jenjang atau derajat masing-masingnya, bahwa BAPA pasti lebih besar daripada ANAKNYA. Sebab jika dua orang berderajat yang sama itu namanya saudara kembar dan tidak boleh menggunakan status: bapa-anak.

Jika di tahun 95 Tarikh Masehi masih belum ada istilah Trinitas, lalu sejak kapan istilah itu dibuat? Karena istilah Trinitas itu di luar Alkitab, maka keterangannya juga pasti di luar Alkitab. Mari kita cari di Google.com, kita ketik kata-kata: "trinitas wikipedia". Jadi, untuk hal-hal yang di luar Alkitab, sebaiknya kita cari di Google.com, di Wikipedia, pasti ada keterangannya yang lengkap.

https://id.wikipedia.org/wiki/Tritunggal

Kata "tritunggal" (bahasa Inggris: trinity) berasal dari kata Latin trinitas, yang berarti "yang nomor tiga, tiga serangkai". Kata benda abstrak tersebut terbentuk dari kata sifat trinus (tiga masing-masing, rangkap tiga),[15] sebagaimana kata unitas merupakan kata benda abstrak yang terbentuk dari unus (satu).
Kata yang sesuai dalam bahasa Yunani adalah Τριάς, yang artinya "satu set dari tiga" atau "yang nomor tiga".[16] Catatan pertama terkait penggunaan kata Yunani ini dalam teologi Kristen adalah oleh Teofilus dari Antiokhia pada sekitar tahun 179. Ia menulis:[17][18]
Dengan cara demikian juga ketiga hari sebelum [terciptanya] penerang, terdapat tanda-tanda Trinitas [Τριάδος], dari Allah, dan Firman-Nya, dan kebijaksanaan-Nya. Dan yang keempat adalah tanda manusia, yang membutuhkan terang, sehingga demikianlah terdapat Allah, Firman, kebijaksanaan, manusia.[19]
Tertullianus, seorang teolog Latin yang menulis pada awal abad ke-3, dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan kata-kata Latin terkait "Trinitas",[20] "pribadi" dan "substansi",[21] untuk menjelaskan bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah "satu dalam esensi—bukan satu dalam Pribadi".
Ternyata mulai munculnya ajaran itu dari Teofilus, bukan dari Alkitab, tahun 179 Tarikh Masehi, sekitar seabad setelah Alkitab dikanonkan. Teofilus itu dari Antiokhia, artinya bangsa asing, bukan bangsa para rasul yang mula-mula. Maka sejak waktu itu hingga zamannya kaisar Konstantin Agung, tahun 325 Tarikh Masehi  terjadilah perdebatan sengit antara pro trinitas dengan yang anti trinitas. Mencuatlah nama Arius sebagai penentang trinitas melawan Athanasius yang mempertahankan trinitas. Untuk menengahi kegaduhan di kalangan Kristen itu, timbullah gagasan kaisar Konstantin Agung untuk menyelesaikannya secara aklamasi. Diundanglah 1.800 uskup di seluruh dunia, dikumpulkan di kota Nicea, sehingga dikenal sebagai Konsili Nicea I, tahun 325 Tarikh Masehi.

Hasil kesepakatan para uskup di Konsili Nicea I itulah yang dijadikan standart ajaran Kristen yang sah oleh kaisar Konstantin Agung. Maka akibat kekalahannya, Arius dianggap bidat sesat, lalu dikucilkan oleh gereja. Semakin kuatlah ajaran trinitas itu ketika Kepausan mencapai puncak kejayaannya di tahun 538 - 1798 Tarikh Masehi. Ajaran itu diturunkan terus dari generasi ke generasi hingga sekarang ini memenuhi 100% gereja-gereja Kristen. Semua gereja terjangkit virus trinitas.

Benarlah kata menteri propagandanya Hitler, bahwa kesalahan yang diajarkan secara terus-menerus akhirnya menjadi suatu kebenaran. Gereja-gereja masa kini telah menjadi seperti Farisi dan Saduki yang merasa benar sendiri, sampai-sampai ELOHIM YESHUA, ANAK YAHWEH-pun dimusuhi dan disalibkannya. Pedoman Farisi dan Saduki adalah: "Kami ini besar, kami ini sudah turun-temurun, kami ini sah. Kamu itu siapa? Bukankah Kamu itu cuma anaknya Yusuf, tukang kayu?"

Mat. 13:55Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?

Yoh. 1:46Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

Mungkinkah desa kecil; Nazaret, melahirkan sesuatu yang besar, yang benar? Tapi nyatanya kini YESHUA adalah TUHAN segala bangsa dan kitab Injil didaulat sebagai standart kebenaran?! Karena YESHUA adalah TUHAN, dan Injil adalah kebenaran Kristen, maka siapapun yang berbicara berdasarkan Injil pasti benarnya;

Yes. 8:20"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Rm. 8:31Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Jika Alkitab di pihak kita, maka siapakah lawan kita?! Seorang filsuf Yunani yang hidup 384-322 Sebelum Masehi, Aristoteles, pernah menyatakan bahwa belalang adalah termasuk serangga yang berkaki empat. Karena orang terkenal yang mengatakannya, maka semua orang selama berabad-abad dibuat percaya begitu saja, sampai akhirnya seseorang mau meluangkan waktunya untuk menghitung menurut kenyataannya, bahwa ternyata belalang itu berkaki enam. Apapun kata orang, "survey membuktikan". Maka siapapun kamu, tak peduli jendral, Alkitab yang akan menjawabnya.

1. DISEBUT BAPA YANG KEKAL:

Yesaya 9:6

(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:7(9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Survey membuktikan:

a. Siapa penulis kitab itu? Nabi Yesaya!
b. Siapakah yang berfirman? ELOHIM YAHWEH!
c. Siapakah yang diceritakannya? ANAK/PUTERA!
d. Siapakah yang disebut ALLAH dan BAPA? ANAK/PUTERA!
e. Apakah pernah ada manusia yang disebut Allah? Ada, nabi Musa;

Kel. 7:1Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

Apakah YESHUA mereferensikan ayat di atas? Iya;

Yohanes 10:34

Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
10:35Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
10:36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Jadi, sebutan bukanlah kenyataan atau kebenaran. Nabi Musa tak pernah menjadi ALLAH beneran, selain dari sebutannya saja. Istilah tepatnya adalah: "seolah-olah". Dan Alkitab suka mengajarkan "seolah-olah";

1Kor. 7:30dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;

Berdasarkan kamus, "sebutan" itu adalah nama, hanya sebuah nama saja. Contohnya: Joko, artinya adalah perjaka. Padahal Joko sudah punya istri dan anak, tapi namanya masih tetap Joko. Namanya: Slamet, artinya selamat. Padahal Slamet mati kecelakaan.

2. SETARA YAHWEH:

Filipi 2:6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

Setara itu sebanding, suatu ukuran yang kurang lebih, tidak harus sama persis. Hubungan bapak dengan anak, ketika anak masih kecil-kecil tentu saja masih belum setara. Tapi ketika anak sudah beranjak dewasa, barulah dia memiliki kesetaraan dengan bapaknya. Anak sudah memiliki suatu kepandaian yang bisa diajak ngobrol bapaknya. Istilah gaulnya: "nyambung".

Nabi Musa yang hanya seorang gembala kambing saja bisa diajak ngobrol oleh firaun, raja Mesir. Itu artinya nabi Musa sudah setara firaun. Dengan mujizatnya, firaun tak bisa meremehkan nabi Musa.

3. FIRMAN ADALAH ALLAH:

Yohanes 1:1

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

Untuk ayat 1 sebaiknya kita melihat dari versi Terjemahan Lamanya;

"Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah." - FIRMAN itu juga ALLAH.

FIRMAN itu termasuk ALLAH. Kita lihat ayat ini:

Yer. 23:18Sebab siapakah yang hadir dalam dewan musyawarah TUHAN, sehingga ia memperhatikan dan mendengar firman-Nya? Siapakah yang memperhatikan firman-Nya dan mendengarnya?

Apakah YESHUA diajak merencanakan penciptaan alam semesta, mari kita lihat ayat ini:

Kejadian 1:26Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Yohanes 1:3Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Ibrani 1:2maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Kej. 3:22Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Yoh. 17:11Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Yoh. 17:21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Amsal 8:22

TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
8:23Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
8:24Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
8:25Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
8:26sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.

Jadi, di zaman penciptaan YESHUA diajak YAHWEH menciptakan alam semesta. Sebagai ANAK, YESHUA diberi kuasa menciptakan alam semesta, sebagaimana bunyi ayat ini;

Yoh. 17:2Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

Yohanes 17:5Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Yoh. 16:15Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

4. AKU DAN BAPA ADALAH SATU:

Yoh. 10:30Aku dan Bapa adalah satu."

Benarkah AKU dan BAPA adalah satu? Benarkah AKU + BAPA = 1? Jelas tidak benar! Kalau secara ilmu matematika, maka AKU dan BAPA adalah dua, bukan satu. Tapi ini bukanlah pelajaran ilmu matematika, melainkan pelajaran yang mengandung kiasan-kiasan, sehingga "satu" memiliki banyak sekali pengertiannya, bukan secara harafiah;

Yoh. 17:11Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Yoh. 17:21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Yoh. 17:22Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Yoh. 17:23Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Kalau di Indonesia: "Bhineka tunggal ika" yang artinya 250.000.000 rakyat Indonesia itu satu saja. Dan itu diterangkan dalam Sumpah Pemuda:  "Bertanah-air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu, yaitu Indonesia".

Jadi, ajaran trinitas itu termasuk ilmu matematika yang memaknai satu secara harafiahnya saja[1+1+1=1]. Padahal yang ingin YESHUA sampaikan adalah bahwa DIA tidak mempunyai ajaran yang baru yang berasal dari diriNYA sendiri, melainkan semua ajaran yang IA sampaikan berasal dari BAPANYA;

Yoh. 7:16Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.

Yoh. 7:17Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.

Yohanes 17:4Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
17:6Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
17:8Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:10dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

YESHUA adalah kereta-api yang berjalan di atas rel BAPANYA.

5. MELIHAT YESHUA = MELIHAT BAPA:

Yoh. 12:45dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

Melihat YESHUA disamakan dengan melihat BAPA? Apa sebab?

Ibrani 1:3Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

 2Kor. 4:4yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Sebab YESHUA itu gambar wujud YAHWEH. YESHUA itu photonya YAHWEH, sehingga melihat photo sama seperti melihat orang aslinya. Kita gambar YESHUA, YESHUA gambar YAHWEH;

1Kor. 11:3Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

Perempuan > Laki-laki > YESHUA > YAHWEH.

6. BAPA - ANAK - ROH KUDUS:

28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

1Yoh. 5:7Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

ROH KUDUS memang termasuk Oknum ILAHI. Maksudnya ROH yang memiliki kesetaraan dengan BAPA dan ANAK. Namun ROH KUDUS adalah ROH yang dikaruniakan sementara waktu saja, yaitu selama dosa masih ada di dunia ini. Setelah kiamat ROH KUDUS tidak ada lagi, kembali ke dalam Diri YAHWEH;

Yoh. 14:16Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

Sifat ROH KUDUS hanyalah menolong, artinya selama kita masih membutuhkan suatu pertolongan. Pertolongan apa?

Yoh. 16:8Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

ROH KUDUS itu mengingatkan kita pada dosa, pada kebenaran dan pada penghakiman. Baik YAHWEH maupun ROH KUDUS sama-sama memberikan kesaksian tentang YESHUA, sebab YESHUA adalah JALAN yang harus diimani oleh manusia;

Yoh. 5:37Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,

Yoh. 15:26Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yoh. 5:22Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

Karena ROH KUDUS perannya untuk memuliakan YESHUA, bukan ROH yang untuk dimuliakan, maka persekutuan kita hanyalah dengan BAPA dan dengan ANAK;

Yohanes 16:13

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

1Yoh. 1:3Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

Kita tidak dilekatkan pada ROH KUDUS, tapi ROH KUDUS melekatkan kita ke BAPA dan ke ANAK. BAPA sebagai tujuan, ANAK sebagai jalannya;

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Di sorga tidak ada ROH KUDUS. Yang ada adalah BAPA dan ANAK;

Wahyu 5:13Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"

Wahyu 21:22Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

Wahyu 21:23Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Wahyu 22:3Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

7. ALFA DAN OMEGA:

Why. 1:8"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Why. 21:6Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

Why. 22:13Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

Alfa dan Omega diterangkan sebagai yang sudah ada dan yang akan datang, yang awal dan yang akhir, yang pertama dan yang terkemudian. Artinya; YESHUA yang mengawali dunia dan yang akan mengakhirinya. DIA yang menciptakan, DIA pula yang akan menghakimi/mengakhiri. Lawan kata dari yang awal dan yang akhir adalah yang tidak berawal dan tidak berkesudahan;

Ibr. 7:3Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

Hasil gambar untuk gambar skak mat

Sabtu, 22 April 2017

ARTI TUHAN DENGAN ALLAH

Artinya tuhan itu adalah pemimpin atau tuan atau majikan atau boss. Tuhan itu untuk dituruti perintahnya namun bukan untuk disembah. Berbeda dengan allah, entah setan, entah Sang Pencipta, entah dewa-dewa, entah patung-patung, semua ilah atau allah itu untuk ditaati perintahnya dan untuk disembah. Karena itu kalau tuhan belum tentu allah, tapi kalau allah sudah pasti tuhan.

Jadi:

>> Allah itu tuhan = benar!

>> Tuhan itu allah = salah!

"Tuhan" diambilkan dari kata: "tuan" dikasih sisipan: "h" untuk membedakan antara pemimpin duniawi dengan pemimpin spiritual. Hanya itu saja maksudnya. Karena itu "tuhan" bisa untuk tuhannya agama Kristen, untuk tuhannya agama Islam, untuk tuhannya agama Hindu, dan lain-lainnya. Begitu pula dengan "allah". Masing-masing agama mempunyai tuhan dan allah.

Untuk TUHAN saya sendiri, selalu saya tuliskan dengan huruf besar untuk penghormatan spesial saya, tapi untuk tuhannya agama lain saya pergunakan huruf kecil karena saya tidak wajib menghormatinya. Dan karena tuhan itu sama dengan tuan, maka presiden Jokowi juga termasuk tuhan, yaitu tuhannya bangsa Indonesia. Gubernur Ahok itu tuhannya masyarakat DKI Jakarta, pak guru adalah tuhannya para murid, ayah adalah tuhannya keluarga, dan seterusnya. Namun karena status-status itu semuanya bercorak keduniawian, maka kita kenakan sebutan: "tuan", bukan "tuhan".

Lihat perbandingan beberapa versi Alkitab ini; Lukas 22:33

TB   Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"

KSI     Petrus menjawab, "Ya Junjungan, bersama-sama dengan Engkau, aku rela masuk penjara atau dibunuh sekalipun."

KL1870    Maka kata Peteroes kapadanja: Ja toewan, adalah sehaja sadia hendak menjertai toewan, baik kadalam pendjara, baik kapada mati.

YESHUA itu TUHAN, benar! YESHUA bukan ALLAH. YESHUA bukan YAHWEH. Tapi YAHWEH adalah TUHAN dan sekaligus ALLAH. YAHWEH itu BAPA, YESHUA itu ANAK.

Alkitab menyatakan bahwa ALLAH mengutus ANAKNYA;

Gal. 4:4Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

Untuk apa? Supaya menjadi PEMIMPIN dan JURUSELAMAT[TUHAN dan MESIAS];

Yoh. 3:17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Rm. 8:29Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Kis. 2:36Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Mat. 23:10Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

Kis. 3:15Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

Kis. 5:31Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.

Dalam bahasa Inggris dibedakan dengan huruf besar dan huruf kecil; "LORD" untuk TUHAN, "lord" untuk tuan. Sedangkan untuk Allah, bahasa Inggrisnya: "GOD" untuk ALLAH kita sendiri, "god" untuk berhala. Dalam Alkitab bahasa Inggris, "GOD" menunjuk ke YAHWEH, sedangkan "LORD" bisa untuk YAHWEH, bisa juga untuk YESHUA. Tapi terhadap YESHUA tak pernah menggunakan: "GOD" maupun "ALLAH" pada Alkitab bahasa Indonesia.

>> YAHWEH = TUHAN/LORD, ALLAH/GOD.

>> YESHUA = TUHAN/LORD saja, bukan ALLAH/GOD.

Yang kacau itu ajaran Kristen dan ajaran Islam yang mempersamakan antara tuhan dengan allah. Karena tuhan dengan allah disamakan, maka "TUHAN" YESUS mereka anggap sebagai ALLAH, dan ALLAH adalah YESUS. Kata orang Kristen, ketika Perjanjian Lama YESUS menjadi ALLAH, ketika Perjanjian Baru, ALLAH menjadi YESUS. Begitulah ajaran trinitas yang menyesatkan itu. Maka gusarlah kaum Muslim karena orang Kristen mempertuhankan YESUS.

>> Perjanjian Lama: YESUS menjadi ALLAH.

>> Perjanjian Baru: ALLAH menjadi YESUS.

Itu bukan ajaran Alkitab! Alkitab tak pernah mengajarkan yang seperti itu. ELOHIM YESHUA tak pernah mengajarkan supaya orang menyembah DiriNYA, tapi supaya orang menyembah ke ALLAH;

Mat. 4:10Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

"Ada tertulis", menyatakan konsep itu tak bisa diubah-ubah, bahwa selamanya orang harus menyembah pada YAHWEH yang esa.

Yoh. 4:23Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Kata ELOHIM YESHUA, YAHWEH itu esa, bukan dua atau tiga, seperti kata ajaran trinitas;

Mrk. 12:29Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

YAHWEH esa, YESHUA juga esa. Masing-masing merupakan Pribadi sendiri-sendiri;

1Tim. 2:5Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

ELOHIM YESHUA tak pernah menyatakan DiriNYA sebagai ALLAH, tapi sebagai ANAK ALLAH;

Yoh. 10:36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Bangsa Israel juga tak pernah menuduh YESUS itu ALLAH. Tapi pengakuan sebagai ANAK ALLAH mereka anggap sebagai telah menyetarakan diri terhadap ALLAH. Sebab menurut mereka sama seperti menurut kaum Muslim, bahwa ALLAH itu tidak beranak dan tidak diperanakkan;

Matius 27:40mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!"

Iblis, dalam pencobaan di padang gurun juga mempertanyakan KEANAKALLAHANNYA;

Mat. 4:3Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

"Jika ENGKAU ANAK ALLAH", bukan "Jika ENGKAU ALLAH".

Tapi apa pendapat YAHWEH?

Mat. 3:17lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Apa keterangan malaikat Gabriel?

Luk. 1:32Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

Siapakah MESIAS menurut Petrus?

Mat. 16:16Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

Menurut iblis?

Luk. 8:28Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."

Apa kata orang?

Mat. 14:33Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Apa kata rasul Yohanes?

Yoh. 20:31tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 Apa kata Yohanes Pembaptis?

Yoh. 1:34Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Apa kata Marta?

Yoh. 11:27Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

Apa kata tentara Romawi?

Mat. 27:54Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."

YESHUA ketika di sorga, namaNYA adalah FIRMAN. FIRMAN sebagai nama orang dengan firman sebagai kata kerja atau sabda, itu berbeda. Jika diawali dengan huruf besar: "Firman" itu menunjuk ke nama orang, tapi jika huruf kecil menunjuk pada perkataan/sabda.

Why. 19:13Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

FIRMAN itu bersama-sama ALLAH;

Yohanes 1:1

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

Versi Terjemahan Lama menerangkan bahwa FIRMAN itu "juga" ALLAH;

"Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah."

Kemudian FIRMAN itu menjelma menjadi manusia;

Yohanes 1:14Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

FIRMAN itu ciptaan ALLAH yang pertama;

Wahyu 3:14"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

Ams. 8:22TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

Kol. 1:15Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

Kol. 1:18Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Baca Amsal pasal 8 selengkapnya.

Kalaupun YESHUA disebut ALLAH di Yesaya, itu hanya sebutan semata-mata, sama seperti nabi Musa yang disebut allah bagi firaun;

Yesaya 9:6

(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:7(9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Kel. 7:1Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

Yohanes 10:34

Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
10:35Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
10:36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Di sorga perbandingan antara ALLAH dengan YESHUA diumpamakan seperti matahari dengan lampu;

Why. 21:23Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Jadi, YESHUA itu memang TUHAN, tapi bukan ALLAH.